Home GeografiLIngkungan Hidup Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990

Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990

by geografi
0 comment

Sumber daya alam hayati Indonesia dan ekosistemnya yang mempunyai kedudukan serta peranan penting bagi kehidupan, perlu dikelola dan dimanfaatkan secara lestari, selaras, serasi, dan seimbang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan manusia pada umumnya.

A. Istilah-Istilah yang Perlu Diketahui
  1. Sumber daya alam hayati adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur nonhayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.
  2. Ekosistem sumber daya alam hayati adalah sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam, baik hayati maupun nonhayati yang saling tergantung dan saling mempengaruhi.
  3. Tumbuhan adalah semua jenis sumber daya alam nabati, baik yang hidup di darat maupun air.
  4. Satwa adalah semua jenis sumber daya alam hewani yang hidup di darat, air, dan udara.
  5. Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang hidup di alam bebas atau dipelihara yang masih mempunyai kemurnian jenisnya.
  6. Satwa liar adalah semua binatang yang hidup di darat, air, udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun dipelihara oleh manusia.
  7. Habitat adalah lingkungan tempat tumbuhan atau satwa dapat hidup dan berkembang secara alami.
  8. Kawasan suaka alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, meliputi cagar alam dan suaka marga satwa.
  9. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun perairan yang mempunyai fungsi perlindungan system penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
  10. Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian yang terutama dimanfaat- kan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
B. Kawasan Pelestarian Alam
Kawasan pelestarian alam dalam Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990, terdiri atas taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam. Kawasan pelestarian alam mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
C. Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dilakukan melalui 3 kegiatan, yaitu sebagai berikut.
1) Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan
Perlindungan sistem penyangga kehidupan, meliputi usaha-usaha dan tindakan yang berkaitan dengan perlindungan mata air, tebing, tepian sungai, danau dan jurang, pemeliharaan fungsi hidrologi hutan, perlindungan pantai, pengelolaan daerah aliran sungai, perlindungan terhadap gejala keunikan dan keindahan alam, dan lain-lain.
2) Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
Usaha dan tindakan konservasi untuk menjamin keanekaragaman jenis meliputi penjagaan agar unsur-unsur tersebut tidak punah dengan tujuan agar masing-masing unsur dapat berfungsi dalam alam dan agar selalu siap apabila sewaktu-waktu dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia. Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dapat dilaksanakan di dalam kawasan konservasi atau di luar konservasi.
3) Pemanfaatan secara lestari sumber daya ala m hayati dan ekosistemnya
Usaha pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pada hakekatnya merupakan usaha pengendalian atau pembatasan dalam pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya sehingga pemanfaatan tersebut dapat dilakukan secara terus-menerus pada masa mendatang.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

Baca Juga :   Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA)

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment