Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

Untuk dapat melakukan usaha peternakan maka diperlukan pengetahuan tentang teknis budidaya, manajemen dan kewirausahaan.

1. Teknis Budidaya

Materi teknis budidaya ternak di kelompokan kedalam materi pembibitan, perkandangan, pakan, dan kesehatan ternak.

1.1. Breeding (Pembibitan)

Peternakan di Indonesia di klasifikasikan menjadi ternak unggas, ruminan dan ternak monogasrtik. Hewan yang masuk kelompok unggas antara lain ayam, itik, entok, puyuh, dan beberapa burung hias. Hewan kelompok ruminan terdiri dari sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan kelompok monogastrik terdiri dari babi dan kelinci. Pada setiap kelompok ternak memiliki bangsa, jenis dan strain yang berbeda.

Setiap ternak memiliki potensi produksi yang berbeda pula, untuk itu pemilihan bibit ternak harus dilakukan secara teliti berdasarkan tujuan pemeliharaan ternak tersebut. Disamping itu peningkatan performasi ternak dilakukan secara terus menerus melalui perbaikan mutu genetik agar dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih baik bagi peternak pemeliharaannya.

1.2. Feed and Feeding (Pakan dan Pemberian Pakan)

Ternak memerlukan nutrisi untuk melakukan aktifitas hidup pokok, pertumbuhan, berkembang dan produksi. Pada sistem pemeliharaan dimana ternak dikurung (ditempatkan) dalam suatu kandang maka kebutuhan pakan tergantung dari apa yang diberikan peternak kepada ternak tersebut. Pemenuhan kebutuhan tersebut harus di hitung secara teliti agar ternak dapat menunjukan performasi yang baik.

Kekurangan nutrisi pada ternak akan mengakibatkan menurunnya performansi ternak artinya ternak tidak dapat berproduksi secara maksimal dan dalam bebrapa kasus ternak menderita defisiensi nutrisi yang menyebabkan ternak terganggu kesehatannya. Dari faktor ekonomi pemberian pakan menggunakan prinsip “Least cost formula”, yang artinya pakan yang kita berikan yang termurah agar dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi peternak pemeliharaanya.

Hal ini perlu di hitung secara ekonomi karena pakan merupakan komponen terbesar dari biaya produksi. Pada ternak unggas pakan yang diberikan berupa konsentrat yang disusun dari biji bijian, hasil ikutan produk pertanian (dedak, onggok dll), tepung ikan/daging, vitamin dan mineral. Pakan ternak ternak ruminansia merupakan kombinasi hijauan dan konsentrat.

Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

1.3. Pengendalian Penyakit (Disease Control)

Penyakit pada ternak disebabkan oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung terdiri dari stress, kedinginan, ventilasi buruk, populasi tinggi, tidak cukup tempat pakan-minum. Faktor langsung di klasifikasikan menjadi penyakit infeksi dan noninfeksi. Penyakit infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, dan fungi (cendawan), sedangkan penyakit noninfeksi disebabkan oleh aspergilus, tanaman beracun, perubahan pakan yang drastis, hijauan muda dll .

Baca Juga :   Identifikasi Jenis Ternak Sapi

Pencegahan penyakit ternak lebih diutamakan dari pada pengobatan penyakit. Hal ini disebabkan biaya pengobatan lebih mahal dari biaya pencegahan, dan ternak yang sudah sembuh dari sakit biasanya tidak dapat berproduksi secara optimal. Ternak yang sakit juga bisa menulari manusia seperti yang terjadi akhhir-akhir ini, penyakit flu burung (Avian Influenza) dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Cara pencegahan penyakit dilakukan dengan vaksinasi, menghindari faktor penyebab stress, hindari penyebab penyakit non infeksi, pemberian antibiotik, sanitasi, dll Pengobatan ternak sakit tergantung dari penyebab penyakitnya. Bagi ternak yang stress dapat diberikan obat anti stres, penyakit infeksi biasanya diobati dengan antibiotika, penyakit yang disebabkan oleh virus sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengobati.

1.4. Perkandangan dan Peralatan

Kandang berfungsi sebagai tempat tinggal ternak untuk melindungi dari pengaruh buruk iklim (hujan, panas, angin, temperatur) dan gangguan lainnya seperti hewan liar dan pencurian ternak. Agar ternak dapat berproduksi secara optimal maka kandang harus mampu memberikan tempat yang nyaman bagi ternak. Dalam pembuatan kandang ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan yaitu faktor biologis, faktor teknis dan ekonomis. Masing-masing faktor dijelaskan sebagai berikut:

1.4.1. Faktor Biologis

Faktor biologis ternak yang perlu di pertimbangkan adalah sensitifitas respon ternak terhadap unsur iklim. Misal ternak yang sensitif terhada panas maka perlu merancang kandang agar tidak menyebabkan iklim didalam kandang panas. Hal ini bertujuan agar ternak dapat berproduksi secara optimal.

1.4.2. Faktor Teknis

Kandang ternak perlu dibuat kuat agar dapan memberikan fungsi dengan baik. Konstruksi, bahan dan tata letak bangunan harus di hitung berdasarkan perhitungan arisitektur yang sesuai.

Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

1.4.3. Faktor Ekonomis

Tujuan pemeliharaan ternak adalah memberikan nilai ekonomi bagi peternak pemeliharanya. Semua faktor dalam proses pengelolaan ternak juga harus dipertimbangkan secara ekonomi. Kandang yang merupakan investasi tetap dan jangka panjang harus dibuat yang kuat tetapi menggunakan bahan bangunan yang tidak terlalu mahal. Efisiensi penggunaan bangunan dilakukan dengan mengatur tata letak, dan merancang kapasitas bangunan dengan baik.

Baca Juga :   Identifikasi ternak Kerbau

Peralatan diperlukan peternak sebagai wahana kegiatan budidaya ternak dan alat bantu untuk meningkatkan produktifitas peternak yang berfungsi menurunkan biaya tenaga kerja. Sebagai wahana kegiatan budidaya peralatan terdiri dari tempat pakan, minum, peralatan kesehatan ternak dll. Peralatan peningkat produktifitas terdiri dari mesin pembuatan pakan, alat transportasi, mesin pemanen hasil ternak dll.

2. Tatalaksana Pemeliharaan

Jika peternak sudah melakukan pemilihan bibit,dan pakan yang baik maka hal yang tidak kalah penting adalah tatalaksana pemeliharaan yang baik. Tatalaksana pemeliharaan dimulai dari persiapan kandang, pengadaan ternak, pengadaan pakan, pemberian pakan dan minum, menangani ternak, menjaga kesehatan ternak, pemanenan, seleksi ternak, mengafkir ternak dan pemasaran hasil.

Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

3. Manajemen

Usaha peternakan seperti halnya bidang usaha yang lain membutuhkan pengelolaan aspek-aspek usaha didalamnya. Pada perusahaan yang kecil dan menengah terdapat faktor karyawan yang mengerjakan kegiatan usaha tersebut, memerlukan modal, aktifitas jual beli, keuangan, dan sumberdaya lainnya.

Faktor-faktor tersebut perlu dikelola agar usaha peternakan mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha peternakan tersebut. Secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat di kelompokkan menjadi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan dan pemasaran dan sumberdaya lainnya

4. Kewirausahaan

Sebelum istilah kewirausahaan populer seperti sekarang ini, dulu sudah di kenal istilah wiraswasta. Kata wiraswasta berasal dari Wira yang artinya utama, gagah, berani, luhu, teladan atau pejuang. Sedang kata swa berarti sendiri dan sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri di atas kaki sendiri.

Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap yang kuat, seni dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan suatu perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan termasuk masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan orang yang melakukan usaha disebut dengan wirausahawan.

Baca Juga :   Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit

Pengertian wirausahawan sebagai seseorang yang mengorganisir, mengatur, dan menanggung resiko suatu bisnis atau perusahaan. Orang yang mau mengelola usaha peternakan agar berhasil haruslah memiliki jiwa kewirausahaan. Usaha peternakan seperti halnya jenis usaha yang lain juga membutuhkan wirausahawan yang handal.

Ciri-ciri wirausahawan yang handal antara lain: percaya diri, mandiri, mencari dan menangkap peluang usaha, bekerja keras dan tekun, mampu berkomunikasi dan negosiasi, jujur, hemat, di siplin, mencintai kegiatan usahanya, mau mengembangkan kapasitas dirinya, memotivasi orang lain, mengenal lingkungan dan bekerjasama dengan pihak lainnya.

5. Aspek Ekonomi Ternak

Usaha peternakan merupakan salah satu profesi yang terus ada sejak dulu hingga sekarang. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional cukup besar karena dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2,6 juta orang. Pada program penggemukan sapi potong bisa diperoleh keuntungan bersih per ekor sebesar 1-1,5 juta rupiah pertahun.

Pengelolaan Usaha Ternak dan Peternakan

Pada usaha sapi perah keuntungan yang dapat diperoleh perekor Rp10,000,000 selama 1 siklus usaha 6 tahun. Dengan melihat aspek ekonomi tersebut, menunjukkan bahwa usaha perternakan cukup menjajikan sebagai salah satu profesi pekerjaan. Keuntungan tersebut akan lebih besar lagi kalau peternak dapat menurunkan biaya produksinya.

Biaya produksi yang paling besar adalah komponen pakan yang terdiri dari hijauan pakan ternak dan konsentrat. Pada usaha pembibitan sapi potong harus dicari upaya-upaya menekan biaya produksi, karena harga produknya (pedet) relatif murah yaitu sekitar 1,5-2 juta perekor. Biaya produksi pertahun harus diupayakan dibawah harga pedet tersebut, agar usaha pembibitan untung.

6. Aplikasi Konsep

Amatilah suatu usaha peternakan disekitar siswa. Buatlah suatu wawancara dengan peternak tersebut, untuk mencari informasi berapa banyak ternaknya, apa tujuan pemeliharaan dan berapa kuntungan yang diperloleh dari usaha peternakan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here