Proses Terjadinya Minyak Bumi dan Tempat Endapan Minyak Bumi

A. Proses Terjadinya

Minyak bumi terjadi sejak zaman primer, sekunder, dan tersier. Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di rawa-rawa, danau-danau, teluk-teluk, maupun laut-laut dangkal. Setelah mati mikroplankton kemudian mengendap di dasar laut bercampur dengan lumpur disebut lumpur sapropelium.
Bangkai plankton mendapat tekanan dari lapisan di atasnya dan panas dari dalam bumi, maka terjadilah proses “destilasi alam” dan terurai menjadi minyak tanah kasar. Cairan tersebut bercampur dengan pasir dan tanah liat (lempung) yang telah membatu. Minyak bumi itu menyebar di dalam lempung disebut bitumineu(hasil pembusukan organisme).
Minyak bumi dalam batuan tersebut mengalami proses migrasi, yaitu lempung berubah seperti spon sehingga air terserap oleh pori-pori lempung. Minyaknya keluar mengalir di antara butir-butir pasir di dekatnya. Itulah tempat lapisan minyak bumi. Pada lapisan tersebut, minyak berada di atas lapisan air karena BJ (Berat Jenis) minyak lebih kecil dari BJ air (=1).
B.Tempat Endapan Minyak Bumi
Ada empat tempat terjadinya akumulasi (terkumpulnya) minyak, yaitu:
  1. pada punggung sebuah lipatan (antiklin);
  2. pada sebuah lapisan perangkap (stratigraphic trap);
  3. pada lapisan bawah sebuah patahan (fault);
  4. pada bagian atas sebuah kubah garam (salt dome).
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>