Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam

Sumber daya alam di permukaan bumi tersebar tidak merata, ada yang berlimpah dan ada pula yang minim akan sumber daya alam, bahkan ada yang tidak memiliki sama sekali. Hal ini menyebabkan terjadinya saling kebergantungan antarwilayah sehingga dibutuhkan adanya bentuk kerja sama, saling menghormati, dan saling membantu.

1. Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewablresources) adalah sumber daya alam yang akan habis dan tidak dapat kembali lagi setelah dipakai atau dikonsumsi selama kurun waktu tertentu. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat dikelompokkan ke dalam sumber daya energi dan sumber daya mineral.
a. Sumber Daya Energi
Sumber daya energi adalah sumber daya yang menghasilkan energi panas atau listrik yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Sumber daya energi yang tidak dapat diperbarui, di antaranya batubara, minyak bumi, gas bumi, dan panas bumi.
  1. Batubara
  2. Minyak Bumi
  3. Gas Bumi
  4. Panas Bumi
b. Sumber Daya Mineral
Sumber daya mineral atau bahan galian adalah sumber daya yang telah disediakan oleh kulit bumi sebagai bagian dari mineral batuan dalam jumlah tertentu. Sumber daya ini jika diolah akan menghasilkan logam dan berbagai bahan keperluan proses industri untuk menunjang kehidupan manusia.
Sumber daya mineral yang tergolong tidak dapat diperbarui di antaranya logam mulia (emas, perak, platina), bukan logam mulia (tembaga, timbal, seng, timah, besi, mangaan, nikel), dan bahan galian industri (fosfat, asbes, belerang, gamping, pasir kuarsa, oker, lempung, mangaan, diatomae, gips, dan anhidrid).
Menurut UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Per- tambangan yang dikenal dengan Undang-Undang Pokok Pertambangan (UUPP), disebutkan bahwa bahan galian adalah unsur kimia, mineral, bijih, dan segala macam batuan, termasuk batuan mulia dan endapan alam.
Berdasarkan ketentuan pasal 14 UUPP, usaha pertambangan bahan galian terdiri atas beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut.
1) Tahap Pertama
Penyelidikan umum, yaitu penyelidikan secara geologi atau geofisika di daratan, perairan, dan udara, dengan maksud untuk membuat peta geologi umum atau menetapkan tanda-tanda ditemukannya bahan galian.
2) Tahap Kedua
Eksplorasi, yaitu segala penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti adanya suatu bahan galian dan sifat dari bahan galian.
3) Tahap Ketiga
Eksploitasi, yaitu usaha pertambangan dengan maksud menghasilkan bahan galian dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.
4) Tahap Keempat
Pengolahan dan pemurnian, yaitu pengerjaan untuk mempertinggi mutu bahan galian dan upaya memanfaatkan dan mendapatkan unsur- unsur yang terdapat pada bahan galian tersebut.
5) Tahap Kelima
Pengangkutan, yaitu segala usaha pemindahan bahan galian dari hasil pengolahan serta pemurnian bahan galian dari daerah eksplorasi atau tempat pemurnian.
6) Tahap Keenam
Penjualan, yaitu segala penjualan bahan galian dari hasil pengolahan atau pemurnian bahan galian.
Berdasarkan Peraturan Pemerintahan (PP) No. 27 Tahun 1980 tentang Penggolongan Bahan-Bahan Galian, disebutkan bahwa bahan-bahan galian terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan bahan galian strategis, golongan bahan galian vital, dan golongan bahan galian lainnya.
  1. Golongan bahan galian stategis juga dikenal dengan sebutan bahan galian golongan A, jenisnya antara lain batubara, minyak bumi, gas alam, uranium, nikel, dan timah.
  2. Golongan bahan galian vital juga dikenal dengan sebutan bahan galian golongan B, jenisnya antara lain besi, mangaan, bauksit, tembaga, timbal, seng, emas, perak, intan, platina, yodium, dan belerang.
  3. Golongan bahan galian lainnya dikenal dengan sebutan bahan galian golongan C, jenisnya antara lain fosfat, asbes, mika, tawas, okek, batu permata, pasir kuarsa, kaolin, feldspar, gips, batu apung, marmer, batu tulis, batu kapur, granit, tanah liat, dan pasir.
Van Bemmelen (1949) membagi bahan galian ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
  1. Golongan pertama, yaitu mineral organik yang terdiri atas minyak bumi, gas alam, batubara, dan aspal.
  2. Golongan kedua, yaitu bijih logam yang terdiri atas timah, emas, perak, bauksit, nikel, mangaan, tembaga, seng, dan platina.
  3. Golongan ketiga, yaitu mineral anorganik bukan bijih logam, seperti fospat, belerang (sulfur), yodium, gamping, dan air raksa.
Berikut akan dijelaskan beberapa bahan galian yang cukup penting dan sudah diusahakan, di antaranya sebagai berikut.
sumber :
Hartono. 2009. Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. CV. CITRA PRAYA
]]>