Home EkonomiPertumbuhan dan Pembangunan Nasional Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional pada Masa Orde Baru

Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional pada Masa Orde Baru

by Ekonomi
0 comment

Sebagai pola umum pembangunan nasional, GBHN memuat:

  • a.    Pola dasar pembangunan nasional, seperti tujuan, landasan dan asas-asas pembangunan nasional.
  • b.    Pola umum pembangunan jangka panjang, yang berisi arah dan kebijakan pembangunan untuk 25 sampai dengan 30 tahun mendatang.
  • c.    Pola umum pembangunan 5 tahun, yang berisi arah dan kebijakan pembangunan untuk 5 tahun.

Selanjutnya, pola umum pembangunan lima tahun dituangkan dalam rencana operasional tahunan dalam bentuk pembuatan dan pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Agar jelas, berikut ini adalah skema pola-pola tahapan pembangunan Nasional.

Tabel Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional Orde Baru

Pola Tahapan
1 .     Pola Dasar Pembangunan Nasional diubah)
2 .     Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang
3 .     Pola Umum Pembangunan Jangka Menengah
4 .     Pola Umum Pembangunan Jangka Pendek
(Berupa APBN)

Selamanya (Selama tidak
25 sampai dengan 30 tahun
5 tahun
1 tahun

Indonesia melakukan pembangunan jangka panjang yang ke-1 selama 25 tahun, dimulai pada tahun 1969 sampai dengan tahun 1994 yang dijabarkan dalam 5 pelita, yakni pelita I, II, III, IV dan V. Sebagai gambaran, perhatikan prioritas pembangunan yang dilaksanakan selama pelita I sampai dengan V.
 

Pelita I

1 April 1969 – 31 Maret 1974
Sektor pertanian dan Industri yang mendukung sektor pertanian

Pelita II

1 April 1974 – 31 Maret 1979
Sektor pertanian dan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku

Pelita III

1 April 1979 – 31 Maret 1984
Sektor pertanian dan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan usaha swasembada pangan.

Pelita IV

1 April 1984 – 31 Maret 1989
Sektor pertanian dengan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri dan melanjutkan usaha swasembada pangan

Pelita V

1 April 1989 – 31 Maret 1994
Sektor pertanian untuk memantap kan swasembada pangan   dan me ningkatkan produksi pertanian lain nya, dan sektor industri, khususnya industri yang menghasilkan barang untuk ekspor,industri yang banyak menyerap tenagakerja, industri pengolahan hasilpertanian, serta industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin sendiri
 
Hasil pembangunan jangka panjang yang ke-1 cukup memuaskan, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata di atas 6% per tahun. Akan tetapi, memasuki pembangunan jangka panjang ke-2, yakni pada pelita VI tepatnya pada tahun 1997, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang menyadarkan bangsa Indonesia tentang betapa rapuhnya fondasi ekonomi yang telah dibangun selama ini.

Baca Juga :   4 Instrumen Kebijakan Fiskal

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment