Pertumbuhan Bangsa dan Perkembangan Negara-negara Senusa dan Antarnusa

Leluhur bangsa kita semenjak dahulu sudah hidup dalam tata masyarakat dan bahkan tata negara yang teratur dalam bentuk negara senusa dan antarnusa. Perhatikanlah nama-nama kerajaan berikut.

  1. Kutai (sekitar tahun 400) di Kalimantan Timur di bawah pimpinan Raja Mulawarman.
  2. Tarumanagara (400-686) di Jawa Barat di bawah pimpinan Raja Purnawarman.
  3. Kalingga atau Holing (674) di Jawa Tengah di bawah pimpinan Ratu Sima.
  4. Sriwijaya (683-1275) di Sumatra Selatan di bawah pimpinan Wangsa Sailaindra.
  5. Mataram atau Medang (732-864) di Jawa Tengah di bawah pimpinan Wangsa Sanjaya.
  6. Isana di Jawa Timur di bawah pimpinan Sindok (929-947), Dharmawangsa (991-1016), dan Airlangga (1019-1042).
  7. Kediri di bawah pimpinan Sri Jayawarsa Digjaya Sastraprabu (1104), Kameswara (1115-1130), Jayabaya (1130-1160), Sarweswara (1160-1170), Aryyeswara (1170-1180).
  8. Singhasari di bawah Sri Ranggah Rajasa Amurwabhumi atau Ken Arok (1222-1268), Kartanegara (1268-1292).
  9. Pajajaran (1333-1579) di bawah pimpinan Sri Baduga Maharaja.
  10. Majapahit di bawah pimpinan Wijaya Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya (1293-1309), Hayam Wuruk (1350-1389), dan raja terakhir Prabu Girindrawardhana (1478-1528).

Puncak kegemilangan negara antarnusa itu tercapai pada masa Keprabuan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada (1350-1389). Pada masa itu seluruh wilayah Nusantara, yakni Semenanjung Melayu, Andalas, Jawa-Madura, Nusatenggara, Kalimantan, Maluku dan Irian semuanya di bawah kekuasaan pemerintah pusat, di bawah panji-panji Majapahit.

Pertumbuhan Bangsa dan Perkembangan Negaranegara Senusa dan Antarnusa

Perjalanan kebesaran Majapahit, bagaikan gelombang pasang, maka ada saat surutnya. Setelah Patih Gajah Mada meninggal (1364) tidak ada penggantinya yang perkasa. Timbul Perang Paregreg (perang saudara), bandar-bandar dan kerajaan-kerajaan daerah satu persatu mulai melepaskan diri, ekonomi melemah. Maka kejayaan dan kegemilangan Majapahit itu pun pudar dan akhirnya lenyap “sirna ilang kertaning bhumi”.

Pertumbuhan Bangsa dan Perkembangan Negaranegara Senusa dan Antarnusa

Di saat Majapahit menuju keruntuhannya, masuklah pengaruh Islam ke Nusantara melalui jalan dakwah dan hubungan niaga. Maka tersiarlah ajaran Islam dan pengaruh peradaban Islam ke seluruh Nusantara. Pada pusat-pusat pengaruh Islam muncul juga bentuk-bentuk kesultanan negara senusa.

Baca Juga :   Perjuangan Kemerdekaan dan Pergerakan Nasional Indonesia

Perhatikanlah nama-nama kesultanan berikut ini!

  1. Samudera Pasai (1297) di bawah pimpinan Sultan Malikul Saleh, Sultan Muhammad atau Malikul Thahir (sampai 1326).
  2. Malaka di bawah pimpinan Parameswara atau Sultan Iskandar Syah (1396-1414), Raja Ahmad (1414-1424), Mahmud Syah (1488-1511).
  3. Aceh di bawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah (1514- 1528), Sultan Iskandar Muda (1607-1636).
  4. Riau di bawah pimpinan Sultan Abduljalil Rahmat Syah (1717-1722).
  5. Demak (1500-1580) berturut-turut dipimpin Raden Patah, Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor), Trenggono, Ratu Kalinyamat, Joko Tingkir, dan Adiwijoyo.
  6. Pajang (1550-1580) dibawah pimpinan Sultan Adiwijoyo.
  7. Mataram pada awalnya dipimpin oleh Kyahi Gede Pemanahan atau Panembahan Senopati dengan gelar Senapati Ing Alaga Sayidina Panatagama (1575-1601), selanjutnya Sultan Agung Anyokrowati (R.M. Rangsang), dan Sultan Agung Anyokrokusumo.
  8. Banten dibawah pimpinan Fatahillah (1527) dan Sultan Hasanuddin (1550-1570). • Sunda Kelapa di bawah pimpinan Pangeran Jayakarta.
  9. Makasar dibawah pimpinan raja Gowa Karaeng Matowaya atau Sultan Alaudin (1603) dan Sultan Hasanuddin (sampai tahun 1660).
  10. Ternate (1521-1590) dibawah pim-pinan Sultan Tabariji, Sultan Hairun, dan Sultan Baabullah. • Banjar (Kalimantan Selatan) dibawah pimpinan Sultan Tahmid Illah, Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antarsari (1631).
  11. Melayu – Minangkabau dibawah pimpinan Adityawarman (1347- 1375) Raja Alam Alif (1600).
  12. Tanah Batak di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja I – XII (1870-1901).
  13. Gelgel (Bali) pada abad ke-16 di bawah pimpinan Dewa Agung, kemudian ditaklukkan oleh Karangasem, pindah ke Klungkung.

Setelah Majapahit sirna, maka muncullah raja-raja kecil yang masingmasing berdiri sendiri. Mereka saling bersaing menghadapi musuh bangsa asing. Maka kekuatan Nusantara tak dapat lagi diandalkan. Maka tibalah saatnya panggung sejarah dunia mementaskan drama perebutan kekuasaan tunggal (hegemony) di persada Nusantara.

Pertumbuhan Bangsa dan Perkembangan Negaranegara Senusa dan Antarnusa

Bangsa-bangsa asing yang saling berebut hegemoni itu adalah:

  1. Portugis
  2. Inggris
  3. Spanyol
  4. Prancis
  5. Belanda
  6. Jepang
Baca Juga :   Bagaimana Hubungan Antara Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here