Persebaran Wilayah Konservasi

Persebaran wilayah konservasi sebenarnya harus dilaksanakan secara merata di seluruh negara di dunia, baik di darat, laut, maupun udara.

A. Wilayah Konservasi di Dunia
Wilayah-wilayah konservasi yang telah didirikan di beberapa negara di dunia, yaitu:
  1. taman nasional yang didirikan di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia;
  2. pembatasan penangkapan ikan sardin di Kalifornia dan ikan salem di Atlantik;
  3. di Sri Lanka dibuat danau buatan yang disebut tanki berfungsi menampung curah hujan di musim hujan;
  4. di Iran yang beriklim sangat kering, terdapat sebuah sistem tandon air bawah tanah yang dibuat berabad-abad yang lalu;
  5. di Amerika Serikat dibangun tandon-tandon air kecil berjumlah lebih dari 1.000 tandon dalam 1 tahun;
  6. di Australia dibangun proyek sungai salju yang berfungsi memasok air untuk tenaga listrik;
  7. di Amerika Utara juga sedang dibangun proyek sungai salju yang sama dengan Australia.
B. Wilayah Konservasi di Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1967 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Kehutanan, bahwa “Hutan suaka alam mencakup kawasan hutan yang karena sifatnya khas diperuntukkan secara khusus dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata dan atau wisata baru dalam bentuk taman wisata baru.” Dalam undang-undang baru ini tidak hanya ekosistem hutan yang diperhatikan, tetapi semua ekosistemnya termasuk lautan. Khusus untuk konservasi sumber daya alam hayati, dibentuklah wilayah-wilayah:
  1. cagar alam, yaitu suaka alam yang dilindungi agar perkembangannya terjadi secara alami karena mempunyai kekhasan tumbuhan, hewannya atau satwa, dan ekosistemnya;
  2. suaka margasatwa, yaitu suaka alam yang ditujukan terhadap satwanya yang mempunyai ciri khas, berupa keunikan jenis dan keanekaragamannya;
  3. taman nasional, yaitu wilayah pelestarian alam yang ekosistemnya masih asli dan dikelola untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, dan pariwisata;
  4. taman hutan raya, yaitu wilayah pelestarian alam terhadap tumbuhan dan satwa yang asli atau alami maupun buatan, guna kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pariwisata, dan budaya.
Telah dijelaskan di depan bahwa pengertian pelestarian alam dalam konsep yang baru adalah perlindungan. Bukan hanya terhadap alam saja, tetapi terhadap semua makhluk dan faktor lingkungannya. Usaha pelestarian alam harus ditekankan pada pelestarian sistem kehidupan secara menyeluruh atau ekosistem.
Usaha pelestarian alam tersebut, dengan cara mendirikan suaka alam. Saat ini, suaka alam dan suaka margasatwa sudah banyak didirikan di Indo- nesia. Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang masalah suaka alam adalah sebagai berikut:
1) Kriteria yang dipakai dalam pendirian suaka alam, yaitu ditekankan pada keunikan suatu daerah ditinjau dari segi:
  • botani (tumbuh-tumbuhannya),
  • zoologi (hewannya),
  • geologi (tanah atau batuannya),
  • keindahan alam.
2) Usaha perlindungan alam ditekankan pada:
  • perlindungan jenis-jenis yang hampir punah,
  • kegunaan, dan
  • nilai ilmiah.
3) Pembangunan harus memenuhi kriteria:
  • memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dan lingkungan;
  • mendorong peningkatan nilai-nilai ilmiah, kebudayaan, dan pendidikan;
  • kepentingan ekonomi (selama tidak bertentangan dengan tujuan pengamatan).
4) Cagar biosfer
Tujuan pendirian cagar biosfer adalah:
  • melestarikan keanekaragaman komunitas hayati (hewan dan tumbuh-tumbuhan);
  • menyediakan daerah untuk penelitian ekologi dan lingkungan;
  • menyediakan prasarana dan sarana untuk pendidikan dan latihan.
Vegetasi juga memerlukan perlindungan. Yang termasuk vegetasi antara lain:
  • vegetasi pantai pasir, hutan pantai, hutan payau,
  • vegetasi rawa dan hutan rawa air tawar,
  • vegetasi hutan gambut,
  • vegetasi hutan kerangas (heath forest),
  • vegetasi hutan meranti tanah rendah,
  • vegetasi hutan musim,
  • vegetasi hutan pegunungan.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>