Penjelasan 3 Unsur Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup terdiri dari beberapa unsur yang saling menopang satu sama lain. Lingkungan hidup sangat penting untuk kelangsungan beragam spesies yang hidup dengan menggantungkan masa depan pada kelestarian lingkungan hidup. Berikut dijelaskan unsur-unsur yang ada di lingkungan hidup.

1. Unsur Fisik

Unsur fisik yang terdapat dalam lingkungan hidup terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari, senyawa kimia dan sebagainya. Fungsi dari unsur fisik dalam lingkungan hidup adalah sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Sebagai contoh, air diperlukan oleh semua makhluk hidup untuk mengalirkan zat-zat makanan, dan matahari merupakan energi utama untuk bergerak atau berubah. Jika unsur ini tidak ada, maka semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini akan terhenti. Jadi makhluk hidup sangat tergantung dari keberadaan unsur fisik tersebut.
Tanah merupakan unsur fisik lingkungan yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Hubungan makhluk hidup dengan tanah sangatlah erat, karena mereka berasal dan hidup dari dan di atas tanah. Kelangsungan hidup manusia di antaranya tergantung dari tanah dan sebaliknya tanah pun memerlukan perlindungan manusia untuk keberlanjutannya sebagai tanah yang memiliki fungsi. Jenis tanah berbeda-beda tergantung tempat di mana tanah itu berada. Tanah-tanah di daerah tropik tentu saja berbeda dengan tanah yang berada di daerah sub tropis atau kutub. Lapisan tanah teratas pada suatu penampang tanah biasanya mengandung banyak organik dan berwarna gelap karena akumulasi bahan organik.
Lapisan tersebut merupakan lapisan utama. Lapisan berikutnya dikenal sebagai lapisan bawah yang juga dipengaruhi oleh iklim tetapi tidak seintensif yang dialami lapisan utama dan mengandung sedikit bahan organik. Pengolahan, pengapuran dan pemupukan merupakan tindakan-tindakan tehadap lapisan utama.
Air merupakan sumber penghidupan bagi manusia. Secara alamiah sumber-sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan mempunyai daya regenerasi yaitu selalu dalam sirkulasi dan lahir kembali mengikuti daur hidrologi.
Air selalu berada dalam daur hidrologi, sehingga jumlahnya relatif tetap. Air hujan yang turun ke bumi, sebagian meresap ke dalam tanah ada yang dihisap oleh akar tumbuh-tumbuhan dan ada pula yang melalui tanah dan batuan bergabung menjadi satu dengan air tanah.
Air permukaan dan air yang ada pada makhluk hidup menguap menjadi awan, yang apabila terkena dingin akan mengembun dan turun sebagai hujan. Air di permukaan bumi kurang lebih sebanyak 1.360.000.000 km3 terdiri atas air asin sebanyak 1.322.600.000 (97,25%) dan tawar sebanyak 37.400.000 km3 (2,75%). Air asin tersebar di lautan dan air tawar tersebar sebagai air atmosfer (0,035%, air permukaan (1%), air tanah (23,97%), dan salju/es (75%).
Kebutuhan manusia akan air menjadi sangat berarti jika dihubungkan dengan:
  • (1) pertambahan penduduk,
  • (2) kebutuhan pangan,
  • (3) peningkatan industrialisasi, dan
  • (4) perlindungan ekosistem terhadap teknologi.
Umumnya air digunakan manusia untuk keperluan domestik, pertanian, industri, perikanan, pembangkit listrik tenaga air, navigasi, dan rekreasi.
Udara merupakan sumber kehidupan yang utama bagi semua makhluk hidup tentunya kita sudah mengetahuinya. Namun, tahukah nilai guna yang lain dari udara? Sekarang kita diskusikan bersama-sama, jika kita bepergian dari Balikpapan menuju Denpasar selain melalui laut melalui apakah? Jika kita melakukan percakapan jarak jauh dengan telepon, mendengarkan lagu melalui radio dan menonton sinetron melalui TV, melalui apakah gelombang suara dan gambar tersebut dirambatkan? Bumi kita terbungkus oleh gas yang secara keseluruhan di sebut atmosfer. Atmosfer terdiri atas berbagai macam gas, antara lain nitrogen, oksigen, karbondioksida, uap air, dan lain-lain. Nitrogen dan oksigen menempati hampir 99% dari seluruh gas yang ada. Tebal atmosfer sekitar 90 km yang tersusun dari lapisan-lapisan troposfer, stratofer, meosfer, dan termosfer. Untuk lebih jelas dapat kita simak gambar berikut.

2. Unsur Hayati

Unsur hayati dalam lingkungan hidup ini terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi, mulai dari tingkatan rendah sampai ke tingkat tinggi, dari bentuk yang paling kecil hingga yang paling besar. Sebagai contohnya adalah manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Unsur hayati inilah yang saling berhubungan sehingga membentuk jalinan mulai dari yang sederhana hingga ke yang sangat rumit.
Dalam organisasi makhluk hidup, unsur hayati memiliki tingkatan, yaitu:
  • a. Protoplasma; merupakan zat hidup dalam sel dan terdiri atas senyawa organik yang kompleks, contohnya adalah lemak dan protein.
  • b. Sel; merupakan satuan dasar organisme dan terdiri atas protoplasma dan inti yang terkandung dalam membran (pemisah).
  • c. Jaringan; merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama, contohnya adalah jaringan otot dan jaringan otak.
  • d. Organ; adalah bagian dari suatu organisme yang mempunyai fungsi tertentu, misalnya pada manusia dan hewan adalah kaki, tangan, mata, dan telinga, sedangkan pada tumbuhan contohnya adalah daun, akar, bunga, dan buah.
  • e. Sistem organ; adalah kerjasama antara struktural dan fungsional yang harmonis, contohnya antara lain kerjasama antara mata dan telinga, mata dan tangan, telinga dan tangan, dan sebagainya.
  • f. Organisma; adalah suatu benda hidup, jasad hidup atau mahkluk hidup contohnya adalah manusia, binatang, dan tumbuhan.
  • g. Populasi; merupakan kelompok organisma yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu, contohnya populasi manusia, populasi badak dan populasi komodo.
  • h. Komunitas; merupakan kumpulan dari bebrbagai jenis yang menempati suatu daerah tertentu.
Dalam jaringan makanan, unsur hayati memiliki tingkatan mulai dari produsen sampai dengan konsumen tingkat tinggi sebagaimana yang terurai dalam susunan ekosistem, berikut ini
  • a. Produsen, merupakan organisma autotrofik yang mengolah makanan sendiri melalui tumbuhan berkhlorofil (butiran hijau) dengan bantuan sinar matahari dan bahan anorganik. Kelompok produsen ini adalah tumbuh-tumbuhan .
  • b. Konsumen, merupakan organisma yang tidak dapat mengolah makanan sendiri melainkan tergantung kepada organisma lainnya. Konsumen tingkat pertama adalah organisma pemakan tumbuhan. Kemudian, konsumen tingkat selanjutnya adalah organisma yang memangsa organisma lainnya sebagai predator dan seterusnya sampai dengan tingkat tertinggi.
  • c. Pengurai, adalah organisma yang hidup dengan cara menguraikan bahan organik yang berasal dari jasad organisma mati. Contohnya adalah bakteri dan jamur.

3. Unsur Budaya

Di samping lingkungan fisik alamiah, manusia memiliki lingkungan lain sebagai corak pelengkap yang disebut sebagai lingkungan budaya. Lingkungan budaya merupakan abstraksi yang berwujud nilai, norma, gagasan, dan konsep dalam memahami dan menginterpretsikan lingkungan. Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia disebut sebagai makhluk yang bebas lingkungan, karena secara kodrati kondisi fisikal manusia tidak dapat beradaptasi dengan segera dan memanfaatkan lingkungan secara langsung dan pasti berdasarkan kebutuhan manusia.
Unsur budaya dalam lingkungan hidup adalah sitem nilai, gagasan, keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial (masyarakat). Unsur budaya ini dikembangkan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokok dan mempermudah hidup. Sebagai contoh, untuk melawan dinginnya udara, maka manusia menciptakan baju untuk melapisi badan dan sumber penghangat lainnya. Selain itu, untuk mempercepat produksi maka diciptakan mesin. Unsur budaya dalam lingkungan hidup merupakan faktor yang dapat menentukan keseimbangan tatanan lingkungan di mana manusia merupakan pemegang kendali.
Lingkungan yang telah mendapat dominasi dari intervensi manusia biasa dikenal dengan lingkungan binaan dan lingkungan budaya (bentang budaya). Kehadiran lingkungan budaya ini dapat menjadi potensi ganggunan bagi keseimbangan, keselarasan dan kelestarian yang semula terdapat dalam lingkungan alam. Dalam membangun lingkungan, manusia selalu berorientasi pada kebutuhan dan kepentingannya. Kebutuhan manusia secara alamiah terdapat pada lingkungan. Kebutuhan tersebut biasanya bertingkat-tingkat seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Sementara itu, menurut Maslow (1970(, kebutuhan manusia bertingkat bertingkat secara hierarkis mulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan sampai pada kebutuhan aktualisasi diri.
Segala bentuk dan ragam serta hierarkis kebutuhan manusia tersedia dan dapat disediakan pada lingkungan, baik melalui sumberdaya alam maupun penyediaan sarana dan prasarana melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sugiharsono, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Sosial: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
]]>