Home GeografiInderaja dan SIG Penginderaan Jauh Untuk Tata Guna Lahan

Penginderaan Jauh Untuk Tata Guna Lahan

by geografi
0 comment

 
 
Penginderaan jauh merupakan suatu ilmu yang dipakai untuk mendapat isu mengenai permukaan bumi menyerupai lahan dan air dari gambaran yang diperoleh dari jarak jauh dengan memakai sensor.
 
Data yang dipakai dalam penginderaan jauh sanggup berbentuk hasil dari variasi daya gelombang suara dan atau energi elektromagnetik. Sebagai pola grafimeter memperoleh data dari variasi daya tarik bumi (gravitasi), sonar pada sistem navigasi memperoleh data dari gelombang suara dan maka kita memperoleh data dari energi elektromagnetik. Data yang diperoleh itu dikelola dan akan dipakai untuk kepentingan tertentu.
Salah satu pemanfaatan penginderaan jauh tersebut yaitu Sistem Informasi Geografi.  Citra yang diperoleh melalui penginderaan jauh merupakan data dasar atau input yang selanjutnya diolah dan disajikan oleh Sistem Informasi Geografi. Posisi data dari gambaran Penginderaan Jauh sanggup dikoreksi kembali dalam Sistem Informasi Geografi. Dengan demikian, integrasi antara data Penginderaan Jauh dengan Sistem Informasi Geografi akan memperoleh isu yang optimal sebagai data pemanfaatan wilayah.
Sementara itu, penggunaan lahan merupakan acara insan pada dan dalam kaitannya dengan lahan, yang biasanya tidak secara pribadi tampak dari citra. Penggunaan lahan tidak mempunyai satu definisi yang benar – benar sempurna di dalam keseluruhan konteks yang berbeda. Sedangkan epilog lahan merupakan gambaran kostruksi vegetasi dan buatan yang menutup permukaan lahan. Konstruksi tersebut merupakan konstruksi yang tampak dari sebuah gambaran penginderaan jauh.
Pemetaan penggunaan lahan dan epilog lahan sangat berafiliasi dengan studi vegetasi, tanaman pertanian dan tanah dari biosfer. Karena data penggunaan lahan dan epilog lahan sangatlah penting untuk sebuah perencanaan. Lahan merupakan material dasar dari suatu lingkungan, yang diartikan berkaitan dengan sejumlah karakteristik alami yaitu iklim, geologi, tanah, toporafi, hidrologi dan biologi.
Manfaat Penginderaan Jauh di Bidang Penggunaan Lahan
a. Pemetaan Penggunaan Lahan
Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh acara insan sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya. Penggunaan lahan yang sesuai memperoleh hasil yang baik, tetapi lambat laun hasil yang diperoleh akan menurun sejalan dengan menurunnya potensi dan daya dukung lahan tersebut. Integrasi teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam penyusunan isyarat fungsi penggunaan lahan.Dasar penggunaan lahan sanggup dikembangkan untuk banyak sekali kepentingan penelitian, perencanaan, dan pengembangan wilayah.Contohnya penggunaan lahan untuk perjuangan pertanian atau budidaya permukiman.
b.   Penentuan Arahan Lahan
Penentuan batas-batas keserasian sumberdaya air merupakan salah satu aspek utama dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai materi pertimbangan penyusunan konsep tata ruang kawasan.Ketetapan penataan tata ruang didasarkan pada tiga faktor yaitu lereng lapangan, jenis tanah berdasarkan kepekaannya terhadap abrasi dan intensitas hujan harian wilayah yang bersangkutan.Masing-masing faktor ditampilkan dalam tiap-tiap unit lahan untuk mendapat angka skor yang secara makro dipergunakan untuk menetapkan isyarat penggunaan lahan sebagai daerah lindung, daerah penyangga, daerah budidaya atau daerah pemukiman.Aplikasi GIS sanggup menyajikan Peta Arahan Penggunaan Lahan yang dibentuk dari komposit Peta Kelerengan, Peta Jenis Tanah dan Peta Curah Hujan. Dari ketiga peta ini dipilih masing-masing data atributnya yang akan dipakai sebagai dasar dalam menciptakan peta gres (Peta Arahan).
c.    Penggunaan Lahan Pertanian
Dalam perjuangan memelihara konsistensi penggunaan lahan sebagai areal pertanian maka diharapkan suatu sistem monitoring yang bisa mengamati, menganalisa, menyajikan serta menciptakan model-model keputusan sehingga aktifitas pertanian yang berkelanjutan tetap terjaga. Teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu teknologi pendekatan terintegrasi yang sanggup memodelkan masalah-masalah pertanian kaitannya dengan perjuangan menjaga konsistensi penggunaan lahan (monitoring), perlindungan stabilitas lingkungan (analisis degradasi lahan dan identifikasi sumber air) dan analisa keruangan (basis data spasial).
d.   Penggunaan Lahan Kehutanan
Bidang kehutanan berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi, dan pengawasan kebakaran. Kondisi fisik hutan sangat rentan terhadap ancaman kebakaran maka penggunaan gambaran inframerah akan sangat membantu dalam penyediaan data dan isu dalam rangka monitoring perubahan temperatur secara kontinu dengan aspek geografis yang cukup memadai sehingga implementasi di lapangan sanggup dilakukan dengan sangat gampang dan cepat.
e.    Penggunaan Lahan  Perkebunan
Manfaat dari memakai RS dan teknologi GIS tergantung pada tingkat keberhasilan penerapannya untuk menuntaskan dilema spasial.Secara umum, manfaat ini sanggup dibagi menjadi empat kategori menyerupai efisiensi ilmiah, teknologi, metodologi, dan ekonomi. Efisiensi ilmiah penginderaan jauh data juga termasuk memperoleh fakta-fakta gres untuk menguatkan dan penjelasan sebelumnya dikenal kuantitatif, data kualitatif yang dipelajari. Teknologi efisiensi berarti peningkatan produktivitas kerja (terutama lapangan pekerjaan yang paling mahal), menciptakan norma-norma untuk lapangan dan mempercepat proses pemetaan kebun, mengurangi volume lapangan, memperpendek waktu yang diharapkan untuk survei dan mengurangi jumlah karyawan yang terlibat monitoring kebun. Berdasarkan manfaat dan aplikasi remote sensing dan GIS, sektor perkebunana telah mengadopsi pendekatan ini untuk mempelajari kerugian yang disebabkan faktor lingkungan lantaran banyak sekali alasan.Meskipun kebun menderita banyak sekali kerugian penyebab utama yaitu kerusakan berat akhir serangan Helopeltis.Jadi dalam proyek ini inisiatif telah dilakukan untuk mempelajari kesehatan tanaman perkebunan memakai analisis tekstur dan bagaimana kesehatan tenaman.
Dari interpretasi gambaran satelit tersebut, sanggup diketahui banyak sekali jenis penggunaan lahan di Kecamatan Pedurungan. Penggunaan lahan paling besar yaitu untuk pemukiman. Penyebaran wilayah pemukiman terjadi pada Kecamatan Pedurungan sebelah barat, dan wilayah sebelah timur banyak di gunakan sebagai daerah industri, sawah, dan perkebunan, serta sebelah utara banyak ditumbuhi pepohonan. Luasnya areal pemukiman dikarenakan di Kecamatan Pedurungan terdapat areal pemukiman sehingga mempunyai tingkat hunian yang tinggi. Selain itu, lantaran merupakan salah satu pecahan dari wilayah perkotaan, Kecamatan Pedurungan tentu saja mempunyai tingkat aksesibilitas dan konektivitas yang baik, sehingga menarik minat untuk dijadikan wilayah pemukiman. Penggunaan lahan untuk pemukiman ini diproyeksikan semakin meningkat lantaran sektor industri yang semakin berkembang.
Sementara itu, sektor industri sanggup berkembang lantaran Kecamatan Pedurungan mempunyai aksesibilitas dan konektivitas yang baik sehingga memudahkan mobilitas barang dan jasa. Meskipun penggunaan lahan untuk industri tidak terlalu luas, namun sanggup memperlihatkan pengaruh yang besar, terutama dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Pedurungan. Adanya penggunaan lahan untuk persawahan lebih disebabkan oleh adanya fatwa sungai, sehingga memudahkan untuk sistem pengairan. Meskipun sangat potensial dan produktif untuk sektor ini, namun areal persawahan tidaklah luas lantaran tergusur oleh ekspansi lahan untuk pemukiman dan industri. Demikian halnya dengan perkebunan, juga semakin tergusur lantaran ekspansi lahan untuk pemukiman dan industri, meskipun bekerjsama lahan ini bisa untuk produktif. Sedangkan adanya pepohonan/ hutan merupakan salah satu bentuk pengelolan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini dikarenakan Kecamatan Pedurungan masih termasuk Kota Semarang, sehingga adanya pepohonan merupakan kebutuhan untuk kegiatan rekreasi masyarakat setempat maupun untuk stabilitas iklim mikro wilayah tersebut.
Pola penggunaan lahan di atas muka bumi mencerminkan tingkat dan orientasi kehidupan masyarakat di wilayah itu. Akan banyak sekali kebutuhan akan lahan di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Yang rencannya kedepannya menjadi ekspansi daerah perekonomian Kota Semarang dan akan banyak sekali perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pedurungan. Perubahan penggunaan lahan selain pengaruh dari ekspansi daerah perekonomian Kota Semarang juga lantaran perkembangan penduduk yang semakin bertambah. Penambahan bangunan perekonomian, pemukiman, sarana dan prasarana penunjang sangat diperlukan. Namun pembangunan tersebut harus tetap memikirkan pengaruh lingkungan dari setiap perubahan penggunaan lahan.
]]>

Baca Juga :   Pemanfaatan Citra dan Foto Udara

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment