Pengertian Tenaga Tektonis dan Penjelasannya Jenis-jenisnya

Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabakan terjadinya perubahan lapisan pwermukaan bumi secara mendatar atau vertical , baik yang mengakibatkan putusnya hubunhan batuan maupun tidal . Gerakan tektonis di bedakan menjadi 2 yaitu tektonis epirogenesa dan tektonis orogenesa .

1) Tektonis Epirogenesa
Tektonis epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang di sebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertical , baik keatas maupun kebawah meliputi wilayah yang luas . Gerakan tektonis epirogenesa ada 2 macam , yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negative .
a) Epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah kebawah menyebabkan daratan mengalami penurunan dan seolah – olah permukaan menjadi naik . Penyebab gerakan itu adalah adanya tambahan beban , misalnya adanya sedimen yang sangat tebal di suatu lembah yang sangat luas di kulit bumi ( geosinklinal )atau karena tertutup glacial yang tebal . contohnya dalah pada periode Pleistosen saat terjadi zaman es yang meluas kearah ekuator dan menyebabkan beberapa daerah mengalami penurunan . Karena ujung selatan Lousiana di muara Mississipi mengalami proses pengendapan sangat cepat , akibat daerah gosinklinal di Indonesia tertutup endapan sampai ribuan kilometer .
b) Epirogenesa negative adalah gerakan dengan arah keatas menyebabkan naiknya perubahan naiknya dartan dan seolah – olah permukaan laut menjadi turun . Penyebab gerakan itu adalah beban lapisan kerak bumi , misalnya lapisan es yang mencair . Contohnya adalah pantai Stockholm yang naik rata- rata I km setiap 1000 than. Banyak pula plato yang terbentk karena pengangkatan dataran rendah secara perlahan – lahan , misalnya Plato Colorado mengalami pengangkatan sekitar 1000 m sejak 50 jt tahun yang lalu .
2) Tekonis Orogenesa
Tektonis orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat meliputi wilayah yamg sempit .Tektonis orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua, tabarakan besar bawah benua dengan lempeng samudra , tabrakan sesar bawah benua dengan lempeng samudra , perekahan kontinen , atau pergeseran punggung samudra dengan benua . Tektonis orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan ( warping ) , lipatan ( folding ), patah ( faulting ) , dan retakan ( jointing ) serta adanya penerobosan batuan beku dan pembentukan batuan malihan . Salah satu contoh hasol tektonis otogenesa adalah dertan pegunungan mediterania yang memanjang dari pegunungan Atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia .
clip_image007
Gambar 1.5 Plato Colorado di Amerika Serikat
Sumber: Jendela IPTEK bumi, 2000
a) Lipatan ( fault )
Struktur batuan akan mengelami pelipatan jika terkena suatu tekanan yang lemah tetapi berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama. Besarnya tekanan masih di bawah titik patah batuan sehingga dap[at di tahan olaeh sifat plastis batuan .
Bagian puncak lipatan di sebut antiklinal , sedangkan bagian lembah di sebut sinklinal . Daerah pegunungan lipatan besra biasanya di hasilkan oleh tekanan horizontal dari arah yang belawanan yang puncaknya masih mengalami pelipatan kecil – kecil demikian juga bagian lembahnya .
Berdasarkan sumbu lipatan , terdapat 4 tipe lipatan yang umum yaitu lipatan gerak ,lipatan miring , lipatan menggantung , dan lipatan rebah .
b) Patahan ( fold )
Stuktur batuan mengalami patahan jika terjadi tekanan yang kuat melampaui titik patah batuan ,dan berlangsung sangat cepat . Batuan tidal hanya retak – retak tetapi dapat terpisah . Daerah sepanjang patahan biasanya merupakan pusat gempa karena selalu mengalami pergeseran .
Terdapat 3 jenis patahan yang khas akibat gerakan lempeng :
1. Normal fault , yaitu patahan yang arah lempeng batuannya turun mengikuti arah gaya berat .
2. Reserve Fault , yaitu patahan yang arah lempeng batuannya naik berlawanan arah dengan gaya berat .
3. Strike Slip Fault , yaitu patahan yang arah lempeng batuannya horizontal dan berlawanan .
clip_image011
Gambar 1.6 Tipe pelipatan yang umum.
Sumber : Physical Geology, 2001
Berbagai tipe patahan tersebut dapat menghasilkan bentuk permukaan bumi , yaitu sebagai berikut :
1. Graben atau Slenk ( tanah turun ) , yaitu suatu depresi yang terbentuk antara 2 patahan sehingga blok batuan yang berada di kedua tengah patahan mengalami penurunan
2. Horst ( tanah naik ) , yaitu jika bagian di antara dua patahan mengalami pengangkatan lebih tinggi dari daerah sekitarnya
3. Fault Scrap ,yaitu dinding terjal ( cliff ) yang di hasilkan oleh patahan dengan salah satu blok bergeser keatas menjadi lebih tinggi . Sering kali fault scrap tidal tampak lagi karena sudah mengalami erosi
c) Retakan ( joint )
Struktur retakan terjadi karena pengaruh gaya regangan sehingga batuan retak – retak tetapi masih bersambung . Retakan biasanya terjadi pada batuan yang rapuh didaerah puncak antiklinal dan di kenal dengan nama tectonic joint.
d) Pelengkungan ( warping )
Gerakan vertical yang tidal merata pada suatu daerah , khususnya yang berbatuan sedimen akan menghasilakan perubahan struktur lapisan yang semula horizontal menjadi melengkung . Jika melengkug ke atas akan menjadi kubah ( dome ) , sedangkan jika melengkung ke bawah membentuk cekungan ( basin ).
]]>