Pengertian Rawa dan Pemanfaatannya

Rawa atau paya-paya adalah daerah di sekitar muara sungai yang cukup luas, merupakan wilayah lumpur dengan kadar air relatif tinggi. Kawasan rawa banyak kita jumpai di pantai Timur Sumatra, sekitar dataran rendah Kalimantan, dan pantai selatan Papua.

1. Rawa yang Airnya Selalu Tergenang
Rawa-rawa yang airnya selalu tergenang ditandai dengan tanah dan air di sekitar wilayah tersebut sangat asam dan berwarna kemerah-merahan akibat reaksi oksida besi. pH tanahnya berkisar antara 4–4,5.
Kondisi tanah yang terlalu asam ini sangat menyulitkan makhluk hidup (hewan dan tetumbuhan) dapat bertahan di wilayah ini. Oleh karena itu, rawa yang airnya selalu tergenang sulit untuk dimanfaatkan oleh manusia.
2. Rawa yang Airnya Tidak Selalu Tergenang
Jenis rawa ini memperoleh pergantian air tawar yang berasal dari limpahan air sungai saat terjadi pasang naik laut. Proses pergantian air yang senantiasa berlangsung mengakibatkan kondisi air di wilayah rawa tidak terlalu asam sehingga beberapa jenis hewan dan tanaman mampu hidup dan beradaptasi dengan wilayah ini. Jenis flora khas yang tumbuh di wilayah rawa antara lain manggrove, nipah, dan rumbia. Penduduk yang tinggal di sekitar kawasan pantai biasa memanfaatkan wilayah rawa yang airnya tidak terlalu asam dengan budidaya sawah pasang surut
sumber : Utoyo, Bambang. 2009. Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta. PT. Bumi Aksara
]]>