Pengertian Peta, 8 Syarat Peta dan 8 Unsur Peta

1. Pengertian Peta

Peta merupakan gambaran konvesional permukaan bumi pada bidang datar yang dilakuakn secara selektif dengan menggunakan skala dan simbol-simbol tertentu.
2. Syarat – Syarat Peta
Sebuah peta yang abik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • a) Jelas. Peta yang abik harus menggambarkan denga jelas daerah atatu objek yang dipetakan. Juga mengenai simbol, tata warna laterin, dan sebagainya sehungga para pengguna peta akan lebih mudah dalam memanfaatkan peta tersebut.
  • b) Rapi dan Indah. Peta yang baik harus kelihatan rapid an indah, jangan sampai kelihatan acak-acakan. Unsur kartografi harus ada di dalam sebuah peta sehingga akan kelihatan menarik dan tidak membosankan.
  • c) Teliti dan sistematik. Sebuah peta yang baik harus disajikan denagn teliti dan sistemats. Terutama mengenai letak, nama-nama tempat, dan sebagainya lebih-lebih peta khusus yang bersifat kuantitatif harus teliti dan sistematis.
  • d) Data-Data Lengkap. Data yang ada di dalam sebuah peta harus lengakap, sesuai dengan isi dan judul petanya sehingga akan lebih bermanfaat bagi penggunanya.
  • e) Unsur- Unsur Peta Lengkap. Unsur-unsur peta meliputi judul, orientasi, skala, dan sebagainya harus terdapatdala sebuah peta. Secara lebih terperinci unsur-unsur peta akan dibahas dalam pembahasan berikutnya.
  • f) Ekuidistan. Jarak di peta dengan menggunakan skala harus menggambarkan jarak yang sebenarnya dipermukaan bumi. Sehingga kita akan tahu jarak-jarak antarkota dengan benar. Contoh : jarak kota Solo – Semarang 100 km (10.000.00 cm) dan peta tersebut skalanya dibuat 1 : 2.000.000, maka jarak kedua kota pada peta tersebut harus 5 cm (diperoleh dari 10.000.000 : 2.000.000)
  • g) Ekuivalen. Luas peta dengan menggunakan skala harus sama dengan luas sebenarnya daerah di muka bumi yang dipetakan.
  • h) Konform. Bentuk peta harus sama dengan bentuk sebenarnya daerah yang dipetakan.
3. Unsur – Unsur Peta
a. Judul peta
Judul peta menggambarkan isi, jenis, dan daerah yang dipetakan. Judul peta hendajnya dinyatakan dengan singkat, padat, dan jelas tterutama judul-judul peta tematik harus jelas, daerah mana yang dipetaka, dan tentang apa serta kapan waktunya.
Contoh: Peta Kepadatan Penduduk Jawa Tengah Tahun 2004
Dari judul diatas tampak jelas bahwa daerah yang digambaran adalah Jawa Tengah yaitu tentang kepadatan penduduk , dan waktunya tahun 2004.
b. Skala
Skala merupakan perbandingan jarak di peta dengan jarak yang sebenarnya dipermukaaan bumi.
Contoh: skala peta 1 : 3.000.000, artinya setiap 1 cm jarak di peta menggambarkan jarak sebenarnya 3.000.000 cm atau 30 km dipermukaan bumi.
Secara umum skala dapat dibedakan menjadi 3 macam:
1) Skala numerik. Skala numerik merupakan skala yang dinyatakan dengan angka pecahan.
Contoh skala : 1 : 5.000.000
2) Skala Grafik. Skala grafik merupakan skala yang dinyatakan denagn garis atau grafik.
3) Skala Verbal. Skala verbal merupakan skala yang dinyatakan dengan kalimat.
Contoh : Satu sentimeter yang dinyatakan dengan kalimat. Contoh : Satu sentimeter sama dengan lima kilometer.
c.  Legenda
Legenda merupakan keterangan simbol-simbol yang ada dalam peta. Semua simbol yang ada di dalam peta, baik itu simbol titik, garis, area maupun warna diterangkan dalam legenda. Legenda biasanya diletakkan dibagian bawah, bisa bawah sebelah kiri, atau sebelah kanan, atau bagian atas yang tergantung bagian mana dari peta tersebut yang kosong, disitulah biasanya legenda diletakkan.
d. Tahun Pembuatan peta
Angka tahun yang ada di dalam sebuah peta menunjukkan kapan peta itu dibuat. Tahun pembuatan peta sangat penting dicantumkan karena walaupun objek atau daerah yang digambarkan sama, tetapi kalau tahunnya berbeda maka hasil petanya juga akan berbeda karena data-data nyapun juga sudah berbeda.
Maka bagi pengguna peta hendaknya dianjurkan selalu menggunakan peta terbaru.
e. Simbol
Simbol merupakan sebuah tanda atau lambing konvensional yang menggambarkan keadaan objek yang sebenarnya di permukaan bumi.
Secara umum simbol dapat dibedakan menjadi empat macam,. Yaitu sebagai berikut:
1) – Simbol titik
Simbol titik dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut:
  • Simbol geometrik, yaitu simbol yang menggambarkan bangunan matematika
  • Simbol gambar, yaitu simbol yang berupa gambar gambar dan biasanya disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya.
  • Simbol huruf, yaitu menggunakan objek aatau kenampakan yang disimbolkan denagn huruf.
2) – Simbol Garis
Yaitu menggambarkan objek atau kenampakan
3) – Simbol Area atau Wilayah
Menggambarkan objek atau kenampakan dengan suatu atau area luasan.
4) – Simbol Warna
Suatu bentang alam atau kenampakan yang dilambangkan dengan warna.
clip_image005
f. Garis Koordinat
Garis koordinat terdiri atas garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis mendatar dari kiri ke kanan yang ada di dalam sebuah peta. Garis bujur yaitu garis yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan atau garis dari atas ke bawah yang ada pada sebuah peta.
g. Petunjuk Arah atau Orientasi
clip_image007
Agar kita mengerti arah dengan benar, maka di dalam peta yang pasri dicantumkan orientasi atau petunjuk arah peta. Kebanyakan petaIndonesia berorientasi utara.
]]>