Pengertian Panas Bumi dan Pengolahannya

Tenaga panas bumi dihasilkan oleh tenaga uap yang keluar dengan tekanan tinggi dari dalam bumi. Tenaga tersebut kemudian digunakan untuk menggerakan dan memutar turbin yang menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah yang besar. Tenaga panas bumi dihasilkan karena adanya sumber panas (magma yang menyusup dekat dengan permukaan bumi). Setelah itu, terjadi kontak dan berdekatan dengan sumber air tanah yang berasal dari hasil resapan sehingga air tanah mendidih dan keluar tenaga uap yang cukup besar.

Tenaga panas bumi akan menurun bahkan habis jika batuan pemanasnya sudah habis atau sumber air tanahnya terhenti. Oleh karena itu, tenaga panas bumi tergolong pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Tenaga panas bumi merupakan sumber energi yang cukup penting untuk menghasilkan tenaga listrik. Tenaga panas bumi merupakan tenaga yang tidak menghasilkan limbah. Potensi panas bumi di Indonesia diperkirakan sekitar 8.000–10.000 Mega Watt (MW). Cadangan tersebut lebih dari 50% (sekitar 5.500 MW) terdapat di Pulau Jawa dan Bali, sekitar 14 % (1.400 MW) terdapat di Pulau Sulawesi, sekitar 11% (1.100 MW) terdapat di Pulau Sumatra, serta sisanya terdapat di wilayah Nusa Tenggara dan Papua.
Tenaga panas bumi pertama di Indonesia dihasilkan dari sumber panas bumi Kamojang (Jawa Barat) sejak 1988. Di tempat ini dipasang stasiun tenaga panas bumi berkekuatan 140 MW. Untuk melengkapi stasiun yang sudah ada, dipasang dua stasiun tenaga panas bumi berkekuatan 110 MW sehingga pada akhir 2000 sumber tenaga panas bumi di Kamojang memiliki kekuatan 250 MW. Sumber tenaga panas bumi lainnya yang sudah berproduksi adalah sumber tenaga panas bumi Gunung Salak dan Gunung Darajat (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah), Sarulla (Sumatra Barat), Gunung Sibayak (Sumatra Utara), dan Lahendong (Sulawesi Utara).
sumber :
Hartono. 2009. Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. CV. CITRA PRAYA
]]>