Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

A. Pengelolaan Sumber Daya Pertambangan

Pembangunan ekonomi yang mengolah kekayaan bumi Indonesia, seperti pertambangan harus senantiasa memperhatikan bahwa pengelolaan sumber daya di samping untuk memberi manfaat masa kini, dan menjamin kehidupan masa depan. Dengan demikian, tugas pokok sektor pertambangan adalah:
  1. melaksanakan pengelolaan sumber daya alam secara hemat dan optimal, serta sistem penambangan yang berwawasan lingkungan;
  2. pembangunan pertambangan diarahkan untuk menghasilkan bahan tambang sebagai bahan baku bagi industri dalam negeri;
  3. menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya;
  4. membawa manfaat bagi pengembangan wilayah, pembangunan daerah, dan peningkatan taraf hidup rakyat;
  5. memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan rakyat;
  6. meningkatkan penerimaan negara dan devisa;
  7. meningkatkan dan meratakan pembangunan ke seluruh wilayah;
  8. peningkatan ketahanan nasional dan kemampuan bangsa untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.
B. Pengelolaan Sumber Daya Tanah
Pengelolaan sumber daya tanah adalah dengan cara:
  1. menjaga erosi tanah dengan cara pembuatan sengkedan pada tanah miring;
  2. menjaga longsor tanah dengan cara penanaman tanaman keras berakar tunggal pada lereng-lereng;
  3. agar tanah tetap subur diusahakan tanaman bergilir, misalnya setelah tanam padi kemudian ditanam jagung atau palawija, demikian sebaliknya;
  4. agar tanah tidak kehabisan bahan hara, sebaiknya jangan diusahakan untuk tanaman satu jenis saja, misalnya tanah hanya ditanami jagung saja sehingga tanahnya makin kurus;
  5. sebaiknya digunakan pupuk kandang (kotoran hewan) dan pupuk organik (dari tumbuh-tumbuhan), misalnya daun kemlandingan (lamtoro gung) daripada pupuk kimia.
C. Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengelolaan sumber daya air, dilaksanakan sebagai berikut:
  1. menjaga sumber daya air jangan sampai tercemar oleh zat kimia, minyak, maupun limbah buangan pabrik dan rumah tangga;
  2. menjaga kelestarian hutan agar mata air tetap mengalir, terutama hutan- hutan di pinggir sungai maupun di daerah hulu;
  3. pembuatan sumur bor (artesis) harus diatur kedalamannya agar persediaan air dalam tanah tidak cepat habis;
  4. industri-industri yang banyak menggunakan air, sebelum limbahnya dibuang harus dibersihkan dulu agar zat-zat polutannya hilang;
  5. membuat tempat-tempat resapan air yang dapat menampung air sebagai persediaan musim kemarau;
  6. membuang zat kimia minyak pelumas tidak di sembarang tempat, sebab dapat mengotori air permukaan maupun air tanah.
D. Pengelolaan Sumber Daya Udara
Pengelolaan sumber daya udara, antara lain dengan cara:
  1. pabrik yang banyak mengeluarkan asap, sebaiknya memakai cerobong asap yang tinggi agar tidak mengotori udara di sekitar pabrik;
  2. mengadakan penghijauan di kota-kota, di pinggir jalan, ataupun pada tanah kosong agar udara dapat tersaring bersih;
  3. membakar sampah tidak di sembarang tempat (asap mengotori udara), kalau memungkinkan sampah organik diolah menjadi pupuk dan sampah plastik didaur ulang;
  4. membangun industri jauh dari lokasi permukiman penduduk karena dikhawatirkan polusi udara mempengaruhi kesehatan penduduk;
  5. mengendalikan kendaraan bermotor agar tidak terlalu padat sehingga mengakibatkan macet dan asap kendaraan bermotor semakin banyak (untuk mengurangi kepadatannya, dibuat jalan alternatif maupun jalan layang atau jalan bebas hambatan);
  6. mencari bahan bakar pengganti yang sedikit mengeluarkan asap untuk menghindari polusi udara dari bahan-bahan beracun.

Dari uraian di atas, diambil kesimpulan bahwa agar dapat dimanfaatkan sumber daya berkelanjutan terus-menerus dari generasi ke generasi, maka:
  1. penggunaannya jangan berlebihan, harus irit, dan tidak boros;
  2. dicarikan bahan bakar alternatif (pengganti minyak) karena minyak makin lama akan habis;
  3. diciptakan mesin berteknologi tinggi, tetapi penggunaan bahan bakarnya sedikit dan bebas dari polutan.
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dapat pula dengan melakukan daur ulang barang-barang bekas sehingga dapat dimanfaatkan lagi, misalnya:
  1. barang-barang bekas dari plastik dapat diolah menjadi ember, alat rumah tangga, dan sebagainya;
  2. koran bekas, buku bekas, karton dapat diolah kembali menjadi kertas (dihancurkan menjadi bubur kertas lalu diolah menjadi kertas);
  3. ban mobil dan motor dapat diolah kembali atau divulkanisir sehingga dapat dipakai lagi;
  4. besi rongsokan dan aluminium dapat diolah kembali menjadi besi dan aluminium;
  5. botol minuman bekas dapat diolah kembali menjadi botol daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>