Home EkonomiUang-Bank-Kebijakan Moneter Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Perekonomian

Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Perekonomian

by Ekonomi
0 comment
Pada umumnya tidaklah sulit untuk mengidentiÀkasi pengaruh dari kebijakan moneter terhadap perekonomian. Untuk memudahkan dalam memahaminya, dibagi menjadi dua bagian, yaitu kebijakan uang longgar dan kebijakan uang ketat.

a.    Kebijakan Uang Longgar (Easy Money Policy/EMP)

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, kebijakan uang longgar adalah kebijakan yang ditempuh pemerintah melalui Bank Sentral dalam menambah jumlah uang beredar atau menurunkan tingkat suku bunga. Kebijakan yang bersifat ekspansif berarti menambah jumlah uang beredar (penawaran uang) di masyarakat. Masyarakat dan perusahaan memiliki lebih banyak uang di kas atau di rekening bank. Banyaknya jumlah uang beredar akan memengaruhi tingkat suku bunga untuk cenderung turun.

Konsekuensinya, masyarakat (konsumen dan para investor) dapat meningkatkan kemampuan atau daya beli mereka terhadap sejumlah barang dan jasa yang diinginkan. Selain itu, dalam kondisi tingkat bunga rendah permintaan untuk berinvestasi pun meningkat. Investasi antara lain dilakukan dalam bentuk pembelian tanah, gedung untuk disewakan atau dengan menyimpan kekayaannya dalam bentuk surat berharga seperti obligasi dan saham perusahaan.

b.    Kebijakan Uang Ketat (Tight Money Policy/TMP)

Kebijakan uang ketat adalah salah satu bentuk kebijakan moneter yang dapat digunakan untuk memengaruhi perekonomian dengan mengurangi jumlah uang beredar atau menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan yang bersifat kontraktif akan mengurangi jumlah uang beredar ( penawaran uang) di masyarakat. Masyarakat dan perusahaan memiliki lebih sedikit uang di kas atau di rekening bank. Berkurangnya jumlah uang beredar akan memengaruhi tingkat suku bunga cenderung naik.
Konsekuensinya, masyarakat (konsumen dan para investor) tidak dapat meningkatkan kemampuan atau daya beli terhadap sejumlah barang dan jasa yang diinginkan. Selain itu, dalam kondisi tingkat bunga tinggi permintaan untuk berinvestasi pun berkurang.
Baca Juga :   5 Kebijakan Sistem Nilai Tukar di Indonesia

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment