Penerapan Sistem Informasi Geografis di Luar Kajian Geografi

Penerapan SIG tidak hanya dimanfaatkan oleh geografi, tetapi diterapkan juga oleh kepentingan-kepentingan berikut ini.

a. Penerapan SIG dalam keilmuan, seperti:
1) Planologi (perencanaan wilayah atau kota),
2) Kartografi,
3) Geologi,
4) Hidrologi,
5) Geodesi.
b. Penerapan SIG oleh pemerintah, seperti:
1) Pertanian,
2) Kehutanan,
3) Telekomunikasi,
4) Dinas Kebakaran,
5) Badan Pertanahan,
6) Badan Meteorologi dan Geofisika.
c. Penerapan SIG oleh perusahaan swasta, seperti:
1) Pariwisata,
2) Pengembang permukiman,
3) Perindustrian,
4) perkebunan swasta.
d. Penerapan SIG oleh perguruan tinggi, terutama di laboratorium maupun para peneliti
Kemampuan SIG dalam kajian geografi, yaitu:
1. menunjukkan lokasi terjadinya daerah banjir;
2. menunjukkan hutan yang sudah ditebang maupun yang belum ditebang;
3. menunjukkan daerah yang telah dijadikan permukiman maupun pertanian atau sawah;
4. menunjukkan daerah yang cocok untuk pendirian industri;
5. menunjukkan karakteristik jenis hutan-hutan di dunia, misalnya hutan tropis, sabana, stepa dan sebagainya.
Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis pola, membuat model, dan lain lain.
Pemanfaatan SIG dalam kajian geografi, yaitu sebagai berikut.
1. Untuk inventarisasi sumber daya alam. Misalnya:
  • a. akan diketahui luas hutan yang belum ditebang maupun yang sudah ditebang;
  • b. akan diketahui barang tambang yang sudah diolah maupun yang belum diolah;
  • c. akan diketahui luas lahan basah maupun lahan keringnya;
  • d. akan diketahui daerah-daerah pemusatan penduduk maupun daerah yang kurang penduduknya.
2. Merencanakan pola pembangunan wilayah. Setelah contoh-contoh di atas, yaitu sumber daya alam diinventarisasi, maka selanjutk an akan mudah untuk perencanaan pembangunan. Misalnya:
  • a. setelah hutan diinventarisasi, dapat ditentukan hutan yang tidak boleh ditebang maupun perencanaan pendirian industri kayu hutan;
  • b. setelah barang tambang diketahui, dapat ditentukan barang tambang mana yang masih dapat digunakan untuk pembangunan;
  • c. setelah luas sawah dan tanah kering diinventarisasi, dapat diperkirakan jumlah hasil panennya maupun perencanaan pembangunan yang berhubungan dengan pertanian;
  • d. setelah daerah pemusatan penduduk maupun daerah yang kurang penduduknya diketahui, maka dapat direncanakan transmigrasi.
sumber : Iskandar, L. 2009. Geografi 3 : Kelas XII SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>