Home EkonomiUang-Bank-Kebijakan Moneter Penerapan Akuntansi di Perusahaan Menurut Undang-Undang Perpajakan

Penerapan Akuntansi di Perusahaan Menurut Undang-Undang Perpajakan

by Ekonomi
0 comment
Suatu bentuk usaha baik perorangan maupun badan, diwajibkan untuk menyelenggarakan pembukuan. Hal tersebut telah dijelaskan dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) pasal 6 yang menyatakan bahwa:
  • (1)   setiap perusahaan diwajibkan membuat dan memelihara catatan-catatan mengenai keadaan harta-kekayaan pribadinya dan harta-kekayaan perusahaannya,
  • (2)   membuat neraca berupa daftar aktiva dan pasiva dan semua hal-hal yang berhubungan dengan itu menurut syarat-syarat tertentu sehingga dari catatan-catatan itu setiap saat dapat diketahui hak dan kewajiban-kewajiban dengan jelas.

Kewajiban menyelenggarakan pembukuan juga dinyatakan dalam Undang Undang Perpajakan yang menyatakan bahwa:
  • 1. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan wajib pajak badan usaha di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan.
  • 2. Pembukuan harus diselenggarakan   dengan memer- hatikan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya.
  • 3. Pembukuan harus diselenggarakan di Indonesia dengan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing yang diizinkan Menteri Keuangan.
  • 4. Pembukuan diselenggarakan dengan prinsip taat azas dengan stelsel akrual atau stelsel kas.
  • 5. Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas catatan mengenai harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya serta penjualan dan pembelian sehingga dapat dihitung besarnya pajak terutang.

Pemerintah/negara mengatur tentang adanya kewajiban pembukuan, hal ini dimaksudkan agar setiap pengusaha/ perusahaan dapat menyajikan informasi keuangan yang diperlukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan, salah satunya adalah Negara. Informasi keuangan tersebut merupakan hasil dari proses akuntansi berupa laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, serta laporan perubahan modal.

Baca Juga :   3 Jenis Pajak Berdasarkan Objek, Cara dan Subyeknya

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment