Home Blog Page 3

Pemeliharaan Ternak di Indonesia

Pemeliharaan Ternak di Indonesia

1. Sapi Potong

Pemeliharaan sapi potong terdiri dari pemeliharaan semi intensif dan intensif. Peternak di desa- desa memelihara ternak secara semi intensif. Pada sistem pemeliharaan semi intensif tenaga kerja, dan modal tidak di perhitungkan secara bisnis. Tenaga kerja di lakukan sendiri oleh peternak, kandang di buat sendiri dan hijauan di cari dari sekeliling tempat tinggal peternak. Mereka memelihara beberapa ekor sapi untuk dibudidayakan dan digemukkan. Pemberian pakan dengan hijauan dan jerami dan ditambah konsentrat sedikit.

Pada tahun 2000 mulai tumbuh perusahaan sapi potong komersial. Kebanyakan mereka mengimpor sapi dari luar negeri. Jenis sapi yang di pelihara kebanyakan jenis BX (Brahman Cross). Sapi BX merupakan persilangan antara sapi Brahman dengan sapi daerah sub tropis seperti short horn, drought master, dll.

Perusahaan sapi potong memiliki sapi di atas 1000 ekor. Sistem pemeliharaan intensif dengan pakan konsentrat yang lebih banyak dari pakan hijauannya. Pada pemelihraaan sistem intensif semua biaya dan modal di perhitungkan secara bisnis murni. Populasi sapi potong di Indonesia pada tahun 2006 sebanyak 10.835.686 ekor.

2. Sapi Perah

Pemeliharaan sapi perah terdiri dari pemeliharaan semi intensif dan intensif. Peternak di desa- desa memelihara ternak secara semi intensif. Pada sistem pemeliharaan semi intensif; tenaga kerja, dan modal tidak di perhitungkan secara bisnis. Tenaga kerja dilakukan sendiri oleh peternak, kandang di buat sendiri dan hijauan dicari dari sekeliling tempat tinggal peternak.

Mereka memelihara beberapa ekor sapi untuk dibudidayakan dan sapi pejantannya digemukkan. Pemberian pakan dengan hijauan dan jerami dan ditambah konsentrat sedikit. Pemerahan dilakukan secara manual dengan tangan. Susu yang dihasilkan kebanyakan dijual ke Koperasi Unit Desa (KUD) dan kemudian di jual ke pabrik pengolahan susu. Beberapa peternak menjual sendiri susu yang sudah di pasteurisasi ke konsumen secara langsung.

Bebarapa perusahan besar memelihara sapi perah secara komersial. Contoh perusahaan sapi perah: Taurus Dairy Farm. Sistem pemeliharaan intensif dengan pemberian pakan konsentrat yang lebih banyak. Pada pemeliharaan sistem intensif semua biaya dan modal di perhitungkan secara bisnis murni.

Pemerahan dilakukan dengan mesin perah yang dilengkapi dengan pendingin susu untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Susu yang dihasilkan dipasarkan sendiri langsung ke konsumen dan dijual ke pabrik pengolahan susu. Populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2006 sebanyak 382.313 ekor, dengan penyebaran di setiap propinsi.

Pada tahun 1990 Indonesia mengimpor sapi Sahiwal Cross dari Selandia Baru. Sahiwal cross merupakan sapi perah hasil persilangan sapi Sahiwal dari India dengan sapi FH Selandia Baru. Tujuan persilangan tersebut agar sapi perah lebih tahan panas dan menyesuaikan dengan lingkungan Indonesia.

3. Kerbau

Tujuan pemeliharan ternak kerbau pada umumnya adalah sebagai penghasil tenaga kerja untuk menarik beban baik di darat maupun untuk mengolah sawah. Sedangkan tujuan yang kedua adalah penghasil daging dan susu. Pemakaian ternak kerbau sebagai penghasil daging, hanya diberlakukan pada ternak kerbau yang tidak produktif lagi (ternak yang sudah tua, majir atau ternak dengan nilai ekonomis yang rendah).

Jumlah ternak kerbau didunia kurang lebih berkisar 126 juta ekor, dan 122 juta ekor diantaranya berada di negara yang sedang berkembang di Asia. Kebanyakan petani peternak di Indonesia, hanya memiliki sekitar 2 ekor, sedangkan kualitas kerbau yang ada di Pulau Jawa saat ini mengalami kemunduran.

Kemunduran tersebut disebabkan antara lain: kurangnya pakan hijauan yang berkualitas baik, akibat kurangnya lahan untuk tanaman hijauan pakan ternak, adanya perkawinan silang dalam (inbreeding), tingkat kemunduran ternak, akibat pemotongan setiap tahunnya.

Dengan melihat permasalahan tersebut di atas, maka penanganan ternak kerbau melalui tatalaksana pemeliharaan atau manajemen pemeliharaan perlu ditingkatkan. Kira-kira 95% ternak kerbau di Indonesia merupakan kerbau kerja. Kerbau kerja di Indonesia merupakan kerbau jenis lumpur (Swamp type), sedangkan 5% lagi termasuk kerbau sungai (river type).

Bagaimana Sejarah Perjuangan HAM?

Agar HAM tegak di muka bumi, orang-orang memperjuangkannya sejak zaman dahulu. Perjuangan menegakkan HAM dapat kita ketahui dari piagam yang dihasilkannya. Beberapa piagam HAM hasil perjuangan untuk menjamin agar penguasa tidak bertindak sewenang-wenang, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Magna Charta

Dideklarasikan di Inggris tahun 1512. Magna Charta merupakan cikal bakal (embrio) HAM. Piagam ini membatasi kekuasaan Raja John yang absolut. Dengan piagam ini, raja bisa diminta pertanggung-jawabannya di muka hukum dan raja harus bertanggung jawab kepada parlemen. Namun, raja tetap berwenang membuat undang-undang.

2. Bill of Rights

Sejarah Perjuangan HAM

Perkembangan yang lebih konkret tentang HAM terjadi setelah lahirnya piagam ini di Inggris pada tahun 1689. Piagam ini ditandatangani Raja William III. Inti piagam ini menyatakan bahwa “manusia sama di muka hukum” (equality before the law). Paham inilah yang menjadi embrio negara hukum, demokrasi, dan persamaan.

3. Declaration of Independence

Perkembangan HAM yang lebih modern ditandai dengan lahirnya piagam ini, yakni deklarasi kemerdekaan Amerika dari tangan Inggris tahun 1776. Piagam ini disusun oleh Thomas Jefferson yang bersumber pada ajaran Rousseau dan Montesquieu. Deklarasi ini menekankan pentingnya kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan. Dokter Sun Yat Sen menggunakan asas ini di Tiongkok, yang dikenal sebagai min tsu, min chuan, dan min seng.

4. Declaration des Droits de l’homme et du Citoyen

Piagam ini merupakan Piagam Hak Asasi Manusia dan Warga Negara, lahir di Prancis tahun 1789. Piagam ini banyak dipengaruhi oleh Declaration of Independence karena jasa Lafayette, seorang Jenderal dari Prancis yang ikut berperang di Amerika pada waktu negeri tersebut membebaskan diri dari penjajah Inggris.

Sekembalinya ke Prancis, Lafayette berjuang untuk melahirkan Piagam Hak Asasi Manusia dan Warga Negara di negerinya. Piagam ini merupakan dasar dari rule of law yang melarang penangkapan secara sewenang-wenang. Di samping itu, piagam ini pun menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), kebebasan berekspresi (freedom of expression), dan kebebasan beragama (freedom of religion), serta adanya perlindungan terhadap hak milik (the right of property).

Sejarah Perjuangan HAM

5. UUD 1945

Tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, ditetapkanlah UUD yang dikenal sebagai UUD 1945. Pada alinea pertama ditegaskan sebagai berikut. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, ….”.

6. The Universal Declaration of Human Rights.

Sejarah Perjuangan HAM

Pada Perang Dunia II, Presiden Amerika Serikat, Roosevelt, mendeklarasikan The Four Freedom, antara lain bebas berpendapat dan berekspresi (freedom of speech and expression) serta bebas dari ketakutan (freedom from fear). Deklarasi Roosevelt inilah yang menjadi dasar lahirnya Piagam HAM PBB, yakni The Universal Declaration of Human Rights. Piagam tersebut dihasilkan oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada sidangnya tanggal 10 Desember 1948. Deklarasi tersebut akhirnya diterima secara resmi dalam Sidang Umum PBB.

MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

1. Persyaratan K3

Pada prinsipnya tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berada pada setiap orang. Setiap orang atau karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan peternakan khususnya ternak ruminansia besar, harus berpartisifasi dalam setiap kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja, serta bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan dirinya masing-masing dilingkungan kerjanya.

Karena dalam suatu perusahaan peternakan khususnya ternak ruminansia besar senantiasa terdapat kegiatan-kegiatan teknis yang melibatkan juga berbagai peralatan teknis dan sumber daya manusia. Maka secara keseluruhan beban tanggung jawab atas operasinya suatu perusahaan peternakan akan berada pada pimpinan perusahaan peternakan tersebut.

Penerapan sistem manajemen (K3) dapat menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang yang berada di tempat kerja. Menurut peraturan menteri Tenaga Kerja No: Per. 05/Men/1996, tentang sistem keselamatan dan kesehatan kerja.

Sistem manajemen (K3) adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi : struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptannya tempat kerja yang aman, efesien dan efektif.

Tempat kerja adalah, setiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik didarat, didalam tanah, dipermukaan air, didalam air, diudara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia, Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba/keuntungan atau tidak, baik milik swasta mapun milik negara.

Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengusaha adalah :

• Orang atau badan hukum yang menjalankan suatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu menggunakan tempat kerja.

• Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan temapat kerja.

Adapun tujuan dan sasaran sistem manajemen K3 perusahaan peternakan khususnya ternak ruminansia besar adalah menciptkan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

2. Kaidah dan peraturan mengenai K3

Dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, Program K3 merupakan bagian dari perencanaan. Sebagaimana alur proses sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, maka untuk dapat menetapkan dan memelihara program kerja K3 perusahaan perlu adanya tahapan-tahapan diantaranya: pemahaman terhadap dasar hukum pelaksanaan program K3, adanya komitmen dan kebijakan dari pengusaha/pemilik perusahaan, dan akhirnya perencanaan,yang di dalamnya termasuk program kerja.

3. Dasar Hukum Pelaksanaan Program K3

Bagi suatu perusahaan, tenaga kerja merupakan aset yang sangat berharga. Agar dapat melakukan tugasnya secara efektif dan efisien, maka kesejahteraan tenaga kerja perlu diperhatikan. Salah satu bentuk kesejahteraan bagi tenaga kerja adalah perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja-nya.

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di tempat kerja, serta menjamin keamanan terhadap sumber prouksi, proses produksi dan dan lingkungan kerja, perlu penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Peraturan perundangan yang dimaksud adalah:

3.1. Pasal 27 ayat (2), UUD tahun 1945. ”Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

3.2. Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang ”Ketenaga kerjaan” Pasal 86

  • Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: keselamatan dan kesehatan kerja , Moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan hak-hak dan martabat manusia serta nilai- nilai agama.
  • Untuk melindungi keselamatan pekerja guna mewujudkan produktifitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K3
  • Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

4. Penerapan Sistem Manajemen K3

Setiap perusahaan peternakan ruminansia besar yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus (100) orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik dari proses produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran, dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan sistem manajemen K3.

Sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksut wajib dilakasanakan oleh pengurus, perusahaan dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuaan. Dalam penerapan sistem manajemen K3 perusahaan peternakan ruminansia besar, wajib melaksanakan ketentuan- ketentuan sebagai berikut:

  • Menerapakan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3.
  • Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
  • Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dari mekanisme pendukung yang diperlukan mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahannya.
  • Meninjau secara teratur dan meningkatakan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.

5. Memelihara Infrastruktur K3 dalam Perusahaan Peternakan Ruminansia Besar

5.1. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja dalam perusahaan peternakan ruminansia besar adalah keselamatan kerja yang menyangkut dengan unsur manusia, mesin/peralat, bahan yang dikerjakan dan ternak yang diusahakan. Adapun fungsi keselamatan kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Yang perlu diperhatikan dalam keselamatan dan kesehatan kerja adalah terciptanya keamanan dan lingkungan yang sehat di perusahaan peternakan ruminansia besar untuk semua pekerja tanpa harus membedakan jenis atau klasifikasi pekerjaan.

Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja :

5.2. Keselamatan atau Keamanan Personal (manusia)

Setiap orang yang bekerja di perusahaan peternakan ruminansia besar harus menggunakan peralatan K3 pada waktu bekerja sesuai dengan spesifikasi pekerjaannya.

5.3. Keamanan Peralatan

Semua peralatan yang akan digunakan atau yang sudah dipasang, hendaknya dilakukan evaluasi ulang atau dicek ulang. Apakah peralatan tersebut sudah benar-benar layak atau aman digunakan atau belum ?

5.4. Pemasangan Instalasi Pengaman

Setiap kali peralatan akan dipergunakan, kita harus selalu memeriksa apakah alat pengamannya sudah terpasang dengan benar sesuai dengan buku manualnya. Apakah alat pengaman yang dipasang sudah sesuai dengan standar nasional untuk katagori alat tertentu.

5.5. Pemasangan Kabel

Kondisi yang sama harus diperhatikan untuk peralatan yang membutuhkan arus dari sumbernya, jenis kabel yang dipasang harus memenuhi standar yang ditentukan.

5.5.1. Pengaman Listrik

Petugas atau pemakai alat yang berhubungan dengan listrik harus memeriksa kondisi pengaman listrik, untuk mengetahui kelayakan dari semua pengaman listrik yang ada, apakah semua pengaman yang ada telah memenuhi syarat teknis.

5.5.2. Pemadam Kebakaran

Semua gedung baik yang termasuk dalam instansi pemerintah maupun swasta sebaiknya dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan kebutuhan bangunan. Alat pemadam kebakaran dapat ditempatkan di laboratorium, bengkel, pabrik pakan, gudang pakan , gedung atau kantor perusahaan peternakan ruminansia besar. Alat pemadam kebakaran secara periodik harus dicek apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

5.5.3. Kesehatan Kerja

Hal-hal yang perlu diperhatikan yang berhubungan kesehatan kerja dalam perusahaan peternakan ruminansia besar adalah :

5.5.4. Sirkulasi Udara yang Baik

Untuk menjaga agar udara dalam ruangan kantor, kandang ternak , pabrik pakan tetap bersih dan nyaman perlu dipasang peralatan seperti ( sistem penyedot atau pengisap debu, kipas angin , AC dan penanaman pohon pelindung dan lain-lai )

5.5.5. Kebisingan

Untuk mengantisipasi kebisingan dalam bekerja di pabrik pakan atau pada saat mengoperasikan alat pencacah rumput ( copper) yang ada di perusahaan peternakan ruminansia besar perlu alat penutup telinga atau pelindung telingga. Disamping alat tersebut masih ada alat – alat pelindung badan lainnya seperti : ( alat pelindung mata, alat pelindung , kepala alat pelindung tangan, alat pelindung kaki, alat pelindung hidung dan mulut dan lain sebagainya).

MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

6. Pedoman Penerapan Dan Sistem Manajemen K3 Perusahaan Peternakan Ruminansia Besar

6.1. Komitmen dan Kebijakan Pimpinan

6.1.1. Kepemimpinan dan Komitmen

Pengurus atau pemimpin perusahaan peternakan ruminansia besar harus menunjukan kepemimpinannya dan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dengan menyediakan sumberdaya yang memadai.

Setiap tingkat pimpinan di perusahaan peternakan ruminansia besar harus menunjukan komitmen terhadap K3, sehingga penerapan sistem manajemen K3 di perusahaan peternakan ruminansia besar dapat berhasil dengan baik dan mudah dikembangkan.

Setiap tenaga kerja atau karyawan perusahaan peternakan ruminansia besar dan orang lain yang berada ditempat kerja harus berperan serta dalam menjaga dan mengendalikan pelaksanaan k3.

6.1.2. Wujud Komitmen

Komitmen pimpinan perusahaan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan dengan cara menyediakan sumberdaya yang memadai, dan diwujudkan dalam bentuk:

  • Membentuk Organisas dan menempatkan organisasi keselamatan dan kesehatan kerja pada posisi yang dapat menentukan keputusan perusahaan
  • Menyediakan anggaran,
  • Menyediakan tenaga kerja yang berkualitas
  • Menyediakan sarana lain yang diperlukan untuk K3
  • Menetapkan tanggung jawab, wewenang, dan kewajiban yang jelas dalam penanganan K3
  • Membangun dan memelihara kesadaran, motivasi dan keterlibatan seluruh pihak di perusahaan
6.1.2.1. Kebijakan K3

Kebijakan K3 suatu perusahaan peternakan ruminansia besar adalah suatu pernyataan tertulis yang ditanda tangani oleh pengusaha dan atau pengurus perusahaan peternakan ruminansia besar, yang memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan, komitmen dan tekad melaksanakan K3 , dan program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan peternakan ruminansia secara menyeluruh yang bersifat umum dan atau operasional.

Kebijakan K3 suatu perusahaan peternakan ruminansia besar, sebaiknya dalam pembuatannya melalui proses konsultasii antara pengurus/pengelola dan wakil tenaga kerja atau karyawan suatu perusahaan tersebut, yang kemudian harus dijelaskan, disebarluaskan kepada seluruh warga atau tenaga kerja/karyawan yang ada di perusahaan tersebut.

Kebijakan K3 yang disusun dan disepakati bersifat dinamik dan selalu ditinjau ulang, dalam rangka peningkatan kinerja K3.

6.2. Perencanaan

Perusahan peternakan ruminansia besar harus membuat perencanaan yang efektif untuk mencapai keberhasilan penerapan dan kegiatan sistem manajemen K3 dengan sasaran yang jelas dan dapat diukur.

Perencanaan harus memuat tujuan, sasaran, dan indikator kinerja yang diterapkan dengan mempertimbangkan identifikasi sumber bahaya, penilaian dan pengendalian reksiko sesuai dengan persyaratan perundang- undangan yang berlaku.

6.3. Penerapan

Dalam mencapai tujuan K3 perusahaan peternakan ruminansia besar harus menunjuk personal yang mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan sistem yang diterapkan.

6.3.1. SDM, Sarana dan Dana

Perusahaan harus mempunyai personal yang memiliki kualifikasi , sarana, dana yang memadai sesuai dengan sistem manajemen K3

6.3.2. Tanggung Jawab

Dalam peningkatan K3 , akan efektif apabila semua pihak dalam suatu perusahaan tersebut didorong untuk berperan serta dalam penerapan dan pengembangan sistem manajemen K3 serta memiliki budaya perusahaan yang mendukung dan memberikan kontribusi bagi sistem manajemen K3

6.3.3. Pelatihan dan Kompetensi kerja

Pengembangan dan penerapan sistem manajemen K3 perusahaan peternakan ruminansia besar yang efektif ditentukan oleh kompetensi kerja dan pelatihan dari setiap tenaga kerja diperusahaan tersebut.

6.3.4. Kegiatan pendukung

Kegiatan pendukung dari sistem manajemen K3 antara lain; komunikasi, pelaporan dan pendukumentasian semua kegiatan yang berada disuatu peruhaan peternakan ruminansia besar tersebut.

6.3.5.. Menyimpan Alat- Alat Produksi Bahan Kimia dan Biologis

Alat-alat produksi seperti cangul, ember, sapu, sekop, copper, kereta dorong, tali tambang, alat- alat kesehatan, dan peralatan lainnya disimpan di tempat yang aman, baik itu dari pencurian maupun keamanan awetan ataupun keberfungsian alat tersebut. Untuk menyimpan alat- alat produksi perlu sarana pendukung seperti gudang memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk peralatan kesehatan perlu juga disimpan pada ruangan tertentu dan alat- alat kesehatan sebaiknya dipisahkan dengan alat-alat untuk kegiatan produksi.

Bahan – bahan kimia sebaiknya disimpan pada ruangan khusus, tidak dicampur dengan bahan-bahan biologis maupun alat–alat produksi. Ruangan untuk menyimpan bahan kimia diusahakan sedemikian rupa jauh dari ruang dapur. Pada intinya pada saat menyimpan semua alat-alat produksi, bahan kimia dan

Domestikasi Ternak di Indonesia

Pemeliharaan ternak atau peternakan mulai dilakukan sejak manusia ada di bumi. Pada jaman dulu manusia berburu binatang untuk di makan sebagai sumber protein. Sejalan dengan perkembangan waktu maka hewan liar mulai berkurang populasinya, bahkan beberapa jenis ternak mulai punah. Sejak itulah timbul usaha-usaha domestikasi binatang liar menjadi ternak piaraan yang jinak dan mudah dikendalikan.

Domestikasi Ternak di Indonesia

Bangsa Mesir memelihara ayam 3.000 tahun sebelum masehi dan bangsa China memelihara 300 tahun sebelum masehi. Dalam proses domestikasi tersebut telah dikembangkan mutu genetisnya sesuai dengan tujuan pemeliharaannya, sehingga performansnya telah berbeda dengan leluhurnya. Bahkan leluhur bangsa ternak banyak yang sudah punah.

1. Domestikasi Ternak di Indonesia

Kambing Kacang adalah salah satu kambing asli Indonesia. Kambing Kacang berbadan kecil dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Disamping itu, juga didatangkan Kambing Etawah dari India. Kambing Etawah, dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging. Namun karena susu kambing kurang populer, perkembangan populasi Kambing Etawah kurang menggembirakan.

Nenek moyang sapi di Indonesia adalah Banteng (Bos sundaicus) yang pada saat ini hanya ada di Taman Margasatwa Pangandaran, Jawa Barat, Meru Betiri, Jawa Timur dan Ujung Kulon, Banten.

Setelah mengalami domestikasi pada waktu yang lama kemudian di kenal dengan Sapi Bali. Selain Sapi Bali kita juga mengenal Sapi Madura yang merupakan hasil persilangan Sapi Zebu (India) dengan Banteng. Jenis Sapi lain yang banyak dibudidayakan masyarakat adalah Sapi Peranakan Ongole (PO) yang berasal dari India.

Kerbau asli Indonesia adalah Kerbau Rawa (Bubalis bubalus) dan kerbau murah. Kerbau Rawa sering dimanfaatkan untuk mengolah tanah dan penghasil daging. Kerbau murah berasal dari India merupakan kerbau penghasil susu. Namun karena susu kerbau kurang populer maka populasi kerbau murah kurang berkembang.

2. Konsumsi Protein

Tantangan utama dalam pembangunan bangsa adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, sehat, berkualitas dan produktif. Kecerdasan dan kualitas suatu bangsa sangat berkolerasi dengan seberapa besar konsumsi protein hewani di suatu negara.

Hal ini mengingat peran protein hewani dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, produktif dan berkualitas hampir tidak dapat digantikan oleh protein nabati. Di negara-negara maju dapat dipastikan konsumsi protein hewaninya sudah cukup tinggi. Bahkan di Amerika, konsumsi protein hewani mencapai 70% dari total konsumsi protein, atau dua kali lipat dari konsumsi protein nabati.

Mereka sangat sadar esensi mengkonsumsi protein hewani bagi kesehatan, produktifitas dan kecerdasan. Sementara yang terjadi di negara kita justru sebuah ironi. Bangsa yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi peternakan cukup bagus ternyata konsumsi protein masih di dominasi asupan protein nabati, dan konsumsi protein hewani secara nasional baru mencapai 5,1 gram per kapita per hari. Dengan kondisi seperti ini maka secara terus menerus diupayakan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani bagi rakyat Indonesia.

Protein merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh manusia dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Protein berperan penting dalam pembentukan sel-sel dan jaringan baru tubuh serta memelihara pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein juga bisa menjadi bahan untuk energi bila keperluan tubuh akan hidrat arang dan lemak tidak terpenuhi. Protein sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu protein hewani dan nabati.

Sumber protein hewani yaitu daging, telur dan susu. Sementara sumber protein nabati dapat diperoleh dari padi- padian, biji-bijian dan kacang- kacangan. Protein nabati dapat disebut sebagai protein tidak lengkap karena senantiasa mempunyai kekurangan satu atau lebih asam amino esensial. Sementara protein hewani memiliki semua asam amino esensial, hingga disebut protein lengkap.

Pemanfaatan protein oleh tubuh sangat ditentukan oleh kelengkapan kandungan asam amino esensial yang terkandung dalam protein yang dikonsumsi. Semakin lengkap asam amino esensial dan kandungannya dapat memenuhi kebutuhan tubuh, semakin tinggi nilai utilisasi protein tersebut bagi tubuh. Selain kandungan asam amino, faktor nilai cerna dari protein juga menjadi faktor penting dari manfaat protein yang dikonsumsi. Dari hasil penelitian yang dilakukan para ahli disimpulkan bahwa nilai daya cerna protein hewani selalu lebih tinggi dari protein nabati.

Sementara dari segi pemanfaatannya (utilisasi) protein hewani juga jauh lebih baik dari protein nabati. Selain itu, kaitannya dengan membangun kecerdasan bangsa, peran protein hewani sangat mutlak diperlukan.

Tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah, pada tahun 2006 konsumsi susu per kapita per tahun sekitar 7,7 kg. Artinya Indonesia masih kalah dari negeri tetangga seperti Malaysia yang konsumsi susunya telah mencapai lebih dari 23 liter per kapita per tahun. Konsumsi susu Philipina 25 liter dan India 44,9 liter per kapita per tahun.

Dalam membiasakan konsumsi susu di kalangan anak-anak, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan. Salah satunya dengan menumbuhkan kebiasaan minum susu di rumah. Orang tua pun mesti terlibat dalam hal ini. Kemudian, untuk anak yang sudah duduk di bangku TK atau SD, sebaiknya dibekali minuman susu. Kampanye minum susu bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain melalui iklan layanan masyarakat, penyuluhan di Posyandu, testimony (kesaksian) dll.

Populasi ternak di Indonesia didominasi oleh ternak ayam buras, ayam petelur, ayam broiler, kambing dan sapi potong. Secara rinci populasi di Indonesia tertera pada Tabel 1. Jumlah ternak sapi dari tahun ke tahun terus menurun karena disebabkan oleh konsumsi yang lebih tinggi dari tingkat produksi. Jumlah sapi yang di potong lebih tinggi dari jumlah sapi yang lahir. Untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri maka dilakukan impor daging sapi dan ternak sapi hidup.

3 Produk Peternakan Indonesia

Ternak dipelihara untuk menghasilkan daging, telur, susu, kulit, bulu, tenaga kerja dan lainnya. Masing-masing produk dijelaskan sebagai berikut:

1. Daging

Daging adalah sekumpulan otot yang melekat pada kerangka. Istilah daging dibedakan dengan karkas. Daging adalah bagian yang sudah tidak mengandung tulang, sedangkan karkas berupa daging yang belum dipisahkan dari tulang atau kerangkanya.

Daging terdiri dari tiga komponen utama, yaitu jaringan otot (Muscle tissue), jaringan lemak (Adipose tissue), dan jaringan ikat (Connective tissue). Banyaknya jaringan ikat yang terkandung di dalam daging akan menentukan tingkat kealotan/kekerasan daging.

Kualitas daging dipengaruhi oleh faktor sebelum dan setelah pemotongan. Faktor sebelum pemotongan yang dapat mempengaruhi kualitas daging adalah genetik, spesies, bangsa, tipe ternak, jenis kelamin, umur, pakan dan bahan aditif (hormon, antibiotik, dan mineral), serta keadaan stres.

Faktor setelah pemotongan yang mempengaruhi kualitas daging adalah metode pelayuan, metode pemasakan, tingkat keasaman (pH) daging, bahan tambahan (termasuk enzim pengemuk daging), lemak intramuskular (marbling), metode penyimpanan dan pengawetan, macam otot daging, serta lokasi otot.

Jenis daging juga dapat di bedakan berdasarkan umur sapi yang disembelih. Daging sapi yang dipotong pada umur sangat muda (3-14 minggu) disebut veal, yang berwarna sangat terang. Daging yang berasal dari sapi muda umur 14-52 minggu disebut calf (pedet), sedangkan yang berumur lebih dari satu tahun disebut beef. Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan kondisi seksual, daging sapi (beef) berasal dari: Steer sapi jantan yang dikastrasi sebelum mencapai dewasa k

elamin, Heifer sapi betina yang belum pernah melahirkan, Cow sapi betina dewasa/pernah melahirkan, Bull sapi jantan dewasa dan Stag sapi jantan yang dikastrasi setelah dewasa. Keunggulan daging adalah mempunyai nilai gizi yang tinggi, sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik untuk pertumbuhan, dan salah satu komoditas perdagangan yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Kandungan nutrisi daging dijelaskan pada Tabel 2. Daging segar dapat diolah menjadi produk lainnya seperti sosis, nugget, abon, dendeng, dll. Tingkat konsumsi daging di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 6,5 kg per kapita

Produk Peternakan Indonesia

2. Susu

Susu merupakan sekresi dari kelenjar ambing mamalia dari ternak ruminansia. Tujuan produksi susu adalah memberi makan kepada anak ternak mamalia. Pada ruminansia kelompok perah, misalnya jenis sapi Frisien Holstein (FH), produksi susunya melebihi jumlah susu yang dibutuhkan oleh anak sapi, kelebihan produksi susu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia.

Kebutuhan gizi anak ternak mamalia berbeda satu dengan lainnya, sehingga komposisi susu dari ternak yang satu berbeda dengan ternak lainnya. Susu memiliki nilai gizi yang tinggi, tersusun dari sejumlah zat gizi yang lengkap, mempunyai perbandingan zat gizi yang ideal dibanding jenis makanan lain dan mudah diserap dalam saluran pencernaan (koefisien- cerna 100%). Komposisi kandungan nutrisi susu tertera pada Tabel 3.

Fenomena yang berkembang di Indonesia adalah hanya bayi dan anak-anak yang perlu minum susu. Pada hakekatnya kaum remaja, wanita dewasa, ibu hamil, bahkan para lansia pun perlu minum susu. Susu memang minuman yang menyehatkan. Kandungan gizinya terhitung lengkap. Susu mengandung kalsium yang sangat tinggi, fosfor hingga protein. Meski kandungan protein dalam susu terbilang kecil, tapi berkualitas baik karena berasal dari produk hewani. Selain itu, susu juga mengandung sejumlah vitamin, di antaranya vitamin A dan D.

Mengingat gizinya yang lengkap ini, ibu hamil disarankan untuk minum susu. Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang ditambah susu, maka ibu hamil akan terhindar dari anemia (kurang darah). Dengan demikian, pertumbuhan otak dari janin yang dikandungpun akan maksimal.

Para lansia yang memiliki risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) juga perlu sekali minum susu, karena susu memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium, adalah zat gizi yang sangat baik bagi kesehatan tulang. Para ahli meyakini, kalsium yang terbaik untuk kesehatan tulang adalah kalsium alami yang berasal dari susu. Kalsium susu lebih mudah diserap oleh tubuh dibanding kalsium dari sumber lain.

Produk Peternakan Indonesia

Asupan kalsium susu ini tidak akan banyak bermanfaat jika konsumsi protein juga tinggi. Contoh apa yang terjadi di Amerika. Tingkat konsumsi susu di kalangan penduduk AS sangat tinggi yakni mencapai 100 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 7 liter per kapita per tahun.

Namun, konsumsi protein masyarakat AS juga tinggi. Mereka banyak mengkonsumsi bahan pangan berupa daging yang kaya protein. Padahal asupan protein yang berlebih bisa menghambat penyerapan kalsium oleh tulang. Akibatnya, kasus osteoporosis di Amerika juga tinggi. Selain asupan protein tinggi, hal lain yang bisa menghambat penyerapan kalsium adalah konsumsi gula, kopi, dan garam yang tinggi, juga merokok.

Mengingat pentingnya manfaat susu, para orang tua disarankan untuk membiasakan anaknya minum susu sampai besar. Dan terus berlanjut sampai lanjut usia. Hanya saja, kadang- kadang para remaja putri juga para ibu muda, enggan minum susu karena takut gemuk. Padahal, gizi yang terkandung dalam susu sangat dibutuhkan oleh mereka. Namun pada saat ini produsen susu mulai membuat produk susu yang rendah (tanpa) lemak sehingga tidak menyebabkan gemuk.

Kandungan kolesterol di dalam susu ditakutkan banyak orang. Namun tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini karena kandungan kolesterol dalam susu tidak banyak. Dalam satu gelas susu, terkandung sekitar 32 mg kolesterol. Kandungan kolesterol ini terhitung lebih kecil dibanding kandungan kolesterol dalam sepotong daging yang mencapai 54 mg. Bahkan, kalau kita memang takut dengan kolesterol, telur yang mesti kita waspadai. Sebab, kandungan kolesterol dalam satu butir telur saja mencapai 252 mg. Jauh lebih banyak ketimbang kolesterol dalam satu gelas susu.

3. Kulit

Kulit dapat dimasak menjadi produk makanan dan produk bahan baku industri. Di bidang makanan, kulit diolah menjadi krupuk krecek/rambak, dan kerupuk kulit. Di bidang industri kulit disamak untuk bahan baku garmen antara lain jaket, sarung tangan, celana, rok, ikat pinggang, tas, dompet, sepatu, dll.

Apa saja instrumen HAM di Indonesia?

Begitu masuk kelas, Bu Nuraini langsung mengajak anak-anak ke perpustakaan. Pagi itu anak-anak belajar di perpustakaan. Mereka mengkaji instrumen HAM di Indonesia.

“Anak-anak hari ini kalian akan melakukan inkuiri kepustakaan”, kata Bu Nuraini memulai pelajarannya.

“Apa maksudnya, Bu?” tanya Sumantri.

“Inkuiri kepustakaan itu adalah melakukan pencarian sesuatu dari buku-buku dan dokumen-dokumen di perpustakaan. Kali ini yang harus kalian cari adalah instrumen-instrumen HAM di negara kita,” kata Bu Nuraini sambil menunjukkan sejumlah buku yang bertengger di rak perpustakaan.

instrumen HAM di Indonesia

Beliau menunjukkan empat buah buku, yaitu buku naskah UUD 1945 yang sudah diamandemen, kumpulan Tap MPR Tahun 1998, Piagam HAM Indonesia, dan naskah UndangUndang Nomor 39 Tahun 1999.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa instrumen hak asasi manusia di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. UUD 1945.
  2. Tap MPR Nomor XVII/MPR/1998.
  3. Piagam HAM Indonesia Tahun 1998.
  4. UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Berikut ini adalah hasil inkuiri kepustakaan dari setiap kelompok mengenai perlindungan HAM di Indonesia yang terdapat dalam empat instrumen HAM, yakni dalam UUD 1945, Tap MPR Nomor XVII/MPR/1998, Piagam HAM Indonesia, dan UU Nomor 39 Tahun 1999.

1. UUD 1945

  • (1) Kemerdekaan ialah hak segala bangsa (Pembukaan UUD 1945, alinea pertama).
  • (2) Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan (Pembukaan UUD 1945, alinea pertama).
  • (3) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (Pembukaan UUD 1945, alinea keempat).
  • (4) Memajukan kesejahteraan umum (Pembukaan UUD 1945, alinea keempat).
  • (5) Mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD 1945, alinea keempat).
  • (6) Ikut melaksanakan ketertiban dunia (Pembukaan UUD 1945, alinea keempat).
  • (7) Hak atas persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945).
  • (8) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945).
  • (9) Hak dan kewajiban ikut serta dalam upaya pembelaan negara (Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945).
  • (10) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul (Pasal 28 UUD 1945).
  • (11) Kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan (Pasal 28 UUD 1945).
  • (12) Hak untuk hidup (Pasal 28A UUD 1945).
  • (13) Hak berkeluarga (Pasal 28B UUD 1945).
  • (14) Hak mengembangkan diri (Pasal 28C UUD 1945).
  • (15) Hak mendapatkan keadilan (Pasal 28D UUD 1945).
  • (16) Hak kebebasan (Pasal 28E UUD 1945).
  • (17) Hak berkomunikasi (Pasal 28F UUD 1945).
  • (18) Hak mendapatkan keamanan (Pasal 28G UUD 1945).
  • (19) Hak mendapatkan kesejahteraan (Pasal 28H UUD 1945).
  • (20) Hak memperoleh perlindungan (Pasal 28I UUD 1945).
  • (21) Kewajiban menghormati hak asasi orang lain (Pasal 28J UUD 1945).
  • (22) Kewajiban tunduk pada undang-undang (Pasal 28 J UUD 1945).

2. TAP MPR NOMOR XVII/MPR/1998

  • (1) Menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi negara dan seluruh aparatur pemerintahan untuk menghormati, menegakkan, dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat.
  • (2) Menugaskan kepada Presiden dan DPR untuk meratifikasi (mengesahkan) berbagai instrumen hak asasi manusia internasional selama tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
  • (3) Membina kesadaran dan tanggung jawab masyarakat sebagai warga negara untuk menghormati, menegakkan, dan menyebarluaskan hak asasi manusia melalui gerakan kemasyarakatan.
  • (4) Melakukan penyuluhan, pengkajian, pemantauan, dan penelitian, serta menyediakan media tentang hak asasi manusia yang ditetapkan dengan undang-undang.
  • (5) Menyusun naskah hak asasi manusia dengan susunan: (a) pandangan dan sikap bangsa Indonesia terhadap hak asasi manusia dan (b) piagam hak asasi manusia.
  • (6) Isi beserta uraian naskah hak asasi manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketetapan ini.

3. PIAGAM HAK ASASI MANUSIA INDONESIA

Pembukaan

Bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang berperan sebagai pengelola dan pemelihara alam secara seimbang dan serasi dalam ketaatan kepada-Nya. Manusia dianugerahi hak asasi dan memiliki tanggung jawab serta kewajiban untuk menjamin keberadaan, harkat, dan martabat kemuliaan kemanusiaan, serta menjaga keharmonisan kehidupan.

Bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia secara kodrati, universal, dan abadi sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, meliputi hak untuk hidup, hak berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak keamanan, dan hak kesejahteraan yang oleh karena itu tidak boleh diabaikan dan dirampas oleh siapa pun. Selanjutnya, manusia juga mempunyai hak dan tanggung jawab yang timbul sebagai akibat perkembangan kehidupannya dalam masyarakat.

Bahwa didorong oleh jiwa dan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, bangsa Indonesia mempunyai pandangan mengenai hak asasi dan kewajiban manusia yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948, telah mengeluarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Oleh karena itu, bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan BangsaBangsa mempunyai tanggung jawab untuk menghormati ketentuan yang tercantum dalam deklarasi tersebut.

Bahwa perumusan hak asasi manusia pada dasarnya dilandasi oleh pemahaman suatu bangsa terhadap citra, harkat, dan martabat diri manusia itu sendiri. Bangsa Indonesia memandang bahwa manusia hidup tidak terlepas dari Tuhannya, sesama manusia, dan lingkungannya.

Bahwa bangsa Indonesia pada hakikatnya menyadari, mengakui, dan menjamin serta menghormati hak asasi manusia orang lain juga sebagai suatu kewajiban. Oleh karena itu, hak asasi manusia dan kewajiban manusia terpadu dan melekat pada diri manusia sebagai pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, anggota suatu bangsa dan warga negara, serta anggota masyarakat bangsa-bangsa.

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, bangsa Indonesia menyatakan Piagam Hak Asasi Manusia.

3.a. Isi pokok Piagam

Piagam Hak Asasi Manusia terdiri atas sepuluh Bab, yang mengatur hal-hal sebagai berikut.

  • (1) Hak untuk hidup (Pasal 1)
  • (2) Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan (Pasal 2)
  • (3) Hak mengembangkan diri (Pasal 3-6)
  • (4) Hak keadilan (Pasal 7-12)
  • (5) Hak kemerdekaan (Pasal 13-19)
  • (6) Hak atas kebebasan informasi (Pasal 20-21)
  • (7) Hak keamanan (Pasal 22-26)
  • (8) Hak kesejahteraan (Pasal 27-33)
  • (9) Kewajiban (Pasal 34-36)
  • (10) Perlindungan dan pemajuan (Pasal 37-44)

4. UU Nomor 39 Tahun 1999

Undang-undang tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia disahkan pada tanggal 23 September 1999. Undang-undang tersebut terdiri atas 11 bab dan 106 pasal. Hak asasi manusia diatur dalam Bab III, yang antara lain memuat hal-hal sebagai berikut.

  • (1) Hak untuk hidup (Pasal 9)
  • (2) Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan (Pasal 10)
  • (3) Hak mengembangkan diri (Pasal 11-16)
  • (4) Hak memperoleh keadilan (Pasal 17-19)
  • (5) Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20-27)
  • (6) Hak atas rasa aman (Pasal 28-35)
  • (7) Hak atas kesejahteraan (Pasal 36-42)
  • (8) Hak turut serta dalam pemerintahan (Pasal 43-44)
  • (9) Hak wanita (Pasal 45-51)
  • (10) Hak anak (Pasal 52-66)

Contoh Manfaat SIG dalam Tata Guna Lahan, Inventarisasi SDA Serta Sosial dan Budaya

Sistem informasi geografis banyak digunakan untuk berbagai kepentingan antara lain untuk perencanaan, analisis, dan pengambilan keputusan atau suatu kebijakan mengenai suatu daerah. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat SIG dalam manajemen tata guna lahan, inventarisasi sumber daya alam, dan bidang sosial budaya.

1. Manajemen Tata Guna Lahan

Pemanfaatan dan pembangunan lahan yang dimiliki oleh pemerintah daerah perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai aspek. Misalnya, wilayah pembangunan di kota biasanya dibagi menjadi daerah permukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum, dan jalur hijau.

Manfaat SIG dalam Tata Guna Lahan

SIG dapat membantu pembuatan perencanaan setiap wilayah tersebut dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Lokasi dari fasilitas-fasilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria- kriteria tertentu yang bisa menyebabkan ketidakselarasan.

Contohnya, pembangunan tempat penampungan sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain diluar area permukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan kriteria-kriteria lainnya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteria ini dapat digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria.

Contoh lain, seperti pembangunan lokasi pabrik, pasar, fasilitas- fasilitas umum, lokasi jaringan-jaringan listrik, telepon, dan air. Setelah lokasi yang sesuai didapatkan, desain pembangunan fasilitas tersebut dapat digabungkan dengan SIG untuk mendapatkan perspektif yang lebih riil. Di daerah pedesaan (rural) manejemen tata guna lahan lebih banyak mengarah ke sektor pertanian.

Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisi tanah, ketinggian, dan keadaan alam lainnya, akan membantu penentuan jenis tanaman, lokasi tanaman, pupuk yang dipakai, dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian juga dapat terbantu dengan memanfaatkan peta produksi pangan, penyebaran, dan konsentrasi konsumen, serta peta jaringan transportasi.

Sebelum aplikasi SIG digunakan untuk membantu pengambilan keputusan, tugas dari daerah terlebih dahulu memasukkan informasi sebanyak-banyaknya tentang kondisi dan potensi daerahnya. Data-data yang perlu disiapkan antara lain data peta dan data statistik daerah. Data peta dapat menggunakan data yang sudah ada, seperti dari Bakosurtanal atau instansi lain.

Jika data belum ada atau ingin membuat data yang lebih baru, daerah bisa membuat peta baru berdasarkan foto satelit atau foto udara. Adapun data statistik diambil dari sensus, survei, data daerah dalam angka, dan hasil pendataan lainnya.

2. Inventarisasi Sumber Daya Alam

Manfaat SIG dalam Tata Guna Lahan

Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus-menerus mengalami peningkatan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang semakin kompleks. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang terperinci tentang data sumber daya alam yang mungkin dapat dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam adalah sebagai berikut.

a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, seperti

  • minyak Bumi,
  • batu bara,
  • emas,
  • besi, dan
  • barang tambang lainnya.

b. Untuk pengawasan daerah bencana alam, antara lain:

  • 1) memantau luas wilayah bencana alam;
  • 2) pencegahan terjadinya bencana alam di masa yang akan datang;
  • 3) menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.

c. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, antara lain:

  • 1) kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
  • 2) kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
  • 3) kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
  • 4) pemanfaatan perubahan penggunaan lahan.

3. Bidang Sosial dan Budaya

Manfaat SIG dalam Tata Guna Lahan

Selain untuk inventarisasi sumber daya alam dan manajemen tata guna lahan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial dan budaya, antara lain sebagai berikut.

  • a. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
  • b. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
  • c. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
  • d. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
  • e. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi, serta perkantoran.
sumber : Hartono. 2009. Geografi 3 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. CV. CIPTA PRAYA 

Perbedaan Mengajar Geografi di SMA atau di SMK

Mengajar Di SMA Sebagaimana kita tahu, bahwa di tingkat SMA, mata pelajaran Geografi berdiri sendiri, tidak terikat dengan mata pelajaran lain seperti ketika di SMP. Sederhananya, ketika seorang Sarjana Pendidikan Geografi mengajar di SMA, maka secara langsung sudah liner. Untuk urusan sertifikasi, linearitas sangatlah berguna untuk pencarian tunjangan sertifikasi. Andaikan di sekolah induk, seorang guru geografi kekurangan jam untuk memenuhi jam minimum sebagai syarat sertifikasi, maka bisa mengambil di sekolah lain. Asalkan, di sekolah induk-nya, guru tersebut juga telah mengajar mata pelajaran yang linar. Dalam hal ini adalah mata pelajaran geografi. Untuk materi Geografi di SMA, sebenarnya hanyalah sedikit yang memaksa bermain angka. Paling hanya materi tentang Kependudukan, Peta dan Wilayah. Itupun biasanya sangatlah sedikit sekali porsinya. Materi lainnya ketika di SMA, sebagian besar adalah pemahaman akan sebuah teori tentang kebumian. Untuk Kurikulum 2013, sudah ada perubahan, ada penambahan materi lagi di kelas 10, yaitu mitigasi bencana. Jadi bisa dibayangkan seberapa padatnya materi geografi di kelas 10, dan seberapa longgarnya materi geografi di kelas 11.

Mengajar di SMK

Sebelum Kurikulum 2013 diterapkan di SMA, ada materi pelajaran berupa IPS Terpadu. Dimana seorang Sarjana Pendidikan Geografi masih bisa mengajar secara linear ketika berada di lingkungan SMK. Karena masih serumpun. Sehingga bilamana kekurangan jam mengajar untuk mengejar sertifikasi, mencari di sekolah lain masih bisa, karena di sekolah induk mengajar secara linear.

Kisah Pak M

Sepenggal cerita dari seorang rekan, sebuat saja Pak M. Beliau mengajar di sebuah SMK Administrasi Perkantoran yang telah menerapkan Kurikulum 2013. Secara otomatis Pak M tidak mendapatkan jam mengajar yang linear dengan ijazah sarjananya. Saya lupa saat itu Pak M mengajar apa di SMK tersebut, namun karena jumlah jam mengajar di sekolah induknya kurang, maka Pak M mencari jam tambahan di sekolah lain. Setelah total jam mengajarnya telah mencapai 24 jam, pengajuan sertifikasinya tetap ditolak. Dengan alasan di sekolah induknya tidak mengajar secara linear. Padahal Pak M sudah memiliki sertifikat pendidik. Tapi tetap tidak bisa dikarenakan tidak linear. Kabar terakhir yang saya dapatkan, Pak M telah mutasi ke SMA. Alhamdulillah, sertifikasinya kini sudah turun.

Kisah Pak B

Satu buah pengalaman lagi, kali ini datang dari Pak B. Seorang Sarjana Pendidikan Geografi yang mengajar di sebuah SMK Pertambangan. Kok bisa? ya bisa, karena kualifikasi yang tercantum saat pembukaan formasi CPNS adalah S1 Pendidikan Geografi, sama seperti saat Pak M mengajar. Bayangkan saja bagaimana rasanya ketika seorang sarjana yang dicetak untuk mengajar materi geologi dan geomorfologi secara tipis dalam materi Pedosfer harus mengajar di SMK Pertambangan. Dimana lulusan yang dicetak harus memiliki kualifikasi pengetahuan Geologi dan Geomorfologi untuk bisa bekerja di pertambangan dengan baik. Beruntung Pak B adalah orang yang cerdas, cepat belajar dan mudah beradaptasi. Dalam kisah Pak B, walaupun mengajar geologi dan geomorfologi yang notabene masih termasuk lingkup mata pelajaran geografi, namun tetap saja tidak linear. Tidak bisa diterima sebagai persyaratan untuk pengajuan sertifikasi. Pak B sama seperti Pak M, sudah memiliki sertifikat pendidik. Akhirnya Pak B mengikuti sebuah program yang disebut sebagai Program Keahlian Ganda untuk guru SMK. Program ini diadakan untuk menjembatani jurusan di SMK yang tidak memiliki guru dengan jurusan yang sama. Makanya sebagian besar guru di SMK dengan latar pendidikan sarjana pendidikan keusahan untuk mengajukan sertifikasi. Program Keahlian Ganda ini berupa diklat selama beberapa bulan di beberapa tempat, sesuai dengan materi yang diajarkan. Lucunya lagi, ketika Pak B selaku guru di SMK Pertambangan mengikuti Program Keahlian Ganda untuk Guru Geomatika di SMK, malah tidak ada materi Geologi atau Geomorfologi sama sekali. Setelah mengikuti Program Keahlian Ganda ini, akhirnya sertifikasi Pak B bisa dicairkan karena sudah mengajar secara linear dengan sertifikasi keahlian ganda, tentunya juga dibantu dengan sertifikat pendidik yang telah dimilikinya. Satu hal lagi yang lucu, ternyata Program Keahlian Ganda yang diikutinya tersebut sudah satu paket dengan PPG. Dengan kata lain, Pak B ikut PPG lagi, dan paling lucu lagi adalah di kampus yang sama dengan PPG pertamanya saat mendapatkan sertifikat pendidik untuk pertama kali. Bagaimana? Terlihat capek kah melihat kisah Pak M dan Pak B ketika mengajar di SMK dengan Ijazah Sarjana Pendidikan Geografi?

Saran dari Senior

Saya mendapatkan beberapa saran dari Pak M dan Pak B terkait mengajar di SMA atau SMK ketika dikaitkan dengan sertifikasi. Dalam hal ini posisi Pak M dan Pak B sudah memiliki sertifikat pendidik. Ketika di SMA, begitu prajab selesai maka akan berubah statusnya dari CPNS menjadi PNS. Saat tersebut tiba, pengajuan sertifikasi bisa segera turun, karena mengajar geografi di SMA sudah pasti linear dan ditambah pula telah memiliki sertifikat pendidik. Intinya, kalau ingin cepat mendapatkan sertifikasi, mengajar di SMA merupakan pilihan yang baik, ditambah pula materi pelajaran yang sebagian besar sudah dipelajari ketika duduk di bangku kuliah. Ketika di SMK, walaupun prajab telah selesai, lalu telah berubah status dari CPNS menjadi PNS, seorang guru geografi di SMK harus mengikuti program keahlian ganda untuk bisa mengajar secara linear yang diakui oleh sistem sertifikasi. Jadi waktu tunggu untuk mendapatkan sertifikasi lebih lama daripada ketika mengajar di SMA. Belum lagi dengan materi yang bisa dikatakan lebih dekat dengan ilmu geografi, atau biasa disebut sebagai geografi murni. Sehingga pendalaman dan pemahaman materi harus lebih dalam daripada yang dipelajari di bangku kuliah. Intinya, lebih memperdalam ilmu di bangku kuliah, dan banyak mempelajari hal baru yang lebih banyak berkaitan dengan angka-angka. Dalam kisah Pak M, karena SMK Administrasi Perkantoran tidak memiliki jurusan yang berhubungan dengan geografi, satu-satunya jalan adalah dengan mengajuka mutasi ke SMA agar bisa linear, lalu baru bisa memproses pencairan sertifikasinya.

Sisi lain dari saran Senior

Namun dari sudut pandang lain yang diceritakan, ketika mengajar di SMK, pelajaran yang diajarkan ke siswa juga bisa dijual sebagai jasa. Pak B beberapa kali mendapatkan proyek diluar karena sekolahnya dengan dengan area pertambangan. namun jika di SMA, jarang sekali ada les-lesan untuk mata pelajaran Geografi, paling banyak adalah ilmu eksak dan ilmu alam. Karena dalam posisi di SMA, Geografi masuk ke dalam ilmu sosial. Untuk mencari tambahan pemasukan lain, mungkin dengan menulis buku atau membuat media pembelajaran untuk selanjutnya dijual.

Kesimpulan

Sampai di sini, sudah cukup jelaskan bagaimana kisah hidup seorang sarjana pendidikan geografi di SMA atau SMK? Saya tambahkan hal lain lagi, supaya semakin memperluas wawasan terutama menganai CPNS 2018 dengan formasi jabatan guru.

Permenpan no 36 tahun 2018

Menurut Perpempan no 36 tahun 2018, disebutkan bahwa pelamar CPNS dengan formasi jabatan guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, TIDAK PERLU mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB). TKB ini dilaksanakan setelah pelamar telah melewati passing grade dari Tes Kompetensi Dasar (TKD). Mengapa tidak perlu? karena dalam Permenpan no 36 tahun 2018 disebutkan bahwa sertifikat pendidik disetarakan dengan nilai maksimal TKB. Waaw, kartus as. Untuk penentuan kelulusan CPNS 2018 dalam formasi jabatan guru, bobot skor adalah TKD sebesar 40% dan TKB sebesar 60%. Bisa dibayangkan? bobot 60 % mendapatkan nilai maksimal karena telah memiliki sertifikat pendidik. Kita juga perlu tahu bahwa untuk mendapatkan sertifikat pendidik ini bukanlah hal yang mudah. Ada masa-masa yang berdarah-darah yang harus dilewati oleh mereka selaku pemegang sertifikat pendidik.. Bagaimanapun juga, ada tahap seleksi administrasi dan juga Tes Kompetensi Dasar yang harus bisa melewati passing grade yang semakin tahun semakin naik.

Permendikbud no 46 Tahun 2016

Pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 46 Tahun 2016 yang membahas mengenai Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik. Disebutkan pula bahwa guru harus memiliki kompetensi untuk mengajar suatu bidang pelajaran. Lebih lengkapnya, silahkan unduh file pdf berikut ini Permendikbud no 46 tahun 2016

Pentutup

Jadi, setelah membaca artikel ini semoga wawasan pembaca akan kisah pengajar geografi yang di SMA dan di SMK bisa semakin luas. Jika sekiranya ada hal yang ingin ditambahkan, silahkan hubungi penulis melalui kolom kontak. Salam.]]>

Badan Perjuangan Milik Swasta (Bums)

Badan Usaha MilikSwasta atau sanggup disingkat BUMS ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta dan berikut ini pembahasannya.

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) sanggup dibedakan sebagai berikut:

 

a.  Perusahaan Perorangan disingkat Po
Perusahaan jenis ini dimiliki, diawasi oleh seseorang, dan orang tersebut memperoleh semua laba dan menanggung risiko yang terjadi.

 

b.  Firma disingkat Fa
Firma ialah suatu komplotan anggota firma untuk menjalankan perusahaan atas nama bersama.

 

c.  Persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennotschap disingkat CV
Persekutuan komanditer ialah suatu bentuk perjanjian bersama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang tidak bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.

 

d.  Perseroan Terbatas disingkat PT
Jenis perusahaan ini sering pula dikenal dengan corporation (Co), limited (Ltd), atau Naamloze Vennotscap (NV).

 

3 Prinsip Akuntansi dan Penjelasannya

Prinsip Akuntansi – Akuntansi secara umum mempunyai beberapa prinsip penting, yaitu sebagai berikut :  Prinsip Entitas Bisnis (Bussiness Entity), Prinsip Objektivitas, dan Prinsip Biaya (Cost) . 

Berikut ini pembahasan lebih lengkap mengenai Prinsip Akuntansi:
 

1. Prinsip Entitas Bisnis (Bussiness Entity).
 Entitas Bisnis yaitu segala sesuatu yang berafiliasi dengan keuangan yang menyangkut suatu kesatuan usaha, dihentikan dicampur dengan kesatuan perjuangan lain atau dengan pemiliknya, dan sebaliknya.

 

2. Prinsip Objektivitas
 Objektivitas mempunyai maksud bahwa catatan dan laporan akuntansi harus menurut pada data yang mampu mendapatkan amanah sebagai laporan yang menyajikan isu yang sempurna dan berguna. 

3. Prinsip Biaya (Cost)

Cost artinya bahwa tetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh dicatat atas dasar biaya yang bahu-membahu disepakati dalam transaksi.

3 Jenis Badan Usaha di Indonesia

Jenis Badan Usaha – Dalam perekonomian negara kita terdapat beberapa jenis tubuh perjuangan yang biasa kita kenal, antara lain: Badan Usaha Koperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Berikut ini akan kita bahas secara lebih lengkap wacana masiing-masing jenis tubuh usaha yang kita kenal, yaitu sebagai berikut:

 

1.  Badan Usaha Koperasi
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, tubuh perjuangan koperasi ialah tubuh perjuangan yang beranggotakan orang perorang atau tubuh aturan koperasi dengan melandaskan kegiatannya menurut prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

 

2.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara pribadi yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau persero yang melaksanakan penawaran umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

 

3.  Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta.

 

a.  Perusahaan Perorangan disingkat Po
Perusahaan jenis ini dimiliki, diawasi oleh seseorang, dan orang tersebut memperoleh semua laba dan menanggung risiko yang terjadi.
b.  Firma disingkat Fa
Firma ialah suatu komplotan anggota firma untuk menjalankan perusahaan atas nama bersama.
c.  Persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennotschap disingkat CV Persekutuan komanditer ialah suatu bentuk perjanjian bersama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang tidak bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
d.  Perseroan Terbatas disingkat PT
Jenis perusahaan ini sering pula dikenal dengan corporation (Co), limited (Ltd), atau Naamloze Vennotscap (NV).

 

8 Jenis Pengangguran

Pengangguran ialah orang yang tidak mempunyai pekerjaan atau orang yang sedang mencari pekerjaan. Penganggur semacam ini dikategorikan sebagai penganggur terbuka.

 

Jenis Pengangguran berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi:

 

a.    Pengangguran Normal
Pengangguran normal ialah pengangguran sementara yang terjadi lantaran adanya impian pekerja untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
b.    Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural ialah pengangguran yang terjadi lantaran perubahan dalam struktur atau komposisi perekonomian.
c.    Pengangguran Friksional
Jenis Pengangguran yang terjadi lantaran kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia akhir terbatasnya gosip kerja atau ada gosip kerja, tetapi tidak sanggup tersampaikan pada pencari kerja.
d.    Pengangguran Teknologi
Pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi disebut pengangguran teknologi.
e.    Pengangguran Musiman
Pengangguran yang terjadi lantaran adanya perubahan ekspresi dominan yang memaksa tenaga kerja tidak sanggup bekerja.

 

 

Jenis Pengangguran berdasarkan lamanya jam kerja, dibedakan menjadi:

 

a.    Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka terjadi lantaran pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.
b.    Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran yang terjadi lantaran kelebihan tenaga kerja dalam aktivitas produksi semacam disebut pengangguran tersembunyi.
c.    Setengah Pengangguran
Setengah pengangguran ialah pengangguran yang terjadi lantaran tenaga kerja bekerja di

 

bawah jam kerja normal atau bekerja penuh waktu, tetapi produktivitasnya rendah.

 

Dampak Pengangguran terhadap Pembangunan Ekonomi adalah:

a.    rendahnya pendapatan nasional;
b.    rendahnya tingkat kemakmuran nasional;
c.    rendahnya tingkat akumulasi modal;
d.    rendahnya pertumbuhan ekonomi;
e.    rendahnya kualitas hidup;
f.     meningkatnya tindak kriminal;
g.    rendahnya stabilitas nasional.

 

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran

 

a.    melakukan penanaman modal;
b.    membuka lowongan kerja untuk mengurangi
c.    pengangguran;
d.    program pendidikan dan pembinaan kerja;
e.    melatih penduduk untuk berjiwa wirausaha.