Mengukur Pertumbuhan Penduduk

a. Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)

Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian. Dalam pertumbuhan alami, jumlah imigran dan emigran tidak diperhitungkan karena jumlahnya dianggap tidak signifikan. Rumus untuk menghitung pertumbuhan penduduk alami adalah sebagai berikut.
T = (L – M)
Keterangan:
T = pertumbuhan penduduk
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
Contoh Soal:
Misalkan pada tahun 2003 angka kelahiran kasar penduduk Pulau Jawa 50.000 jiwa dan angka kematiannya 20.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan penduduk alami Pulau Jawa?
T = L-M
= 50.000 – 20.000
= 30.000
Jadi, pertumbuhan penduduk alami Pulau Jawa tahun 2003 adalah 30.000 jiwa.
b. Pertumbuhan Penduduk Total
T = (L – M) + (I – E)
Berbeda dengan pertumbuhan penduduk alami, pertumbuhan penduduk total memperhitungkan migrasi (imigrasi dan emigrasi), dengan rumus sebagai berikut.
Keterangan:
T = pertumbuhan penduduk
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi
E = jumlah emigrasi
Contoh soal
Misalkan jumlah kelahiran kasar penduduk Pulau Jawa pada tahun 2003 adalah 50.000 jiwa dan kematian kasar 20.000 jiwa. Diketahui pula jumlah imigrasi ada 15.000 dan emigrasi ada 7,000. Coba hitung pertumbuhan penduduk total Pulau Jawa pada tahun 2003 tersebut.
T =(L – M) + (I – E)
= (50.000 – 20.000) + (15.000 – 7.000)
= 30.000 + 8.000
= 38.000
Jadi, pertumbuhan penduduk total Pulau Jawa tahun 2003 adalah 38.000 jiwa.
Pertumbuhan penduduk dapat digolongkan menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Pertumbuhan penduduk dikatakan rendah jika T kurang dari 1%, pertumbuhan penduduk dikatakan sedang jika T antara 1 – 2%, dan pertumbuhan penduduk dikatakan tinggi jika T di atas 2%.
]]>