Menghitung jumlah penduduk

Dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:

a. Sensus Penduduk
Sensus penduduk bertujuan menghitung jumlah orang atau penduduk suatu negara. Sensus diartikan sebagai penghitungan penduduk suatu negara dengan cara mengumpulkan, menghimpun dan menyusun data penduduk baik penduduk asli maupun pendatang pada waktu tertentu dan wilayah tertentu.
Unit cacah pada sensus adalah perorangan dan bukan keluarga, atau rumah tangga, sensus dilakukan secara periodik dan akhirnya sensus barulah dikatakan selesai bila keterangan-keterangan yang dikumpulkan sudah diterbitkan. Sensus dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensur de facto dan de jure. Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau pencacahan penduduk yang dilakukan terhadap setiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada dalam wilayah sensus. Sensus de jure adalah pencacahan yang hanya dikenakan pada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut.
Tabel Perkembangan jumlah Penduduk Indonesia
menurut beberapa sensus (1930 – 2000)
No Tahun Sensus
Jumlah Penduduk
(Juta)
     
1
2
3
4
5
6
1930
1961
1971
1980
1990
2000
60,7
97,1
119,2
147,5
179,3
209,6
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2003
b. Registrasi
Selain sensus, jumlah penduduk dapat pula diketahui dengan registrasi atau pencatatan. Regristasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting manusia, misal perkawinan, perceraian, pengangkatan anak dan perpindahan penduduk.
c. Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh daerah. Jadi pencacahan penduduk metode survei tidak dilakukan di seluruh wilayah negara, melainkan hanya pada daerah tertentu yang dianggap mewakili seluruh wilayah negara tersebut. Misalnya, Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS).
]]>