Letak Astronomis Indonesia

a. Pengertian Letak Astronomis

Letak astronomis adalah letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan titik barat dan titik timur serta sejajar dngan garis khztulistiwa. Garis Khatulistiwa adalah garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besar, yaitu belahan bumi utara dan selatan. Garis ini juga disebut garis euator atau garis lini atau garis 0°.
Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan bum. Garis bujur bumi dibagi menjadi 360° yang terbagi atas 180°BT dan 180°BB. Perhitungan garis bujur 0° dimulai dari kota Greenwich di dekat kota London, Inggris. Garis ini digunakan untuk menentukan waktu suatu daerah.
Letak astronomis Indonesia berada di ntara 6° LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Wlayah Indonesia yang paling utara adalah (Pulau Weh d Nanggroe Aceh Darusalam) terletak pada 6°LU dan wilayah paling selatan (Pulau Roti d Nusa Tenggara Timur) terletak pada 11°LS. Wilayah Indonesia paling barat berada di ujung PulU Sumatera terletak pada 95°BT dan paling timru (Kota Merauke) terletak pada 141°BT.
clip_image002
Gambar 4.2 Garis lintang dan garis bujur pada bola dunia
b. Pengaruh letak Astonomis Indonesia
Akibat letak astronomis Indonesia maka wilayah Indonesia beriklim tropis. Ciri-ciri wilayah beriklim tropis adalah sebagai berikut :
  1. Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
  2. Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
  3. Memiliki curah hujan tinggi.
  4. Memiliki hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Karena letak astronomis Indonesia maka diadakan pembagian daerah dan waktu. Berdasarkan keputusan presiden RI no. 41 Tahun 1987 yang brlaku mulai tanggal 1 Januari 1988, pembagian waktu di Indonesia ditetapkan sebagai berikut:
1. Waktu Indonesia Barat (WIB)
Meliputi seluruh Puau Sumatera, Jawa-Madura, kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia bagian barat menggunakan standar bujur 105°Btyang memiliki selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT.
2. Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah menggunakan standar bujur 120°BT yang memiliki selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT.
3. Waktu Indonesia Timur
Meliputi Kepulauan Maluku, Pualu Papua dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Waktu Indonesia Timur menggunakan standar bujur 135°BT yang memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT.
clip_image004
Gambar 4.3 Pembagian waktu di Indonesia
]]>