Home EkonomiAkutansi dan Sistem Informasi Laporan Keuangan : Karakteristik, Konsep, Jenis

Laporan Keuangan : Karakteristik, Konsep, Jenis

by Ekonomi
0 comment
Laporan keuangan merupakan output dari proses akuntansi. Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah gambaran mengenai dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. Dari pengertian tersebut kita ketahui bahwa laporan keuangan merupakan sumber informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. 
Pada dasarnya laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan yang merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode. Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang didalamnya memuat informasi keuangan yang disusun dengan cara dan bentuk tertentu sesuai dengan pedoman dan tata cara pencatatan yang umum berlaku.
Sebagai sumber informasi maka laporan keuangan harus mempunyai karakteristik tertentu. Karakteristik kualitatif laporan keuangan sebagai berikut. 
  • a.    Laporan keuangan sebagai sumber informasi harus mudah dipahami oleh pemakai. Di sini diasumsikan bahwa pemakai telah memiliki pengetahuan tentang akuntansi dan aktivitas ekonomi yang lain.
  • b. Informasi dalam laporan keuangan harus relevan dalam memenuhi kebutuhan pemakai dalam mengambil keputusan. Laporan keuangan dapat membantu para pemakai dalam mengevaluasi program kerja dan digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
  • c.    Laporan keuangan harus andal, dalam arti dari laporan keuangan menyajikan informasi yang jujur dan wajar. Jujur, maksudnya harus menggambarkan peristiwa atau aktivitas ekonomi yang seharusnya.
  • d.    Laporan keuangan harus netral, maksudnya informasi disajikan untuk kebutuhan umum pemakai dan tidak untuk memenuhi kebutuhan pihak- pihak tertentu.
  • e.    Laporan keuangan dapat digunakan oleh pemakai sebagai perbandingan dengan laporan keuangan pada periode-periode yang lain. Perbandingan laporan keuangan antarperiode bertujuan untuk mengidentifikasi posisi keuangan perusahaan. Penyusunan laporan keuangan didasarkan pada konsep-konsep atau anggapan-anggapan tertentu, sehingga laporan keuangan tersebut mempunyai bentuk dan isi yang sudah tertentu pula. 
Baca Juga :   5 Penggolongan Akun Menurut Jenis dan Susunan Informasi yang Disajikan Dalam Laporan Keuangan

Adapun konsep-konsep yang mendasari penyusunan laporan keuangan tersebut sebagai berikut:

a.   Konsep Kesatuan Usaha

Konsep kesatuan usaha adalah konsep yang menyatakan bahwa dari segi akuntansi unit usaha atau perusahaan harus dianggap sebagai badan atau organisasi yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari pemilik. Pemilik dianggap sebagai pihak luar perusahaan, sehingga hubungan antara perusahaan dengan pemilik dapat dianggap sebagai hubungan utang piutang.

b.   Konsep Nilai Historis

Konsep nilai historis yaitu suatu konsep yang menyatakan bahwa akuntansi hanya mencatat transaksi dengan nilai rupiah pada saat terjadinya, tanpa memerhatikan perubahan daya beli uang. Dengan demikian akuntansi menganggap bahwa daya beli uang adalah tetap (konstan).

c.   Konsep Waktu

Konsep ini menyatakan bahwa akuntansi menggunakan metode periode/ waktu sebagai dasar dalam mengukur dan menilai kemajuan perusahaan. Dengan konsep ini akuntansi pada umumnya menggunakan dasar waktu atau akrual basis dalam mencatat pendapatan dan biaya. Artinya, pendapatan yang diakui (dicatat) bukan hanya yang sudah diterima uangnya tetapi juga pendapatan yang belum diterima uangnya tetapi sudah menimbulkan hak menagih (piutang). Sebaliknya biaya akan diakui (dicatat) tidak hanya yang sudah dibayar tetapi juga untuk biaya yang belum dibayar, tetapi sudah menimbulkan kewajiban untuk membayar sehingga terjadi utang beban.
Pada umumnya laporan keuangan terdiri atas:
  • a.    Laporan Laba-Rugi
  • b.    Laporan Perubahan Modal
  • c.    Neraca
  • d.    Laporan Arus Kas
  • e.    Dilengkapi dengan catatan dan penjelasan laporan keuangan

Untuk pembahasan kita kali ini hanya terbatas pada Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Neraca.

A.   Laporan Laba-Rugi

Tentunya pemilik perusahaan ingin mengetahui besarnya hasil usaha perusahaan, apakah memperoleh laba atau mengalami kerugian. Untuk itu disusunlah laporan laba-rugi. Laporan laba- rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Dalam laporan laba- rugi terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut.
1)   Pendapatan dari Kegiatan Pokok Perusahaan
Pendapatan ini berasal dari kegiatan usaha yang utama dalam perusahaan. Jika perusahaan jasa maka pendapatannya adalah pendapatan jasa, sedangkan dalam perusahaan dagang pendapatannya disebut penjualan barang dagangan.
2)   Beban yang Timbul Akibat Kegiatan Pokok Perusahaan
Beban yang ditimbulkan untuk melakukan kegiatan pokok usaha disebut beban usaha. Beban usaha misalnya: beban gaji, beban perlengkapan, beban administrasi, dan lain-lain.
3)   Pendapatan dari Luar Kegiatan Pokok
Pendapatan ini berasal dari kegiatan di luar usaha pokok perusahaan. Misalnya dalam perusahaan jasa memperoleh pendapatan bunga bank. Bunga bank bukan merupakan hasil usaha pokok tetapi berasal dari bank.
4)   Beban yang Timbul dari Kegiatan di Luar Kegiatan Pokok
Beban ini merupakan beban untuk membiayai kegiatan di luar kegiatan pokok usaha, misalnya beban bunga, beban sewa, beban karena kehilangan (kecurian peralatan).
 

B.   Laporan Perubahan Modal

Selain menyusun laporan laba-rugi juga menyusun laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan modal perusahaan. Dari laporan perubahan modal dapat diketahui besarnya modal
yang ditanam pemilik perusahaan.

C.   Neraca

Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu yang dinyatakan dalam jumlah uang. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki maupun jumlah kewajiban dan modal perusahaan.
Terdapat dua bentuk neraca yang lazim digunakan, yaitu: bentuk stafel dan bentuk skontro. Perbedaan pokok antara kedua bentuk neraca ini adalah bahwa pada neraca bentuk skontro, aktiva disusun di bagian kiri dan pasiva (kewajiban dan modal) disusun di bagian kanan. Adapun pada neraca bentuk stafel, aktiva dan pasiva disusun dengan urutan ke bawah atau vertikal. Untuk perincian terhadap masing-masing kelompok, baik aktiva maupun pasiva tidak ada perbedaan di antara kedua bentuk neraca tersebut.

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment