Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan

Penduduk suatu negara dikatakan berkualitas tinggi apabila tingkat kesehatannya juga tinggi. Sebaliknya, apabila tingkat kesehatannya rendah, kualitas penduduknya juga dinilai rendah.

Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tingkat kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya tingkat kesehatan penduduk ini, antara lain dipengaruhi oleh faktor makanan, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan ketersediaan tenaga medis (perawatan dan dokter).
Tingkat kesehatan penduduk suatu negara dapat dinilai dari tinggi rendahnya angka kematian kasar, angka kematian bayi, dan umur harapan hidup. Tingkat kesehatan penduduk dikatakan tinggi apabila angka kematian kasar dan angka kematian bayinya rendah, tetapi umur harapan hidupnya tinggi. Sebaliknya, suatu negara dikatakan tingkat kesehatannya rendah apabila negara tersebut mempunyai angka kematian kasar dan angka kematian bayi tinggi serta umur harapan hidupnya rendah.
Angka kematian kasar adalah jumlah kematian tiap 1.000 penduduk yang lahir hidup dalam satu tahun. Di Indonesia, pada tahun 1999 angka kematian bayinya adalah 71 tiap 1.000 lahir hidup.
Dalam upaya menaikkan tingkat kesehatan masyarakat, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, antara lain sebagai berikut.
1) Memperbanyak dan meningkatkan fungsi rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain.
2) Menambah jumlah serta menaikkan kualitas tenaga medis.
3) Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, gizi, dan lingkungan.
4) Mengadakan imunisasi massal secara murah atau gratis.
5) Mengadakan Posyandu.
]]>