Kualitas Penduduk Menurut Mata Pencaharian Penduduk

Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, maka kualitas tenaga kerja pun menjadi meningkat, sehingga lapangan kerja yang ada dapat terisi oleh tenaga kerja yang berkualitas baik. Dengan meningkatnya kualitas tenaga kerja, maka ketergantungan pada tenaga ahli asing dapat dikurangi, sehingga sumber daya alam yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup penduduk.

Pada tahun 1975 jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 49 juta, dalam tahun 1985 menjadi 63 juta dan pada tahun 2000 menjadi 89 juta. Proyeksi pertambahan angkatan kerja antara tahun 1975 – 1985 sebesar 14 juta dan dalam tahun 1985 – 2000 sebesar 26 juta. Tentu saja hal ini memerlukan perhatian khusus. Akibat pertambahan penduduk yang tinggi, maka jumlah angkatan kerja tidak seharusnya dapat terserap. Bahkan, semakin ketatnya persaingan tenaga kerja, maka angkatan kerja muda yang merupakan tenaga kerja kurang produktif pun ikut bersaing. Hal ini kurang menguntungkan usaha pembangunan secara nasional karena golongan muda kurang produktif tersebut merupakan beban.
Sesuai dengan asas pemerataan yang ditetapkan sebagai kebijaksanaan umum pembangunan nasional, maka pemerintah mempunyai empat kebijaksanaan umum di bidang perluasan kesempatan kerja, seperti berikut ini.
a) Kebijaksanaan di bidang ekonomi dan sosial
Di bidang ekonomi dilakukan kebijaksanaan yang mencakup fiskal, moneter, dan investasi yang dapat menumbuhkan kesempatan kerja. Sementara di bidang sosial dilakukan kebijaksanaan kependudukan untuk mewujudkan keluarga kecil yang sehat dan sejahtera atau keluarga kecil bahagia.
b) Kebijaksanaan sektor produksi
Di berbagai sektor diusahakan terciptanya perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produksi.
c) Kebijaksanaan regional (daerah)
Kebijaksanaan daerah adalah kebijaksanaan untuk mengerahkan tenaga kerja dari daerah yang berlebihan ke daerah yang membutuhkan, misalnya melalui AKAD (Antar Kerja Antar Daerah), AKL (Antar Kerja Lokal) bahkan diusahakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri melalui AKAN = (Antar Kerja Antar Negara).
d) Kebijaksanaan khusus
Secara khusus dalam waktu relatif pendek pemerintah menyediakan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah, terutama masyarakat pedesaan.
Di samping kebijaksanaan umum yang telah disebutkan di atas, pemerintah menjalankan kebijaksanaan khusus yang dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain sebagai berikut.
a) Mengurangi pengangguran di daerah-daerah berpenduduk padat, miskin, dan rawan terhadap bencana alam melalui berbagai program, misalnya pembangunan desa.
b) Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja melalui Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK), Bursa Tenaga Kerja, dan cara-cara efektif lainnya.
c) Meningkatkan keterampilan yang dapat berpengaruh pada peningkatan produktivitas, terutama tenaga kerja usia muda dan wanita pedesaan melalui program latihan dan keterampilan tenaga kerja.
]]>