KONSERVASI SUMBER DAYA HAYATI LAUT

Konsevasi sumberdaya hayati laut merupakan salah satu implementasi pengelolaan ekosistem sumberdaya laut dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Kawasan konservasi biasanya dilindungi oleh hukum, sehingga sering disebut sebagai kawasan lindung.

  1. Tujuan Konservasi Laut
Menurut IUCN (1994) ada beberapa tujuan kawasan konservasi atau konservasi laut, yaitu :
  • Melindungi dan mengelola sistem laut dan estuaria supaya dapat dimanfaatkan secara terus menerus dalam jangka panjang dan mempertahankan keaneragaman hayati.
  • Untuk melindungi penurunan, tekanan, populasi dan spesies langka, terutama pengawetan habitat untuk kelangsungan hidup mereka.
  • Melindungi dan mengelola kawasan yang secara nyata merupakan siklus hidup spesies ekonomis penting.
  • Mencegah aktivitas liar yang memungkinkan kerusakan kawasan konservasi laut.
  • Memberikan kesejahteraan yang secara terus menerus kepada masyarakat dengan menciptakan konservasi laut; menyelamatkan, melindungi,dan mengelola daera-daerah yang memiliki mulut sungau dan estuaria yang mempunyai nilai sejarah dan budaya, serta nilai-nilai estetika alam, untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
  • Mempermudah dalam menginterpretasikan sistem laut dan estuaria untuk tujuan konservasi, pendidikan dan pariwisata.
  • Menyediakan pengelolaan yang sesuai, yang mempunyai spektrum luas bagi aktivitas manusia dengan tujuan utamanya adalah penataan laut dan estuaria.
  • Menyediakan sarana untuk penelitian, dan untuk pemantauan pengaruh aktivitas manusia terhadap lingkungan, termasuk pengaruh langsung dan tidak langsung daripada pembangunan dan pemanfaatan lahan di daratan.
  1. Manfaat Konservasi Laut
Meruntut dari tujuan penetapan kawasan konservasi laut seperti yang diungkap IUCN (1994) dan Gubbay (1995), maka dengan pemberlakuan segala aturan yang berlaku di kawasan konservasi, maka ada beberapa manfaat kawasan konservasi laut, yaitu:
  • Terjaminnya kelangsungan hidup jangka panjang ekosistem laut di daerah kawasan.
  • Terlindunginya jumlah populasi organisme dari kemungkinan aktivitas manusia, terutama spesies langka.
  • Terpeliharanya siklus hidup spesies, terutama yang memiliki ekonomis penting.
  • Terjaganya kawasan dari aktivitas luar, yang memungkinkan terjadinya perusakan kawasan konservasi laut.
  • Tetap terjaganya sumberdaya hayati laut, sebagai sumber kehidupan atau kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
  • Terselamatkannya lokasi-lokasi bersejarah dan berbudaya, serta nilai-nilai estetika di wilayah laut dan estuaria, untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
  • Kemudahan dalam menginterpretasikan sistem laut dan estuaria untuk tujuan konservasi, pendidikan, dan pariwisata.
  • Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan yang sesuai, yang mempunyai spektrum luas bagi aktivitas manusia dengan tujuan utamanya adalah penataan laut dan estuaria.
  • Tersedianya tempat penelitian dan pelatihan, dan pemantauan pengaruh lingkungan dari aktivitas manusia.
]]>