Klasifikasi sumber daya alam berdasarkan pembentukannya

Berdasarkan pembentukannya, sumber daya alam dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

a. sumber daya alam yang dapat diperbaharui. (renewable resource)
Disebut sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu relatif cepat. Dengan demikian, sumber daya alam ini tidak cepat habis. Pembaharuan dapat dilakukan dengan dua jalan :
  1. pembaharuan dengan reproduksi. Pembaharuan ini terjadi pada sumber daya alam hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah. Sekalipun demikian, bila pengelolaannya tidak tepat, sumber daya alam hayati dapat punah. Sekali spesies hewan dan tumbuhan punah, maka alam tidak dapat memperbaharui atau membentuk lagi. Seringkali aktivitas manusia yang kurang bertanggung jawab bisa menyebabkan sumber daya alam hayati menurun kualitas dankeaneka ragamannya, misalnya karena pengaruh pencemaran. Sebaliknya dengan penerapan prinsip-prinsip genetika, misalnya hibridasi dan rekayasa genetika, sumber daya alam ini dapat ditingkatkan kualitas dan keanekaragamannya.
  2. pembaharuan dengan adanya siklus. Beberapa sumber daya alam, air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar membentuk siklus. Dengan demikian selalu terjadi pembaruan. Aktivitas manusia berikut ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sumber daya alam :
· pencemaran udara akan menurunkan kualitas atmosfer bumi, serta
· penebangan hutan dapat menurunkan kualitas air tanah dan menimbulkan banjir.
clip_image002
Gambar 4.1 siklus hidrologi dibumi berupa gerakan uap air menuju atmosfer yang diimbangi turunnya hujan dan salju.
b. sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.(unrenewable resource)
Sumber daya alam ini terdapat dalam jumlah relatif statis karena tidak ada penambahan atau pembentukannya sangat lambat bila dibandingkan dengan umur manusia. Pembentukannya kembali memerlukan waktu ratusan bahkan jutaan tahun. Manusia tidak dapat memanfaatkannya selama 2-3 generasi. Sumber daya alam ini dapat habis. Contoh : bahan mineral, batu bara, gas alam, dan sumber daya alam fosil lainnya. Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, sumber daya alam ini dibedakan menjadi dua golongan :
  1. sumber daya alam yang tidak cepat habis. Tidak cepat habis karena nilai konsumtif terhadap barang tersebut relatif kecil. Manusia hanya memanfaatkannya dalam jumlah sedikit. Di samping itu, sumber daya ini dapat dipakai secara berulang-ulang hingga tidak cepat habis. Contoh : intan, batu permata, serta logam mulia (emas)
  2. sumber daya alam yang cepat habis. Cepat habis karena nilai konsumtif akan barang itu relatif tinggi. Manusia menggunakan dalam jumlah yang banyak, sehingga sumber daya alam ini akan cepat habis. Disamping itu, daur ulangnya sukar dilakukan. Contoh : gas alam, bensin, bahan bakar lainnya.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui kebanyakan didapat dari bahan galian. Menurut cara terbentuknya bahan galian dibedakan menjadi berikut :
1. Bahan galian magmatik, yaitu bahan galian yang terjadi dari magma dan bertempat di dalam atau berhubungan dan dekat dengan magma.
2. Bahan galian pematit, yaitu bahan galian yang terbentuk di dalam diatrema dan dalam bentukan instrusi(gang, apofisa)
3. Bahan galian hasil endapan, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena pengendapan di dasar sungai atau genangan air melalui proses pelarutan ataupun tidak.
4. Bahan galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena proses pelarutan pada batuan hasil pelapukan. Konsentrasi terjadi di tempat asal batuan itu karena bagian campurannya larut dan terbawa air, atau konsentrasi mineral terjadi di permukaan air tanah karena mineral itu terbawa ke lapisan yang lebih rendah setelah dilarutkan dari lapisan batuan di atasnya.
5. Bahan galian hasil metamorfosis kontak, yaitu batuan sekitar magma yang karena bersentuhan dengan magma berubah menjadi mineral ekonomik.
6. Bahan galian hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif rendah(di bawah 500 C)
Dalam Undang-Undang No.11 tahun 1976 tentang pertambangan, bahan galian diklasifikasikan menurut kepentingannya bagi negara seperti berikut :
Golongan A, yaitu golongan bahan galian strategis. Bahan galian ini penting untuk pertahanan/keamanan negara atau untuk menjamin perekonomian negara.
Contoh : semua jenis batu bara, minyak bumi, bahan radioaktif, tembaga, alumunium(bauksit), timah putih, mangaan, besi, nikel, dan sebagainya.
Golongan B, yaitu golongan bahan galian vital. Bahan galian ini penting untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Contoh : emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu permata dan setengah permata, mika, asbes dan sebagainya.
Golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk kedalam golongan A maupun B.
Contoh : bahan galian yang tidak termasuk batuan industri, seperti yang tertulis diatas.
]]>