Klasifikasi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang terdapat di alam harus dikelompokkan atau digolongkan agar memudahkan pemahaman mengenai sifat-sifat sumber daya tersebut. Selain itu, klasifikasi sumber daya alam mempermudah dalam merencanakan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya ter- sebut agar tidak cepat habis, namun dapat memberi manfaat yang optimal bagi kehidupan manusia.

Sumber daya alam berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu sebagai berikut.
  1. Sumber daya lahan atau tanah
  2. Sumber daya hutan
  3. Sumber daya air
  4. Sumber daya laut
  5. Sumber daya mineral
Sumber daya alam berdasarkan ketersediaannya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
  1. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau sumber daya alam yang akan habis dipakai (exhaustiblresources), mencakup sumber daya energi dan mineral.
  2. Sumber daya alam yang dapat diperbarui atau sumber daya alam yang tidak akan habis dipakai (renewable resources), seperti sinar matahari dan tanah.
Sumber daya alam menurut Barlow dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
1. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui memiliki sifat bahwa volume fisik yang tersedia tetap dan tidak dapat diperbarui atau diolah kembali. Terbentuknya sumber daya alam yang tergolong dalam kelompok ini memerlukan waktu ribuan tahun. Misalnya, batubara, minyak bumi, mineral, batu-batuan, dan logam.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
  • Sumber daya alam yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimiawi karena penggunaannya, seperti batubara, mineral, dan minyak bumi.
  • Sumber daya alam yang memiliki unsur penggunaan yang lama dan sering dipakai ulang, seperti logam dan batu-batuan.
2. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui memiliki sifat terus- menerus tersedia dan dapat diperbarui, baik oleh alam itu sendiri maupun dengan bantuan manusia. Misalnya, sumber daya air (baik yang mengalir di sungai maupun yang tidak mengalir, seperti di laut dan di danau), angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari, dan bulan. Meskipun demikian, penggunaan sumber daya alam jenis ini harus diperhatikan sebaik mungkin, karena kesalahan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui ini dapat mengakibatkan kerugian. Misalnya, terjadi pencemaran lingkungan terhadap air dan udara akan mengakibatkan hilangnya manfaat yang dapat diperoleh dari air atau udara tersebut.
3. Sumber Daya Alam yang Memiliki Sifat Gabungan,
Sumber daya alam yang memiliki sifat gabungan merupakan per- paduan antara sumber daya alam yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam ini dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a. Sumber Daya Biologis
Sumber daya alam yang termasuk pada golongan ini adalah hasil panen, hutan, margasatwa, padang rumput, perikanan, dan peternakan. Sumber daya alam jenis ini memiliki ciri seperti sumber daya alam yang dapat diperbarui karena dapat diperbaiki setiap saat melalui adanya per- awatan yang difungsikan untuk melindungi, serta pemakaiannya sesuai dengan persediaan dan kebutuhan.
Dalam periode tertentu, sumber daya alam jenis ini dapat digolongkan ke dalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, yaitu pada saat sumber daya alam tersebut menjadi sangat berkurang pertumbuhannya sebagai akibat dari pemakaian yang berlebihan dan sikap yang kurang bertanggung jawab.
b. Sumber Daya Lahan (Tanah)
Sumber daya lahan (tanah) menggambarkan gabungan antara sifat sumber daya alam yang dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui, dan sumber daya biologis. Contohnya, kesuburan tanah. Kesuburan tanah berhubungan dengan adanya kegiatan organisme, sifat kimia alami tanah, dan aktivitas akar tanaman agar unsur hara di dalam tanah dapat diserap tanaman. Keadaan ini merupakan sifat dari sumber daya alam yang dapat diperbarui karena manusia dapat memanipulasi kesuburan tanah sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama sampai ratusan atau ribuan tahun. Misalnya, petani menggunakan pupuk hijau dan kompos dalam kegiatan budidaya.
Sifat lahan (tanah) yang merupakan sifat dari sumber daya biologis adalah apabila sumber daya lahan (tanah) ditingkatkan, dipertahankan, atau digunakan maka kesuburannya bertambah atau berkurang sebagai akibat dari pengaruh tangan manusia. Contoh yang lain adalah tekstur tanah yang dalam proses pembentukannya memerlukan waktu yang relatif lama serta relatif sulit untuk mengubahnya sehingga merupakan sifat seperti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
sumber :
Hartono. 2009. Geografi 2 Jelajah Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. CV. CITRA PRAYA
]]>