Keterbatasan Ekologis dalam Pembangunan dan Upaya Mengatasinya

Pembangunan pada dasarnya adalah mengubah lingkungan dengan tujuan mengambil manfaat dan mengurangi atau memperkecil risiko dari lingkungan itu. Misalnya, membuka lahan sawah yang berasal dari hutan, bertujuan untuk memproduksi bahan makanan. Dengan mengubah hutan atau lahan lain menjadi sawah maka berubahlah keseimbangan lingkungan.

Pengelolaan lingkungan dalam pembangunan mempunyai cara sebagai berikut:
  1. sebelum merencanakan pembangunan, terlebih dulu direncanakan pengelolaan lingkungannya;
  2. memperkirakan dampak proyek pembangunan yang direncanakan terhadap lingkungan;
  3. perencanaan pengelolaan lingkungan untuk memperbaiki lingkungan yang rusak oleh manusia maupun oleh alam;
  4. pengelolaan lingkungan secara rutin.
Perencanaan pengelolaan lingkungan harus dilakukan terlebih dahulu karena adanya keterbatasan ekologis dalam mengantisipasi dampak yang diakibatkan oleh proyek tersebut. Upaya mengatasinya adalah sebagai berikut.
1. Sebelum pembangunan dilaksanakan, terlebih dulu dilakukan analisis yang disebut Analisis Dampak Lingkungan (Andal). Andal merupakan sarana untuk memeriksa kelayakan rencana proyek yang dilakukan sebelum proyek itu dilaksanakan. Pada Pasal 16 Undang-Undang No.4
Tahun 1982, dinyatakan bahwa Setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah.
Untuk melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) harus dipenuhi dua syarat, sebagai berikut:
  • harus ada rencana kegiatan, kegiatan itu harus diperinci agar dapat perkirakan dampak yang akan terjadi;
  • harus ada garis dasar, yaitu suatu acuan untuk pengukuran dampak, misalnya kondisi lingkungan yang diperkirakan akan terjadi apabila proyek dilakukan.
Dampak lingkungan proyek adalah perbedaan antara kondisi lingkungan yang diperkirakan akan terjadi tanpa adanya proyek dan kondisi lingkungan dengan adanya proyek.
2. Bagi proyek yang telah jadi, digunakan metode Analisis Manfaat dan Risiko Lingkungan (AMRIL). Rencana pengelolaan lingkungan yang mencakup risiko dan manfaat digunakan dalam AMRIL.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>