Kekurangan dan Kelebihan Badan Usaha Swasta, Firma, Persekutuan Komanditer dan Perseroan Terbatas

Telah dijelaskan di atas bahwa ada beberapa bentuk badan usaha swasta yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan itu di antaranya Badan Usaha Perseorangan, Firma, Persekutuan Komanditer dan Perseroan Terbatas. Tujuan mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan badan usaha adalah untuk memilih dan mengantisipasi kekurangan dan kelebihan masing-masing badan usaha, sehingga apabila ingin memberikan suatu usaha bisa menyesuaikan antara jenis usaha dan bentuk badan usaha yang sesuai.

1. Kelebihan dan Kekurangan Badan Usaha Perseorangan

(a) Kelebihan

Pertama, organisasi yang mudah (easy of organization). Mengorganisasi Perusahaan Perseroan relatif mudah, selain karena perusahaan kecil, aktivitas-aktivitasnya relatif terbatas.
Kedua, kebebasan bergerak (freedom of action). Pemilik perusahaan perseorangan mempunyai kebebasan luas, sebab setiap keputusannya merupakan kata terakhir. Ia bebas menambah jumlah atau jenis barang yang diproduksikan atau diperdagangkan, karena tiada orang lain yang mempersoalkan kebijaksanaan-nya. Tenggang-menenggang dalam soal-soal manajemen tidak perlu, sebab dia
sendiri yang memegang kekuasaan di dalam perusahaan. Dalam beberapa hal kebebasan itu ada batasnya, seperti dalam penetapan upah buruh, mengimpor atau mengekspor barang-barang dan lain sebagainya.
Ketiga, penerimaan seluruh keuntungan (retention of all profits). Perusahaan perseorangan memberi kemungkinan seluruh keuntungan diberikan kepada seseorang. Pada bentuk-bentuk badan perusahaan lainnya, keuntungan dibagi antara pemilik perusahaan.
Keempat, pajak yang rendah (low taxes). Terhadap perusahaan perseorangan tidak dikenakan pajak; pemungutan pajak hanya dilakukan pada pemilik perusahaan perseorangan dari penghasilannya, karenanya sering disebut bahwa pajak pada Perusahaan Perseorangan relatif kecil.
Kelima, tidak ada kemungkinan bocornya rahasia (secrecy). Perusahaan Perseorangan merupakan suatu jenis perusahaan di mana rahasia tertentu dapat dijamin tidak akan bocor, karena umumnya pengusaha sendirilah yang menjalankan tugas-tugas penting, seperti pencampuran unsur-unsur bahan dalam proses produksi.
Keenam, ongkos organisasi yang murah (low organization cost). Dari berbagai bentuk badan perusahaan, Perusahaan Perseorangan mengeluarkan ongkos organisasi yang relatif murah, terutama karena bagian-bagian dan personalia relatif kecil.
Ketujuh, undang-undang dan peraturan-peraturan yang membatasi gerak Perusahaan Perseorangan relatif sedikit jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk perusahaan lain.
Kedelapan, dorongan perseorangan. Pengusaha perseorangan pada umumnya berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan yang ada padanya agar perusahaan dapat merealisasikan tujuannya, yakni mendapat laba.

(b) Kekurangan

Pertama, tanggung jawab perusahaan yang tidak terbatas (unlimited liability). Bagi setiap bentuk perusahaan, memperoleh keuntungan yang menjadi tujuannya, merupakan hal yang rumit, tergantung pada kebijaksanaan perusahaan, lapangan kegiatan yang dilakukan, keadaan perekonomian dan sebagainya. Perusahaan yang terus menderita kerugian, ada kemungkinan terpaksa menutup perusahaan. Bagi Perusahaan Perseorangan, bila kekayaan perusahaan belum dapat menutup segala hutangnya, maka kekayaan pribadi pengusaha perusahaan perseorangan menjadi jaminan untuk membayar hutang perusahaan. Itulah sebabnya maka dikatakan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak terbatas.
Kedua, besarnya modal perusahaan terbatas (limitation on size). Penanaman modal yang dilakukan Perusahaan Perseorangan seringkali terbatas, karena terbentur dalam usaha pinjaman.
Ketiga, kontinuitas yang tidak terjamin, (lack of continuity). Bila pemilik perusahaan meninggal atau dipenjarakan, praktis perusahaan akan menghentikan aktivitasnya. Demikian pula bila usia pemilik perusahaan semakin lanjut, kelangsungan hidup perusahaan mulai terancam. Isteri atau anak-anak mungkin berusaha melanjutkan aktivitas perusahaan, namun tidak cukupnya pengalaman, menyebabkan perusahaan mengalami kemunduran.
Keempat, kesulitan dalam soal pimpinan. Bila Perusahaan Perseorangan mengalami ekspansi selalu timbul masalah dalam soal pimpinan; sebab pengetahuan pengusaha tidak cukup untuk dapat mengorganisir perusahaan dengan baik. Menarik dan menempatkan orang-orang yang cakap, sering terbentur dalam hal delegasi tugas dan kekuasaan. Pengusaha Perusahaan Perseorangan sering takut atau memang tidak tahu bagaimana mendelegasikan tugas dan kekuasaan dengan cara yang efektif.

2. Kelebihan dan Kekurangan Firma

(a) Kebaikan

Pertama, kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi, jika dibandingkan dengan Perusahaan Perseorangan. Persekutuan dengan Firma pada umumnya mempunyai kapital relatif lebih besar daripada Perusahaan Perseorangan.
Kedua, tergabungnya alasan-alasan rasional. Pada Persekutuan dengan Firma ada beberapa pemilik, yang memberi kemungkinan tiap tindakan besar yang akan diambil lebih dulu dipertimbangkan matang-matang dan setiap pemilik dapat memberi pendapat. Sering terjadi bahwa tindakan yang didasarkan atas musyawarah menghasilkan kebenaran dan mendatangkan keuntungan.
Ketiga, perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada perusahaan. Setiap sekutu dalam Persekutuan dengan Firma bertanggung jawab bukan saja pada tindakan-tindakannya tetapi pula terhadap sekutu lain, karenanya setiap sekutu menaruh perhatian yang sungguh-sungguh pada perusahaan.

(b) Kekurangan

Pertama, tanggung jawab yang tidak terbatas dari setiap sekutu. Dalam pembukuan Persekutuan dengan Firma, kekayaan pribadi masing-masing sekutu terpisah dengan kekayaan perusahaan, namun kekayaan pribadi setiap sekutu menjadi jaminan bagi hutang-hutang Persekutuan dengan Firma, bila terjadi likuidasi perusahaan.
Kedua, pimpinan dipegang oleh lebih dari seorang. Adanya pimpinan yang lebih dari seorang, kecuali kalau ada batasan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing sekutu, sering menimbulkan perselisihan paham. Hal yang demikian dapat membawa akibat bukan saja dalam kerja sama tetapi pula dalam pelaksanaan tugas masing-masing sekutu.
Ketiga, Persekutuan dengan Firma berakhir karena:
a. Meninggalnya seorang sekutu atau jatuh pailit seorang sekutu.
b. Dibubarkan hakim karena alasan-alasan sah
c. Masa untuk Persekutuan dengan Firma telah habis dan
d. Seorang sekutu menarik diri.
Keempat, penanaman modal beku (frozen capital). Bagi seseorang yang menginvestasikan pada Persekutuan dengan Firma dilihat dari sudut likuiditas, merupakan tempat penanaman modal yang kurang baik. Orang dengan mudah menginvestasikan uangnya pada Persekutuan dengan Firma, tetapi untuk menarik kembali modal yang diinvestasikan adalah agak sulit. Tidak setiap waktu, seorang sekutu dapat menarik kembali modal yang telah disetorkan ke dalam Persekutuan dengan Firma.

3. Kelebihan dan Kekurangan Persekutuan Komanditer


(a) Kelebihan
Salah satu kelebihan Persekutuan Komanditer adalah kebutuhan akan modal lebih mudah dipenuhi di samping pendiriannya mudah. Dilihat dari usaha mem-peroleh kredit maka Persekutuan Komanditer relatif lebih mudah memperoleh kredit, demikian pula dari segi pimpinan, kemampuan pimpinan Persekutuan Komanditer relatif lebih baik.
Kelebihan lain ialah bahwa orang senang menginvestasikan uangnya kepada Persekutuan Komanditer, sebab baik menginvestasikan terlebih bagi sekutu diam (sleeping partner) maupun untuk mencairkan kembali modal adalah relatif mudah.
(b) Kekurangan
Salah satu yang merupakan kekurangan Persekutuan Komanditer adalah kelangsungan hidupnya yang tidak menentu, sebab banyak tergantung dari sekutu komplementer yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan.

4. Kelebihan dan Kekurangan Perseroan Terbatas

(a) Kelebihan

Pertama, tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap hutang perusahaan. Tiap pemegang saham hanya mungkin menderita kerugian sebesar jumlah yang ditanamkan dalam Perseroan Terbatas yang bersangkutan.
Kedua, pemisahan pemilik dari pengurus. Pemilik adalah para pemegang saham sedang pengurus dipegang oleh orang yang sanggup melakukan tugas itu, sehingga kemampuan untuk mendapat keuntungan semakin besar dan kontinuitas perusahaan lebih terjamin.
Ketiga, mudah dapat modal. Perseroan Terbatas dengan membagi modal atas sejumlah saham, dapat menarik modal dari beribu-beribu orang yang tempatnya berjauhan satu sama lain. Bila dibutuhkan modal yang lebih besar, maka dengan pengeluaran saham baru hal itu mudah dicapai.
Keempat, Perseroan Terbatas mempunyai potensi hidup yang lebih permanen dari bentuk-bentuk usaha lain.
Kelima, terdapat efisiensi di dalam soal pimpinan, sebab penempatan pejabat-pejabat pemimpin sering didasarkan atas orang yang tepat.
Keenam, Perseroaan Terbatas sering kali lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai-pegawainya.

(b) Kekurangan


Pertama, pemungutan pajak terhadap Perseroan Terbatas relatif besar, sebab
pungutan pajak selain dikenakan terhadap Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum, pula terhadap setiap dividen yang diberikan pada para pemegang saham.
Kedua, mendirikan Perseroan Terbatas bukan saja lebih rumit tetapi pula lebih mahal. Perseroan Terbatas harus didirikan dengan membuat suatu akta notaris dan sebelum mendapat hak sebagai Badan Hukum. Harus dikeluarkan sejumlah biaya yang relatif tinggi.
Ketiga, tidak terjaminnya rahasia karena semua aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada para pemegang saham, demikian pula rahasia proses produksi tidak terjamin kerahasiaannya, sebagaimana halnya pada Perusahaan Perseorangan.
Keempat, kurangnya perhatian para pemegang saham terhadap perusahaan. Rapat Pemegang Saham yang umumnya dilakukan sekali setahun, sering tidak dihadiri oleh para pemegang saham; kesempatan untuk berpartisipasi dalam perusahaan dalam rapat umum pemegang saham (RUSP) tidak atau sering tidak dimanfaatkan para pemegang saham.