Kegiatan Perikanan di Indonesia

Perikanaadalah segala aktivitas manusia dalam usaha penangkapan dan pembudidayaan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

1) Berbagai Kegiatan Penduduk dalam Bidang Perikanan
Berdasarkan lokasi atau tempat penangkapannya, perikanan dapat dibedakan sebagai berikut.
a) Perikanan laut, yaitu usaha penangkapan ikan yang dilakukan di perairan pantai maupun di tengah laut.
b) Perikanan darat dapat dibagi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Perikanan air tawar, yaitu usaha penangkapan dan pembudidayaan ikan di perairan air tawar. Misalnya, perikanan di sawah, kolam, rawa air tawar, danau alam maupun danau buatan, sungai, dan karamba.
  • Perikanan air payau, yaitu usaha penangkapan dan pembudidayaan ikan di perairan air payau. Air payau adalah campuran air tawar dan air laut, sehingga rasanya payau (hambar) atau asin tidak tawar pun tidak. Misalnya, perikanan di tambak (empang) dan rawa pasang surut di pantai-pantai landai.
2) Berbagai Cara Penangkapan atau Pembudidayaan Ikan dan Peng- gunaan atau Pengolahan Hasilnya
Cara penangkapan atau pembudidayaan ikan adalah sebagai berikut:
a) Perikanan Laut
Alat yang boleh dipergunakan untuk menangkap ikan di laut, adalah jaring bermata besar agar dapat melindungi kelestarian ikan-ikan kecil serta dengan pancing. Sebaliknya, alat yang tidak boleh dipergunakan adalah jaring bermata kecil (pukat harimau) karena dengan alat ini ikan-ikan besar maupun kecil dapat tertangkap semua, sehingga memungkinkan ikan akan punah. Selain itu, tidak diperbolehkan menggunakan racun (potasium) dan bahan peledak pada daerah perairan pantai di daerah batu-batu karang.
Daerah penangkapan ikan nelayan tradisional, menangkap ikan di sepanjang pantai tidak jauh ke tengah laut karena menggunakan alat-alat sederhana. Berbeda dengan cara modern, yaitu menggunakan perahu ber- motor (kapal besar), dilengkapi alat pendingin ikan di dalam kapal tersebut, daerah penangkapannya pun dapat mencapai laut yang jauh dari pantai.
b) Perikanan Darat
Cara pembudidayaan perikanan darat air tawar adalah sebagai berikut.
  1. Perikanan di sawah, yaitu pada waktu padi berumur tiga bulan, benih ikan ditebarkan di sawah. Setelah tanaman padi berumur 5 bulan (menjelang panen) maka air sawah dibuang supaya padi cepat masak atau tua. Sambil membuang air itulah ikannya ditangkap.
  2. Perikanan di kolam, yaitu kolam dikeringkan dulu, setelah kering sampai dua minggu baru diairi lagi. Setelah itu diberi pupuk kandang (kotoran hewan) secukupnya. Gunanya bukan untuk makanan ikan, tetapi untuk mengurangi keasaman tanah dasar kolam. Setelah itu, bibit ikan yang dikehendaki dimasukkan ke dalam kolam tersebut. Cara pengambilan hasilnya tinggal membuang airnya. Ada lagi kolam air deras, yaitu kolam tersebut dialiri air yang mengalir ke tempat pembuangannya. Ikan yang dipelihara pada kolam tersebut cepat menjadi besar karena bergerak terus melawan arus. Setelah tiga bulan, ikan-ikan dapat diambil hasilnya.
  3. Perikanan di rawa air tawar, yaitu rawa yang diberi bibit ikan dengan biaya ditanggung oleh penduduk sekitar rawa tersebut atau diberi bantuan berupa bibit ikan melalui pemerintah daerah setempat yang disalurkan ke desa. Ikan-ikan dibiarkan hidup di rawa tanpa diberi makan sehingga hidup secara alami. Cara penangkapannya, tiap-tiap warga desa boleh mengambilnya atau menangkap ikan kapan saja. Bahkan, bagi penduduk yang tidak mempunyai mata pencarian dapat menangkap ikan di rawa tersebut untuk dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  4. Perikanan di danau alam atau danau buatan, yaitu dengan menggunakan jaring terapung. Selain itu, ada ikan yang hidup di danau tersebut secara alami karena berasal dari sungai-sungai yang mengalir ke danau tersebut. Cara membuat jaring terapung, yaitu menggunakan ram kawat yang dibuat sedemikian rupa berbentuk persegi. Ikan yang akan dipelihara dimasukan kedalamnya, ditutup, lalu dimasukkan atau ditenggelamkan ke dalam danau dengan kedalaman dua meter dan diberi pemberat. Bagian atasnya diberi pelampung dari bekas ban mobil atau bekas tong minyak. Dengan demikian, ikan-ikan yang berada di dalam kandang ram kawat tersebut tidak sampai di dasar danau, tetapi berada di bawah permukaan air danau tersebut kira-kira dua meter. Cara penangkapannya, yaitu kalau akan diambil hasilnya tinggal mengangkat kandang ram kawat tersebut.
  5. Perikanan di sungai, yaitu penangkapan ikan yang dilakukan di sungai memakai pancing, jala, dan alat-alat lainnya.
  6. Perikanan dengan karamba, yaitu pembudidayaan ikan yang dilakukan di bagian pinggir sungai, biasanya sungainya kecil, bersih, dan airnya deras. Caranya: Dibuat dulu semacam kandang dari bambu dengan jarak yang rapat sehingga diperkirakan ikan tidak akan bisa keluar dari kandang. Kandang tersebut dipasang di sungai bagian pinggir, tetapi masih terendam air. Sepintas, karamba tersebut hanya terlihat tutup bagian atasnya saja yang juga terbuat dari bambu atau papan kayu yang diberi lubang. Setelah itu, ikan-ikan dimasukkan ke dalam kandang (karamba) tersebut. Ikan-ikan hidup dan makan dari air sungai tersebut. Karamba tersebut ditutup dengan bambu atau papan dan digembok atau dikunci. Cara penangkapannya, yaitu apabila ikan sudah besar dan cukup untuk diambil maka tinggal membuka gembok dan tutupnya. Kemudian, ikannya ditangkap dengan tangan. Perikanan karamba dapat diusahakan apabila sungainya tidak besar, misalnya lebarnya hanya 5 meter, airnya bersih, dan saluran airnya agak deras.
Adapun pembudidayaan perikanan darat di air payau dilakukan sebagai berikut.
  1. Tambak atau empang, yaitu sejenis kolam yang airnya terasa payau (hambar atau asin tidak, tawar pun tidak). Hal tersebut terjadi karena percampuran air tawar yang ada pada tambak tersebut dengan air asin yang disalurkan melalui pematang dari laut pada waktu terjadi air pasang naik. Yang dibudidayakan adalah ikan bandeng atau udang galah (udang besar).
  2. Rawa pasang-surut, yaitu rawa yang airnya payau karena pengaruh air pasang-surut dari air laut bercampur dengan air tawar pada rawa tersebut. Rawa ini digunakan untuk memelihara ikan bandeng, atau udang. Daerah rawa pasang-surut tersebut terdapat di daerah dataran rendah pantai yang berawa-rawa.
Penggunaan dan pengolahan hasil ikan adalah sebagai berikut:
a) Penggunaan Hasil Perikanan
Beberapa penggunaan hasil perikanan adalah:
  1. merupakan bahan makanan sebagai lauk-pauk yang banyak mengandung protein atau gizi;
  2. merupakan sumber penghasilan penduduk yang berdiam di pantai sebagai nelayan, maupun penduduk sebagai petani ikan yang berdiam dekat dengan sawah, rawa, danau, atau sungai;
  3. merupakan devisa negara dari ikan-ikan yang diekspor;
  4. sebagai makanan ternak dari sisa-sisa ikan basah maupun kering yang dihancurkan atau dihaluskan dicampur dengan dedak.
b) Pengolahan Hasilnya
Pengolahan hasil perikanan agar tahan lama adalah sebagai berikut.
  1. Penggaraman ikan, yaitu jika ikannya besar-besar maka bagian punggung ikan dibelah dan isi perutnya dibuang, kemudian dicuci bersih. Setelah itu dimasukkan pada suatu tempat yang di dalamnya telah diberi garam tumbuk. Di atas ikan tersebut juga ditaburi garam lagi. Demikian seterusnya sehingga berlapis-lapis garam dan ikan. Lamanya perendaman dengan garam antara 3-5 hari sebab makin lama direndam garam, ikannya makin asin. Setelah direndam, ikan- ikan tersebut dijemur antara 2-3 hari lamanya atau sampai kering betul, bergantung pada cuaca, dinamakan ikan asin.
  2. Pengasapan ikan, yaitu setelah ikan-ikan dibersihkan maka ikan-ikan tersebut diasapi sampai kering. Ikan yang diasap tersebut ada yang digarami, tetapi ada pula yang tawar atau tidak asin, dinamakan ikan asap.
  3. Pemindangan ikan, yaitu ikan-ikan yang sudah bersih diberi bumbu secukupnya, dimasukkan ke dalam tempat yang terbuat dari tanah liat atau seng, kemudian diberi air sedikit, ditaruh di atas api yang nyala apinya tidak terlalu besar. Setelah airnya habis, ikan kemudian diangkat dari atas api, dinamakan ikan pindang.
  4. Pendinginan ikan, yaitu ikan-ikan yang baru ditangkap dimasukkan pada suatu tempat dicampur dengan bongkah-bongkah es. Kemudian ditutup rapat-rapat, untuk mengurangi kecepatan pencairan es. Ini merupakan cara pengawetan ikan segar.
  5. Pengalengan ikan, dilakukan di pabrik-pabrik. Ikan-ikan yang sudah bersih diberi bumbu kemudian dimasak secara modern. Setel ah itu, dengan mesin-mesin khusus, ikan-ikan dimasukkan ke dalam kaleng kemudian diberi label, dinamakan ikan kaleng.
c) Hasil Sampingan dari Perikanan
Selain hasil perikanan yang dikemukakan di atas, ada pula hasil sampingan, seperti dapat dibuat kerupuk dari ikan kakap atau udang rebon (udang laut yang kecil-kecil); petis dari udang; abon ikan; terasi yaitu dibuat dari udang.
Di samping itu diusahakan pemeliharaan rumput laut untuk membuat agar-agar atau kosmetik; pemeliharaan kerang hijau yang banyak disukai orang karena kelezatannya; pemeliharaan kerang mutiara untuk perhiasan dan merupakan barang ekspor yang baik; dan penangkapan ubur-ubur serta ikan hias untuk diekspor.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>