Jenis Ternak Unggas yang Diusahakan Penduduk, Cara Pemeliharaan, dan Pemanfaatan Hasil-Hasilnya

Jenis ternak unggas yang diusahakan penduduk adalah sebagai berikut.

A. Ayam
1. Di Indonesia ternak ayam ada beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
  • ayam ras, meliputi ayam petelur yang dipelihara khusus untuk menghasilkan telur dan ayam pedaging (broiler) yang dipelihara khusus untuk diambil dagingnya;
  • ayam buras (bukan ras) atau kampung dipelihara di kampung- kampung atau desa-desa;
  • ayam pelung dipelihara untuk dinikmati suaranya pada waktu berkokok.
2. Cara pemeliharaan ayam, yaitu sebagai berikut:
(a) Ayam ras
Pemeliharaan ayam ras, baik petelur maupun pedaging, yaitu diberi kandang, diberi makan makanan khusus, dan dipelihara kesehatannya dengan diberi suntik dan obat.
(b) Ayam buras (bukan ras) atau kampung
Pemeliharaan ayam kampung ada yang dibuatkan kandang. Pagi-pagi, ayam-ayam tersebut mencari makan di pekarangan, tempat sampah, pinggir-pinggir sawah, dan di sekitar rumah orang yang memelihara ayam tersebut. Pada sore hari, ayam tersebut masuk kandang lagi.
Ada juga ayam kampung yang dipelihara dengan memagar pekarangan rumah. Ayam tersebut dimasukkan dalam pagar tersebut. Di dalam pekarangan yang dipagar ada juga tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, seperti jeruk dan jambu yang pendek-pendek.
Ayam-ayam itu biasanya tidur di dahan-dahan pohon- pohon tersebut. Kalau tidak ada pohon-pohon, biasanya dibuatkan kandang. Makanannya kadang-kadang diberi dari sisa-sisa makanan, kadang-kadang diberi dedak yang diberi air. Untuk tempat bertelur dibuatkan di sudut. Pemeliharan ayam ini dicampur antara ayam jantan dan betina.
(c) Ayam pelung
Pemeliharaan ayam ini diberi makan dan minum di dalam kandang atau pekarangan rumah. Daerah pemeliharaan ayam, yaitu di Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat).
3. Pemanfaatan hasil-hasilnya, yaitu sebagai berikut:
  • ayam petelur diambil hasilnya berupa telur;
  • ayam pedaging diambil hasilnya berupa daging;
  • ayam kampung diambil hasilnya berupa telur dan daging (ayam ini banyak disukai orang karena rasa telur dan dagingnya sangat gurih);
  • ayam pelung dipelihara karena suara berkokoknya yang khas, panjang sekali, dan mahal harganya;
  • bulunya dapat digunakan sebagai alat pembersih (kamoceng) atau untuk lukisan bulu yang indah.
B. Itik atau Bebek
Itik atau bebek sama halnya dengan ayam, yaitu merupakan ternak keluarga. Di desa-desa, itik dipelihara dalam jumlah kecil mulai dari 5 ekor sampai ratusan ekor. Telur kulitnya berwarna biru muda atau biru laut. Ukuran telurnya lebih besar daripada telur ayam.
Di Kalimantan Selatan ada yang disebut bebek alabio, yaitu bebek yang warna bulunya agak kekuning-kuningan, telurnya lebih besar bila dibandingkan dengan telur itik atau bebek biasa, dan dagingnya tidak berbau amis. Juga didatangkan bebek dari Filipina yang biasa disebut itik atau bebek manila. Ada dua cara pemeliharaan bebek atau itik, yaitu sebagai berikut.
  • Apabila jumlahnya sedikit, antara 5-10 ekor, itik dibuatkan kandang di pekarangan, biasanya dekat rumah yang ada kolamnya. Pinggir pekarangan dibuat pagar 0,5 meter karena itik tidak dapat terbang atau meloncat pagar seperti ayam. Tiap pagi dan sore diberi makan potongan kelapa dicampur jeroan ayam mentah. Setelah itu dibiarkan masuk kolam.
  • Apabila jumlahnya banyak sampai 50 ekor atau lebih, itik tersebut digiring ke sawah-sawah yang sudah dipanen untuk mencari makan pada siang hari. Di pinggir sawah di dekat perkampungan, biasanya dibuat gubug untuk tidur si peternak itik atau bebek. Selain itu, dibuat kandang dengan pagar pendek yang dibawanya dari rumah untuk mengandangkan itik atau bebek pada sore hari.
Daerah pemeliharaan bebek, yaitu di Sumatera bagian timur, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Pemanfaatan hasil-hasilnya, yaitu:
  • telur itik atau bebek banyak yang suka, terutama untuk membuat telur asin karena rasanya lebih enak dibandingkan dengan telur asin ayam, dan untuk bahan baku kue;
  • dagingnya dapat dimakan dengan digoreng atau dipanggang.
C. Angsa
Angsa sama halnya dengan ayam dan bebek, yaitu jenis hewan ber- sayap berjalan (tidak terbang). Angsa tubuhnya lebih besar dan leher- nya panjang, warna bulunya ada yang putih dan ada yang abu-abu.
Angsa dipelihara tidak secara besar-besaran karena jumlah angsa tidak sebanyak bebek atau ayam. Hal tersebut karena angsa telurnya tidak banyak, sehingga turunannya juga sedikit. Cara pemeliharaan angsa, yaitu dibuatkan kandang di pekarangan yang dipagar, diberi makan dedak, ikan kecil-kecil, bekicot, dan sisa-sisa nasi. Daerah pemeliharaannya, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pemanfaatan hasil dari angsa, yaitu diambil telurnya. Telurnya dapat dimakan sebagaimana telur bebek atau ayam. Telur angsa lebih besar dibandingkan dengan telur bebek, warna kulit telurnya putih.
D. Entog
Entog adalah sebangsa atau sekeluarga dengan bebek dan angsa. Hanya saja, bentuk tubuhnya lebih besar dari bebek, tetapi lehernya lebih pendek dibandingkan dengan leher bebek. Kalau berjalan berlenggang lenggok lucu sekali. Warna bulunya ada yang putih dan ada yang keabu-abuan.
Sama halnya dengan angsa, jumlah entog juga sedikit. Kecuali entog yang berbulu putih, biasanya dipelihara dalam jumlah agak banyak antara 50-100 ekor. Cara pemeliharaannya, yaitu di pekarangan yang ada kolamnya, dipagar agak tinggi karena dapat terbang, dan dipelihara di dekat rumah. Tiap pagi dan sore diberi makan dengan dedak dicampur dengan sisa-sisa makanan rumah atau ikan-ikan kecil mentah. Setelah itu dibiarkan masuk kolam untuk mencari makanan tambahan.
Daerah pemeliharaannya, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemanfaatan hasil entog dapat berupa:
  • bulu-bulu sayapnya yang masih pendek, digunakan sebagai bulu pada shutle cock untuk badminton;
  • dagingnya dapat dimakan dengan jalan digoreng ataupun dipanggang;
  • telurnya dapat dimanfaatkan sebagaimana telur ayam maupun telur bebek.
E.  Burung Puyuh
Burung puyuh sebenarnya sejenis ayam, tetapi tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan ayam. Burung puyuh dahulunya liar, terdapat pada rumput-rumputan yang agak tinggi. Kalau melihat
manusia, lari cepat sekali, kadang-kadang terbang, tetapi tidak tinggi kemudian lari lagi. Setelah dipelihara, telur-telurnya ditetas- kan memakai mesin penetas. Sekarang, banyak burung puyuh yang dipelihara. Ciri-ciri bulunya bergaris abu-abu. Burung puyuh dipelihara dengan diberi kandang dan diberi makan makanan ayam ras. Selain itu, puyuh dijaga kesehatannya. Daerah pemeliharaannya adalah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemanfaatan hasil-hasilnya adalah sebagai berikut:
  • telurnya disukai orang, kalau sudah direbus dapat langsung dimakan atau dimasukkan dalam sup dicampur dengan bakso. Telur burung puyuh kecil-kecil seperti telur burung merpati;
  • dagingnya dapat dimakan dengan cara digoreng atau dipanggang, rasanya gurih.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>