Jenis dan Persebaran Fauna di Indonesia

Jenis hewan di Indonesia diperkirakan berjumlah 220.000 jenis. Terdiri atas 200.000 jenis serangga (17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis burung, 1.000 jenis reptilia, dan ampibia.

Wallace mengemukakan pandangan bahwa Kepulauan Indonesia dihuni oleh tiga fauna yang berbeda, yaitu di bagian timur, bagian barat, dan bagian tengah (peralihan). Berdasarkan jenis burung, ia membuat garis batas, yaitu antara Lombok dan Bali, dan antara Kalimantan dan Sulawesi. Ia menge- mukakan bahwa Kalimantan, Jawa, dan Sumatera pernah menjadi bagian dari Asia. Sementara itu, Maluku, Irian, dan Timor pernah menjadi bagian dari Benua Pasifik-Australia. Fauna Sulawesi sangat khas, sehingga ia menduga mungkin Sulawesi pernah bersambung dengan Benua Asia maupun Benua Pasifik Australia. Garis yang ditarik oleh Wallace di sebelah timur Filipina melalui Selat Makassar (antara Kalimantan dan Sulawesi) serta antara Lombok dan Bali disebut Garis Wallace.
A. JENIS FAUNA DI INDONESIA
1) Fauna Asiatis
Fauna Asiatis menempati Indonesia bagian barat, yaitu Selat Makassar dan Selat Lombok. Hewan tersebut sama dengan hewan yang hidup di Asia, misalnya gajah, harimau, badak, dan beruang.
2) Fauna Peralihan
Fauna Peralihan mempunyai jenis fauna Asiatis dan Australis. Misalnya, babi rusa, anoa, burung maleo, kera, dan kuskus.
3) Fauna Australis
Fauna Australis menempati Indonesia bagian timur, meliputi Irian dan pulau-pulau di sekitarnya. Jenis hewannya mempunyai banyak persamaan dengan hewan Benua Australia. Misalnya, hewan menyusui kecil, seperti kangguru dan burung-burung berwarna (cenderawasih dan kakaktua). Di kawasan ini tidak ditemui jenis kera.
Weber menentukan perbandingan hewan Asia dan Australia sama besar (50 : 50). Hewan yang dianalisis oleh Weber adalah burung- burung dan hewan menyusui. Ia menarik garis batas antara Sulawesi dan Maluku, Halmahera dan di sebelah timur NTT dan Timor. Garis- nya disebut Garis Weber.
Lydekker menentukan batas barat fauna Australia yang dasar pemi- kirannya hampir sama dengan Wallace yang menentukan batas timur fauna Asia. Garis ini mengikuti kontur (garis kedalaman) laut 180 m – 200 m, sekitar Paparan Sahul dan Paparan Sunda.
B. PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
Persebaran fauna di pulau-pulau Indonesia adalah sebagai berikut.
1) Fauna di Jawa
Jenis fauna di Jawa antara lain banteng, badak bercula satu, harimau, dan rusa.
2) Fauna di Sumatera (Pulau Terkaya Fauna di Indonesia)
Jenis fauna di Sumatera, antara lain mawas, badak Sumatera, gajah, harimau, dan anjing hutan atau ajag (Cuon Alpinus); jenis burung yang hanya ada di Sumatera, misalnya enggang raksasa; dan jenis burung yang bermigrasi.
3) Fauna di Kalimantan
Fauna di Kalimantan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan di Sumatera. Jenis fauna di Kalimantan, antara lain jenis burung dan jenis ampibi (biawak, buaya, dan kera berhidung panjang).
4) Fauna di Sulawesi
Fauna di Sulawesi merupakan fauna khas di Indonesia. Jenis faunanya tidak ditemui di pulau-pulau lain di Indonesia. Jenis fauna di Sulawesi, antara lain sebagai berikut: babi rusa bertaring melengkung, anoa (kerbau kerdil), kera, dan kuskus; burung maleo, burung pemakan lebah berwarna hijau tua, burung rangkong besar berwarna cerah, jalak Sulawesi, dan jalak paruh besar; bencok (katak pohon) di Kepulauan Talaud, namun di daratan Sulawesi tidak ada, kecuali di Queensland (Australia); dan tarsius, anatomi tubuhnya mirip kera dan manusia.
5) Fauna di Irian atau Papua
Jenis fauna di Irian atau Papua, antara lain sebagai berikut: burung- burung berwarna (cenderawasih, kakak tua, kasuari, dan nuri); ikan seleropages (jenis ikan bertulang pertama yang hidup di bumi); ikan ceratodus (bernapas dengan paru-paru); dan kangguru kecil dan tidak ada kera.
C. SATWA YANG DILINDUNGI
Satwa yang terancam kepunahannya diusahakan untuk dilindungi dengan berbagai peraturan perundangan. Badan yang bertanggung jawab atas kelestarian satwa adalah Balai Konservasi Sumber Daya alam (BKSDA) dan Departemen Kehutanan.
Berdasarkan hal tersebut, dikeluarkan peraturan-peraturan untuk melindungi satwa langka, di antaranya sebagai berikut.
1) Berdasarkan Ordinansi dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No.134 dan 266 Tahun 1931, satwa yang dilindungi adalah:
  • orang hutan,
  • gajah,
  • trenggiling,
  • banteng,
  • burung cenderawasih
  • babi rusa,
  • biawak komodo,
  • kancil.
2) Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 421/KPTA/um/8/1970, satwa yang dilindungi adalah:
  • harimau,
  • beo,
  • macan tutul,
  • kasuari,
  • monyet hutan,
  • kuau,
  • kakak tua,
  • burung alap-alap.
3) Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 327/KPTA/um/7/1972, satwa yang dilindungi adalah:
  • harimau sumatera,
  • bajing tanah,
  • itik liar,
  • ikan duyung,
  • burung kipas biru,
  • kelinci sumatera, dan
  • mandar sulawesi.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>