Home EkonomiPertumbuhan dan Pembangunan Nasional Hubungan Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Pengangguran

Hubungan Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Pengangguran

by Ekonomi
0 comment
Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, yakni jumlah penduduk, tenaga kerja dan pengangguran. Istilah-istilah tersebut memiliki hubungan satu sama lain.

1.    Penduduk suatu negara dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • a.   Tenaga kerja, yakni penduduk yang dianggap sanggup bekerja bila ada permintaan kerja. Mereka adalah penduduk yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun (UU No. 20 Tahun 1999).
  • b.   Bukan tenaga kerja, yakni penduduk yang dianggap tidak mampu bekerja. Mereka adalah penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun, anak-anak dan lansia (lanjut usia) termasuk dalam kelompok ini.

2.    Tenaga kerja dibagi lagi menjadi dua kelompok (usia 15 tahun sampai dengan 64 tahun)

  • a.   Angkatan kerja yakni kelompok tenaga kerja (usia 15 sampai dengan 64 tahun) yang ingin bekerja. Mereka selalu berusaha mencari pekerjaan.
  • b.   Bukan angkatan kerja, yakni kelompok tenaga kerja yang tidak bersedia bekerja walaupun ada kesempatan kerja. Contohnya: pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

3.    Angkatan kerja dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • a.   Pekerja (employment), yakni kelompok angkatan kerja yang sudah mendapat pekerjaan.
  • b.   Pengangguran (unemployment), yakni kelompok angkatan kerja yang belum mendapat pekerjaan.

4.    Pekerja (employment) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

a.   Pekerja penuh (full employment), yakni pekerja yang bekerja dengan memenuhi kriteria berikut:
  • 1)   Lama kerja minimal 40 jam per minggu.
  • 2)   Besar pendapatan minimal sama dengan UMR (Upah Minimum Regional).
  • 3)   Jenis pekerjaan sesuai dengan pendidikan atau keahliannya.

b.   Setengah menganggur, yakni pekerja yang bekerja tapi tidak memenuhi kriteria pekerja penuh, kelompok setengah menganggur dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:
  • 1)   Setengah menganggur menurut jam kerja, yaitu pekerja yang bekerja kurang dari 40 jam per minggu.
  • 2)   Setengah menganggur berdasar pendapatan, yaitu pekerja yang menerima pendapatan lebih kecil dari UMR tempat dia bekerja.
  • 3)   Setengah menganggur menurut produktivitas, yaitu pekerja yang produktivitasnya di bawah standar perusahaan. Pada umumnya, pekerja yang baru masuk dan pekerja dengan cacat tertentu termasuk kelompok ini.
Baca Juga :   7 Masalah dan Hambatan Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment