Home EkonomiAkutansi dan Sistem Informasi Hasil dari Proses Akuntansi

Hasil dari Proses Akuntansi

by Ekonomi
0 comment
Proses dari akuntansi keuangan akan menghasilkan sebuah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan pada suatu periode tertentu. Adapun hasil dari proses akuntansi tersebut berupa laporan keuangan.
Tujuan penyajian laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan ataupun kinerja perusahaan yang bermanfaat bagi pengguna dalam rangka membuat keputusan ekonomi. Selain itu melalui laporan keuangan tersebut juga menunjukkan adanya pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggu- naan sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya.
Aktivitas suatu perusahaan yang berlangsung secara terus menerus dicatat dan dibukukan melalui proses akuntansi selanjutnya dilaporkan secara periodik. Adapun periodisasi dalam akuntansi yang lazim adalah satu bulan, tri wulan, semesteran dan tahunan. Setiap bulan perusahaan akan menyusun laporan keuangan yang biasa disebut laporan bulanan. 
Laporan keuangan bulanan ini merupakan hasil operasi perusahaan selama satu bulan. Selanjutnya tiap tiga bulan sekali juga disusun laporan keuangan yang biasa disebut laporan keuangan tri wulan. Demikian pula dibuat laporan keuangan semesteran untuk jangka waktu 6 bulan dan laporan keuangan tahunan merupakan pelaporan jangka waktu 12 bulan (satu tahun).
Dari proses akuntansi selama satu periode akan dihasilkan sebuah laporan keuangan yang dapat bermanfaat bagi pemakainya. Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi  tersebut  sesuai  dengan   Standar Akuntansi Keuangan (SAK), dinyatakan bahwa laporan keuangan yang lengkap terdiri atas; Neraca (balance sheet), laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas (cash flows).

1. Neraca (Balance Sheet)

Neraca adalah suatu daftar yang terdiri atas harta, utang dan modal pada saat tertentu. Dalam neraca selalu menunjukkan adanya keseimbangan antarsisi Debit (kiri) dengan sisi Kredit (kanan). Sisi Debit berisi tentang Harta/ aktiva yang terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap.
Aktiva lancar disusun berdasarkan tingkat kecepatan dari aktiva tersebut untuk dijadikan kas atau tingkat kecepatannya digunakan dalam operasi. Susunan pada aktiva biasanya diurutkan sebagai berikut: Kas pada urutan yang pertama, diikuti Piutang, perlengkapan, sewa dibayar di muka atau asuransi dibayar di muka, dan aktiva lancar lainnya. Selanjutnya baru disajikan aktiva yang sifatnya tetap yaitu tanah, bangunan, peralatan, kendaraan, dan lainnya.
Sedangkan sisi Kredit berisi tentang utang dan modal. Utang jangka pendek (masa pembayaran kurang dari satu tahun) disajikan pada urutan pertama baru diikuti dengan jangka panjang (masa pembayaran lebih dari satu tahun). Adapun susunannya adalah utang usaha, utang gaji karyawan dan utang beban, utang pajak, dan lain-lain. Selanjutnya baru diikuti dengan utang jangka panjang antara lain utang hipotek dan utang jangka panjang lainnya serta yang paling akhir adalah modal pemilik. Bentuk Neraca ada dua yaitu berbentuk Akun (account form) dan bentuk laporan (report form).

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi adalah laporan tentang pendapatan dan beban yang terjadi selama satu periode waktu tertentu. Dalam kaitannya dengan operasi perusahaan yang utama, pendapatan ini dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pendapatan operasi/usaha (operating income), pendapatan nonoperasi/bukan usaha (nonoperating income). 
Pendapatan usaha merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama perusahaan. Misalnya untuk perusahaan jasa fotokopi, pendapatan utama dari usahanya berupa ongkos dari hasil fotokopi, jilid, dan laminating. Sedangkan pendapatan non operasi berupa bunga jika perusahaan menyimpan uang di bank.
Format laporan laba rugi ini digolongkan dalam dua macam bentuk yaitu format setahap (single step) dan format bertahap (multiples step). Dalam format setahap ini penyajian laporan laba rugi   dilakukan dengan mengumpulkan semua pendapatan menjadi satu baik pendapatan usaha maupun non usaha selanjutnya dikurangi dengan total biaya. Oleh karena itu pengurangan hanya sekali atau setahap, yaitu total pendapatan dikurangi dengan total beban. Sedangkan untuk format bertahap ini penyajian laporan laba rugi dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu mengelompokkan pendapatan usaha dikurangi dengan beban usaha dinamakan laba usaha selanjutnya baru ditambahkan/dikurangi dengan pendapatan non usaha/beban non usaha. Pada umumnya perusahaan menyajikan laporan laba rugi dalam format bertahap (multiples step)

3. Laporan   Perubahan   Modal/Ekuitas (Equity   Statement)

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menyajikan tentang perubahan ekuitas pemilik selama satu periode waktu tertentu. Laporan ini merupakan penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca. Ada dua hal yang menyebabkan berubahnya ekuitas/modal yaitu : perusahaan memperoleh laba atau menderita rugi,   dan yang adanya penyetoran modal dari pemilik atau pengambilan (prive) pemilik.

4. Laporan Arus Kas (Cash Flows Statement)

Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang pengelolaan kas (kas masuk dan kas keluar) selama satu periode waktu tertentu. Laporan arus kas ini terdiri atas tiga bagian yaitu sebagai berikut.
  • a .   Arus kas dari aktivitas operasi (operating activity), bagian ini berisi tentang   ikhtisar penerimaan dan pengeluaran kas yang menyangkut tentang kegiatan perusahaan. Penerimaan kas ini di antaranya meliputi penerimaan uang dari pelanggan karena menyerahkan barang atau jasa, pendapatan dari investasi (penerimaan bunga maupun dividen). Sedangkan pengeluaran kas meliputi pembayaran   utang,   pembayaran   gaji, pembayaran bunga maupun pembayaran pajak.
  • b.    Arus kas dari aktivitas investasi (investing activity), bagian ini berisi tentang transaksi kas untuk pembelian atau penjualan aktiva tetap. Transaksi tersebut antara lain adalah pembelian mesin, peralatan dan aktiva tetap yang lain akan mengurangi kas. Selain itu juga penjualan aktiva tetap akan menambah kas dari aktivitas investasi ini.
  • c.     Arus kas dari aktivitas pendanaan (financing activity), bagian ini berisi tentang transaksi kas yang berhubungan dengan penanaman/investasi pemilik maupun pemberian pinjaman dari kreditur. Transaksi yang berkaitan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan ini antara lain; penambahan modal dari pemilik, penerimaan pinjaman jangka panjang, pelunasan utang jangka panjang, atau penarikan modal oleh pemilik.
Baca Juga :   kode etik (etika) profesi akuntan oleh Ikatan Akuntan Indonesia

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment