Gerakan Air Laut

Jika kebetulan kamu pergi atau piknik ke kawasan pantai, coba perhatikan gerakan air laut! Apakah gerakannya selalu sama? Tentunya tidak. Sebab, gerakan air laut ada yang berupa gelombang laut dan ada pula berupa arus laut.

Di mana letak perbedaan kedua bentuk gerakan air laut ini? Untuk mengetahui jawabannya simaklah uraian berikut ini.

a. Gelombang laut

Gelombang laut adalah alunan permukaan air yang ditimbulkan oleh angin (gelombang yang terjadi di permukaan air laut atau danau). Contoh: gelombang yang terjadi pada pergeseran antara air-pasir, angin-pasir dan angin-air. Hembusan angin sepoi-sepoi pun dapat menimbulkan riak gelombang dan bila terjadi angin badai dapat menimbulkan gelombang besar, demikian juga bila terjadi gempa di dasar laut akan menimbulkan gelombang.

Bila gempanya hebat akan menimbulkan gelombang yang besar dinamakan Tsunami, seperti yang terjadi di Aceh (2004), Flores (1993), dan Pangandaran, Jawa Barat (2006). Ledakan gunung berapi di dasar laut pun bisa menyebabkan gelombang, seperti terjadi tahun 1883 pada waktu Gunung Krakatau meletus.

clip_image002

Gambar 6.18 Gelombang air laut(Sumber: http://sobatmateri.com/wp-content/uploads/2017/01/ocean_heating_lg-1.jpg)

Gelombang laut dapat dibedakan atas dua macam, yaitu sebagai berikut.

1) Gelombang yang tidak bergerak ke arah horizontal (mendatar)

Butir-butir air hanya bergerak membentuk sebuah lingkaran, bergerak maju pada puncak, naik di bagian muka pada lembah dan turun di bagian belakang gelombang, walaupun sebenarnya butir-butir itu juga bergerak tetapi sedikit, karena kecepatan gerak maju di puncak lebih besar daripada kecepatan mundur di lembah gelombang, sehingga setelah menempuh satu putaran, titik itu tidak kembali tepat pada titik semula, melainkan agak ke depan sedikit.

2) Gelombang yang airnya bergerak maju

Butir-butir air yang terletak di permukaan berbentuk parabola, sedangkan yang lebih ke bawah dari permukaan, gerakannya lebih mendatar, bahkan yang terletak pada dasar gelombang bergerak lurus. Gelombang ini dipengaruhi langsung oleh angin. Bila gelombang bergerak ke daerah yang berangsur-sngsur mendangkal, maka kecepatan menurun, panjangnya berkurang dan bentuknya tidak simetris lagi karena lereng bagian depan lebih curam daripada bagian belakangnya, sehingga puncak gelombang itu jatuh mendahului lerengnya yang disebut breaker.

b. Arus laut

Arus laut adalah gerakan air laut yang mempunyai peredaran tetap atau tidak. Pada umumnya arus laut disebabkan oleh pengaruh angin, perbedaan kadar garam air laut, perbedaan suhu, pasang naik dan pasang surut air laut dan mengisi daerah yang ditinggalkan arus (arus kompensasi atau arus pengisi). Arah arus dinyatakan dengan arah ke mana arus itu bergerak. Contohnya: arus timur adalah arus yang arahnya ke timur; arus utara adalah arus yang arahnya ke utara. Men urut temperaturnya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam arus, yaitu:

  • 1) Arus panas adalah arus yang temperaturnya lebih tinggi daripada daerah yang didatanginya.Contohnya: Arus Teluk, Arus Kuro Siwo, Arus Brasilia
  • 2) Arus dingin adalah arus yang temperaturnya lebih rendah daripada daerah yang didatanginya. Contohnya: Arus Labrador, Arus Benguela.

Dari perbedaan arus tersebut, menunjukkan adanya macam-macam arus laut dan gerakannya di tiga Samudera yang ada di dunia. Perlu kamu ketahui juga tentang arus laut apa saja yang terdapat di Indonesia, sebagai berikut.

1) Arus laut angin muson

Arus laut ini terjadi karena adanya pengaruh angin musim, yang setiap setengah tahun sekali berubah arah. Dalam bulan April-Oktober di Indonesia berhembus angin musim tenggara yang datang dari arah Benua Australia menuju Benua Asia, setelah sampai ke garis khatulistiwa angin berbelok ke arah timur. Sebaliknya pada bulan Oktober-April untuk Indonesia sebelah utara khatulistiwa angin berhembus dari arah timur laut dan setelah sampai di khatulistiwa angin berhembus ke arah tenggara. Arah arus laut pada dasarnya searah dengan arah hembusan angin, tetapi bentuk pantai pun mempengaruhi arah arus laut.

2) Arus pengisi tegak atau konveksi

Arus ini terjadi sebagai akibat adanya perbedaan suhu dasar dan permukaan air laut. Perbedaan ini menimbulkan peredaran air mengalir dari daerah yang temperaturnya lebih rendah ke daerah yang temperaturnya lebih tinggi (panas).

3) Arus pasang surut

Arus ini terjadi karena adanya pasang naik dan pasang surut air laut di samudera-samudera di sekitar Indonesia. Jika Samudra Hindia mengalami pasang naik maka akan terjadi arus selat Sunda, Bali, Lombok menuju ke Laut Jawa dan demikian sebaliknya bila terjadi pasang surut di Samudera Hindia. Adapun manfaat arus laut bagi kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  • 1) Arus musim dipergunakan untuk para nelayan bepergian dan pulang kembali, terutama untuk para nelayan yang masih mempergunakan perahu layar.
  • 2) Arus konveksi menyebabkan peredaran (sirkulasi) air. Hal ini mempengaruhi pengangkutan bahan makanan yang berpengaruh pula terhadap pengumpulan ikan.
  • 3) Untuk masa yang akan datang, arus laut dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
  • 4) Menyebarkan tumbuh-tumbuhan, misalnya kelapa dapat terbawa arus ke tempat lain, dihempaskan ke pantai dan kemudian tumbuh di tempat itu.
  • 5) Arus laut memengaruhi iklim, umpamanya di Eropa Barat banyak hujan karena pengaruh Arus Teluk (Gulf Stream) yang panas.

sumber : Waluya, Bagja. 2009.Memahami Geografi 1 SMA/MA : Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Jakarta. ARMICO