SISTEM PERHUBUNGAN DAN PENGANGKUTAN DESA

Sistem Perhubungan Maupun Pengangkutan di desa sangat tergantung atau ditentukan oleh faktor manusia, tata geografi, dan unsur letak. Atas kriteria ini tiap desa mempunyai tata geografi (geographical setting) serta usaha manusia (human efforts) yang berbeda, sehingga sangat berpengaruh terhadap jenis dan sistem perhubungan dan pengangkutan pada masing-masing desa.

1. Berdasarkan keadaan topografi desa
  • a) Desa yang wilayahnya datar
    Pada daerah yang seperti ini sistem perhubungan atau pengangkutan dilakukan dengan gerobak, dokar, delman, mobil, truk (di Jawa). Dilakukan dengan feri, perahu atau getek jika wilayahnya dihubungkan dengan air.
  • b) Bentuk wilayah desa yang kasar atau berbukit
    Pada kawasan ini sarana perhubungan dan angktan dapat dilakukan dengan kendaraan berat seperti truk, kuda dan pesawat terbang.
2. Berdasarkan unsur letak
Letak suatu desa :
  • a) Pada umumnya menjauhi kota atau pusat pusat keramaian
  • b) Perjalanan dari desa ke desa selalu menjauhi kehidupan di kota dan lebih mendekati desa yang sunyi.
  • c) Desa yang berdekatan dengan kota mempunyai kehidupan yang lebih baik daripada penduduk pedalaman.
  • d) Pada tipe desa yang bergerombol dan terpencar, letak antara desa yang satu dengan yang lain agak berjauhan.
  • e) Lingkungan geografinya kemungkinan terletak pada aderah dengan air tanah dangkal atau berada pada permukaan bumi yang kasar.
  • f) Sarana perhubungan yang paling tepat untuk wilayah ini dengan kuda, dan kendaraan berat . (Dieng, Sarangan, Tawamangu).
]]>

Baca Juga :   Perwilayahan (Regionalisasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here