Region Formal

Region formal yang juga disebut region uniform adalah suatu wilayah yang dibentuk oleh adanya kesamaan kenampakan, termasuk ke dalamnya kenampakan fisik muka bumi, iklim, vegetasi, tanah, bentuk lahan, dan penggunaan lahan. Region formal ini bersifat statis.

Berdasarkan topografi kita dapat membagi bentuk muka bumi, misalnya menjadi wilayah pegunungan. Wilayah pegunungan adalah suatu wilayah yang merupakan kesatuan kenampakan yang sama yaitu bentuk bergunung-gunung. Sejauh kenampakan muka bumi bergunung itu masih berhubungan atau menunjukkan ciri sama, maka sejauh atau seluas itu pula wilayah pegunungan tersebut. Demikian pula untuk dataran tinggi atau dataran rendah.
Berdasarkan iklim, secara umum muka bumi kita dapat kita kelompokkan menjadi tiga wilayah iklim, yaitu wilayah iklim tropis dengan rentangan wilayah antara 23clip_image002°LU sampai 23clip_image002[1]°LSwilayah iklim sedang dengan rentangan wilayah antara 23clip_image002[2]°LU dan 23°LS sampai 66°LU dan 66clip_image002[5]°LS, dan wilayah iklim dingin atau iklim kutub dengan rentangan wilayah antara 66^°LU dan 66clip_image002[6]°LS sampai 90°LU dan 90°LS. Pembagian wilayah iklim tersebut sesungguhnya hanya berdasarkan salah satu unsur iklim saja yaitu temperatur. Sementara itu, jika kriteria yang digunakan lebih dari satu misalnya temperatur dan curah hujan atau lainnya, maka pengelompokkannya akan lebih beragam lagi. Misalnya, di wilayah Indonesia terdapat suatu tempat yang memiliki ketinggian mencapai 5.000 meter di atas permukaan laut. Maka, sekalipun tempat tersebut berada di wilayah tropis dengan temperatur relatif tinggi, tetapi daerah tersebut juga memiliki salju seperti di wilayah iklim sedang atau dingin.
Berdasarkan kriteria temperatur dan curah hujan, wilayah Indonesia yang secara umum memiliki iklim tropis dapat dibagi-bagi lagi menjadi wilayah-wilayah iklim tertentu. Demikian pula di wilayah iklim lainnya seperti di Eropa yang hampir keseluruhan wilayahnya berada di lintang atau daerah iklim sedang. Karena faktor letak dan faktor geografi lainnya, maka kawasan barat Eropa memiliki ciri iklim yang berbeda dengan kawasan tengah, selatan atau timur. Demikian juga yang terjadi di kawasan benua lainnya. Sebaliknya, karena faktor letak lintang dan letak geografi yang sama, di kawasan benua yang berbeda mungkin memiliki ciri iklim yang sama pula. Misalnya, iklim mediteran di Laut Tengah ternyata terdapat pula di wilayah negara bagian Kalifornia Amerika Serikat, kawasan selatan Australia, maupun di ujung selatan Afrika.
clip_image005
Salju di Pegunungan Jayawijaya merupakan salah satu bentuk keragaman pengelompokkan wilayah iklim.
Wilayah atau region formal ini dapat juga ditandai oleh perbedaan karena adanya keseragaman fisik atau hasil interaksi antara fisik dan manusia. Misalnya, bentuk kenampakan lahan dengan pola umum dari aktivitas pertanian, industri, permukiman, perkebunan atau bentuk lahan lain yang relatif tetap seperti lembah sungai yang dibatasi oleh daerah alirannya. Berdasarkan kriteria tersebut maka kita dapat menyaksikan adanya wilayah-wilayah tertentu yang berbeda karena kesamaan-kesamaan cirinya tersebut.
Berdasarkan vegetasi atau penggunaan lahan, maka kita mengenal wilayah yang disebut sebagai wilayah perkebunan, wilayah pertanian sawah, wilayah pertanian kering, atau wilayah kehutanan. Mungkin saja tidak sepenuhnya wilayah tersebut berupa wilayah persawahan, tetapi diselingi dengan pertanian kering, perkampungan, atau permukiman. Namun, karena pertanian sawah sangat dominan atau keseragaman sawah sangat menonjol, maka wilayah tersebut dapat kita katakan sebagai wilayah pertanian sawah. Demikian pula untuk wilayah penggunaan lahan lainnya. Bila pada suatu tempat industri lebih dominan maka dapat kita katakan wilayah tersebut sebagai wilayah industri.
clip_image008
Wilayah pertanian sawah dengan keseragaman pertanian sawah yang sangat menonjol.
Berdasarkan kenampakan sosial budaya, region formal dapat ditunjukkan oleh misalnya di Pulau Jawa dapat kita bedakan antara wilayah Pantura (Pantai Utara) Jawa, wilayah Priangan atau Pasundan, wilayah Kesultanan Mataram atau wilayah Jawa, atau Madura. Di Jawa Barat sendiri dapat kita pilah lagi misalnya menjadi wilayah Pasundan, Cirebon, dan Banten. Di Sumatera kita kenal wilayah Melayu, Batak, dan Aceh. Di Sulawesi, dikenal wilayah seperti wilayah Bugis, Makassar, Tanah Toraja, dan Minahasa. Pembagian wilayah secara politis atau administratif pun dapat kita kelompokkan menjadi wilayah formal misalnya negara, provinsi, kabupaten atau kecamatan.
Seringkali wilayah berdasarkan kriteria tertentu dapat melampaui batas-batas politis suatu wilayah. Misalnya, wilayah kebudayaan Jawa tidak hanya terdapat di Provinsi Jawa Tengah atau Jawa Timur saja, di wilayah Jawa Barat, Lampung, dan beberapa wilayah lainnya banyak ditemui komunitas yang berbahasa Jawa. Demikian pula di pulau atau provinsi lainnya batas-batas kebudayaan dapat melampaui batas-batas administratif. Kebudayaan (dunia) Arab wilayahnya tidak terbatas pada negara-negara Arab yang terdapat di Asia Barat Daya saja, tetapi membentang hingga ke Afrika Utara. Kebudayaan Cina pun tersebar melintasi wilayah negara Cina tersebut di Asia Timur seperti ke negara-negara Indo Cina, Singapura, Indonesia, bahkan hingga ke Amerika Serikat.
Di kota-kota besar kita dapat menjumpai kawasan pusat perniagaan yang disebut dengan Central Bussiness District (CBD), zone permukiman, zone pinggiran kota, atau zone perindustrian. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah atau region formal yang terbentuk berdasarkan pengelompokkan-pengelompokan dari kesamaan atau keseragaman kenampakkan yang ada.
clip_image009
Chinatown yang dapat ditemui di berbagai belahan dunia merupakan bentuk wilayah yang melampaui batas-batas politis suatu wilayah.
]]>

Baca Juga :   3 Tata Geografi dari Unsur Fisik, Topologi dan Biotik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here