Proses Terjadinya Batu Bara dan Jenisnya

A. Terjadinya Batu Bara

Batu bara merupakan sumber energi atau bahan bakar. Batu bara terjadi dari tumbuh-tumbuhan prasejarah (masa Karbon) yang tertimbun dan sekarang berada pada lapisan batuan sedimen yang lebih dalam. Tumbuh- tumbuhan yang menjadikan batu bara adalah tumbuh-tumbuhan yang pohon dan daunnya seperti jenis pakis. Tumbuhan ini hidup di daerah rawa dan danau yang disebut pteridospermagalamariacea, dan lepisodendrale.
Batu bara terjadi pada danau-danau dangkal. Tumbuh-tumbuhan di danau itu kemudian tertimbun lagi oleh tumbuh-tumbuhan air lainnya, kemudian mati pula. Proses ini berlangsung jutaan tahun sehingga lapisan tumbuh-tumbuhan menjadi tebal. Lapisan tumbuh-tumbuhan tersebut tertimbun oleh lapisan pasir atau tanah liat (lempung). Dengan tekanan besar dan mendapat temperatur yang tinggi dari dalam bumi maka terjadilah batu bara karena adanya proses karbonasi (pengarangan).
B. Jenis Batu Bara
Batu bara dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Berdasarkan kandungan gasnya, dibedakan:
  • batu bara kurus, yaitu batu bara yang tidak mengandung gas;
  • batu bara gemuk, yaitu batu bara yang banyak mengandung gas.
2. Berdasarkan bahan asalnya, dibedakan:
  • batu bara saprofil, yaitu batu bara yang berasal dari tumbuh- tumbuhan bercampur dengan binatang kecil-kecil;
  • batu bara humus, yaitu batu bara yang berasal dari tumbuh- tumbuhan.
3. Berdasarkan kadar arangnya, dibedakan:
  • turf (veen) atau gambut, yaitu arang yang masih terlihat bahan asalnya dari tumbuh-tumbuhan (di Negeri Belanda, veen ditambang sebagai bahan bakar penghangat ruangan dan setelah ditambang disebut laagveen);
  • batu bara muda (bruinkool), yaitu batu bara yang berwarna hitam mengkilat, daya bakarnya tinggi, digunakan untuk penggerak lokomotif, tetapi kualitasnya kurang baik;
  • batu bara (steenkool), yaitu batu bara yang berwarna hitam mengkilat, daya bakarnya tinggi, digunakan untuk penggerak lokomotif, dan kualitasnya tinggi;
  • antrasit, yaitu batu bara yang berwarna hitam mengkilat lebih keras dari steenkool, daya bakarnya lebih tinggi, digunakan pada tanur peleburan bijih besi;
  • cokes, yaitu batu bara yang daya bakarnya lebih tinggi dari antrasit;
  • gravit, yaitu batu bara yang berjuta-juta tahun tertimbun di dalam tanah sehingga menjadi keras, digunakan untuk isi pensil;
  • intan terjadi karena karbonasi (pengarangan) yang lama sehingga gravit menjadi lebih keras (intan), digunakan sebagai pemotong kaca maupun batu pualam (marmer).
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

Baca Juga :   Batubara di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here