Perbandingan Industri Indonesia dengan Industri Negara Maju

Persebaran industri di negara maju (development countries) atau disebut negara-negara G7 (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, dan Jepang) berbeda dengan negara yang sedang berkembang (developing countries). Pada umumnya, negara-negara yang ini industrinya juga dikenal dengan sebutan industri padat modal. Sebaliknya, bagi negara-neg berkembang, sebagian industri yang dimilikinya merupakan industri dengan sebutan “berdiri di atas dua kaki” (walk on two legs). Maksudnya, padat modal juga dikembangkan, sedangkan padat karya tetap dipertahankan mengingat biasanya di negara berkembang berpenduduk padat.

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar. Pembangunan industri di Indonesia dilakukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk kegiatan ekspor. Untuk memacu pertumbuhan industri modern seperti industri di negara maju tidaklah mudah. Jika industri betgeser ke padat modal, maka dalam proses produksinya digunakan mesin-mesin canggih sehingga banyak orang akan kehilangan pekerjaan.
Adapun perbandingan industri di Indonesia dengan industri di negara maju dapat dilihat di bawah ini :
a. Aspek mesin yang digunakan
Indonesia : Sebagian besar sederhana dan memerlukan tenaga manusia yang banyak.
Negara Maju : Teknologi modern, serta otomatis dan sedikit memerlukan tenaga manusia.
b. Aspek Tenaga Kerja
Indonesia : (a) Sedikit tenaga ahli. (b) Sebagian besar tenaga ahli dari luar negeri. (c) Banyak memakai tenaga manusia kurang produktif. (d) Mudah mendapatkan tenaga kerja.
Negara Maju : (a) Banyak tenaga ahli. (b) Pada umumnya tenaga ahli berasal dari negaranya sendiri. (c) Sedikit memakai tenaga manusia namun produktivitasnya tinggi. (d) Sulit mendapatkan tenaga kerja.
c. Aspek Modal
Indonesia : Masih memerlukan bantuan modal dari luar negeri, misalnya dari Bank Dunia, Bank Asia dan negara maju.
Negara Maju : Sebagian PMDN (penanaman modal dalam negeri)atau modal sendiri.
d. Aspek Bahan baku
Indonesia : (a) Mudah didapat (b) Banyak tersedia baik bahan-bahan organik maupun anorganik.
Negara Maju : Sebagian besar harus diimpordari negara lain.
e. Aspek Pemasaran
Indonesia : (a) Diutamakan pemasaran untuk kebutuhan dalam negeri. (b) Pemasaran di luar negeri mendapat saingan ketat dari produksi negara maju.
Negara Maju : (a) Diutamakan untuk ekspor karena kebutuhan dalam negeri sudah cukup. (b) Karena mutu dan kualitas baik mudah dipasarkan.
]]>

Baca Juga :   Dampak Positif dan Dampak Negatif Pembangunan Industri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here