Penjelasan Berbagai Gejala Cuaca

A. KABUT
Kabut adalah sejenis awan rendah yang melayang- layang di atas permukaan bumi atau permukaan tanah yang tinggi, seperti di lereng- lereng gunung.
Kabut dibedakan atas dua macam, yaitu sebagai berikut.
1) Kabut sawah (sloot mist)
Kabut sawah terjadi pada malam hari yang cerah dan terbentuk jika udara dingin melalui sungai atau sawah. Uap air dari sungai atau sawah naik ke atas bertemu udara dingin maka terjadilah kondensasi membentuk kabut.
2) Kabut adveksi (adveksi mist)
Kabut adveksi terjadi karena udara panas yang mengandung uap air mengalir bertemu dengan daerah dingin maka terjadilah kondensasi. Kabut ini banyak dijumpai di daerah perbukitan dan pegunungan.
B. PETIR
Petir atau kilat merupakan aliran listrik dalam bentuk sinar cahaya yang secara tiba-tiba menghasilkan guntur (ledakan) di atsmosfer. Pelepasan muatan listrik ini terjadi antara awan dan awan lain atau antara awan dan bumi.
Kilat dan guntur terjadi bersamaan, tetapi kita mendengar suara guntuk belakangan karena kecepatan cahaya 300.000 km/detik. Jadi, kalau selisih waktu antara saat kita melihat kilat dengan terdengarnya suara guntur = 2 detik, berarti jarak kilat dari kita = 2 x
330 m = 660 m. umumnya kilat yang jauhnya > 20 km, tidak terdengar lagi suara gunturnya.
C. HUJAN
Hujan termasuk salah satu gejala cuaca dan uraian tentang curah hujan telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.
D. Dampak Rumah Kaca
  • Peningkatan selimut gas (terutama C02) menyebabkan suhu permukaan bumi bertambah panas yang disebut efek rumah kaca.
  • Hal ini disebabkan karena gas-gas tersebut terkonsentrasi dan tertahan di atmosfer dan menahan sinar matahari dalam lapisan selimut gas tersebut.
]]>

Baca Juga :   SIKLON DAN ANTI SIKLON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here