PENGGOLONGAN INDUSTRI

Banyak aspek yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menggolongkan, mengelompokkan, atau mengklarifikasikan bidang industri. Oleh karena itu, penggolongan industri di Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Penggolongan Industri Menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan Sebagaimana tertera dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 19/M/Sk/1986, penggolongan ini didasarkan atas cabang, jenis, dan komoditi barang-barang industri serta pembinaannya. Berdasarkan hal tersebut, industri digolongkan menjadi empat macam.
  • 1) Industri Kimia Dasar (IKD).
  • 2) Industri Mesin Logam Dasar (IMLD).
  • 3) Aneka Industri (AI).
  • 4) Industri Kecil (IK).
b) Penggolongan Industri Menurut Biro Pusat Statistik (BPS)
Penggolongan ini mengacu pada International Standard Industrial Classification Off All Economic Activities (ISIC) yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dengan nama Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). Adapun sadar penggolongannya adalah jumlah tenaga kerja yang ada.
c. Penggolongan Industri Berdasarkan Lokasi (Penempatan) Unit Usahanya
Penggolongannya dapat dibedakan menjadi hal berikut .
  • 1) Industri yang berorientasi pada pasar (market Oriented industry).
  • 2) Industri yang berorientasi pada tenaga kerja (manpower oriented industry).
  • 3) Industri yang berorientasi bahan baku (raw oriented industry).
d. Penggolongan Industri Berdasarkan Bahan Mentahnya
  • 1) Industri agraris, yaitu industri yang mengolah bahan mentahnya baik langsung maupun tidak langsung dari hasil pertanian, misalnya industri minyak goreng,
    kopi, teh, gula, dan industri tekstil.
  • 2) Industri nonagraris, yaitu industri yang mengolah bahan mentahnya, baik langsung maupun tidak langsung dari hasil tambang, misalnya industri semen, industri perminyakan, industri besi, dan baja.
e. Penggolongan Industri Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya
  • 1) Industri hulu, yaitu industri yang tahapannya produksinya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi, misalnya industri lembaran besi dan baja, industri lembaran karet, industri kayu olahan, industri kain lembaran, dan industri kertas koran.
  • 2) Industri hilir, yaitu industri yang tahapan produksinya mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi, misalnya industri lembaran besi dan baja menjadi industri pipa, seng dan kawat.
f. Penggolongan Industri Berdasarkan Hasil Produksinya.
  • 1) Industri berat, adalah industri yang menghasilkan mesin- mesin dan alat-alat produksi misalnya Industri alat-alat berat, industri mesin percetakan, industri transportasi.
  • 2) Industri ringan, adalah industri yang menghasilkan barang jadi yang langsung dipakai masyarakat, misalnya industri bahan makanan dan minuman, industri tekstil, industri obat-obatan, dan industri barang-barang kerajinan.
g. Penggolongan Industri Berdasarkan Asal Modalnya
  • 1) Industri PMDN, yaitu industri yang seluruh asal modalnya dari penanaman modal dalam negeri oleh para pengusaha swasta nasional atau oleh pemerintah.
  • 2) Industri PMA, yaitu industri yang seluruh asal modalnya dari penanaman modal asing.
h. Penggolongan Industri Berdasarkan terdapatnya Bahan Baku Industri Pembagiannya dapat dibedakan sebagai berikut.
  • 1) Industri Ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan pertambangan. Industri Ekstraktif dibedakan menjadi dua, yaitu
    a) Industri Reproduktif adalah industri yang bahan bakunya diperoleh dari alam, tetapi selalu menggantinya dengan yang bau. Contohnya adalah industri pertanian dan perkebunan.
    b) Industri Manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku dan menghasilkan barang keeperluan sehari- hari atau digunakan oleh industri lain. Contohnya adalah industri pangan.
  • 2) Industri Nonekstraktif, adalah industri yang bahan bakunya diperoleh dari tempat lain atau industri lain. Contohnya adalah industri pakaian atau garmen.
  • 3) Industri Fasilitatif, adalah industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain, contohnya adalah industri asuransi, pariwisata, angkutan, dan konsultan.
JENIS-JENIS INDUSTRI YANG LAIN
  • 1) Industri campuran, yaitu industri yang membuat atau menghasilkan lebih dari satu macam barang karena hasilnya saling diperlukan, misalnya industri semen dan industri kertas bungkus semen, industri mie instan, industri plastik, industri susu dan industri kaleng susu.
  • 2) Industri trafik, yaitu industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor karena bahan bakunya tidak tersedia atau belum dihasilkan di dalam negeri, misalnya industri wool, industri minuman bir, dan anggur.
  • 3) Industri konfeksi, yaitu industri yang membuat pakaian jadi, misalnya pakaian jaket kulit, kemeja dan celana.
  • 4) Industri perakitan atau asembling, yaitu industri yang aktivitasnya melakukan perakitan atau penyetelan mesin-mesin atau onderdil-onderdil, untuk mewujudkan barang jadi. Misalnya industri kendaraan bermotor dan mesin- mesin pabrik.
]]>

Baca Juga :   Pencemaran Industri dan Pencegahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here