Pengertian Pengendalian Sosial dan Pola Serta Prosesnya

Pengendalian sosial merupakan tindakan ‘pengawasan’ terhadap kegiatan atau perilaku anggota-anggota masyarakat (kelompok) agar tidak menyimpang dari norma dan nilai sosial yang berlaku. Pengendalian sosial (social control) telah ada sejak manusia hidup berkelompok.

Pengendalian sosial kerap berkaitan erat dengan norma dan nilai sosial. Bagi anggota masyarakat, norma sosial mengandung harapan dan dijadikan sebagai pedoman bertindak. Namun, masih saja terjadi penyimpangan dari norma-norma yang berlaku. Maka, agar masyarakat berlaku sesuai dengan pedoman itu, pengendalian merupakan mekanisme untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan mengarahkan orang untuk bertindak menurut norma-norma yang telah melembaga.
Pengendalian sosial (social control) adalah cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku.
Pengendalian sosial berproses pada tiga pola, yaitu pengendalian sosial kelompok terhadap kelompok, kelompok terhadap anggota-anggotanya, dan pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya.
 1. Pengendalian kelompok terhadap kelompok
Terjadi apabila suatu kelompok mengawasi perlaku kelompok lain. Misalnya polisi sebagai satu kesatuan mengawasi perilaku masyarakat agar tercipta keamanan dan ketertiban.
2. Pengendalian kelompok terhadap anggota-anggotanya
Terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku para anggotanya. Misalnya kelompok guru mendidik dan membina siswanya, atau Korpri (Korps Pegawai Negeri) mengendalikan semua nggota pegawai negeri.
3. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lainnya
Terjadi apabila individu mengadakan pengawasan terhadap individu lainnya. Misalnya ibu mendidik anaknya untuk mematuhi aturan dalam keluarga.
Ada tiga proses sosial utama yang perlu mendapat pengendalian sosial, yaitu:
  1. Ketegangan sosial antara adat istiadat dengan kepentingan individu
  2. Ketegangan sosial yang terjadi karena benturan kepentingan antar golongan khusus
  3. Ketegangan sosial yang terjadi karena ada orang atau kelompok penyimpang yang sengaja menentang tata kelakuan.
Pengendalian ini bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Sugiharsono, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Sosial: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
]]>

Baca Juga :   2 Cara Pengendalian Sosial Beserta Penjelasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here