Pengertian Kawasan Industri dan Kawasan Berikat

1) Pengertian Kawasan Industri

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 1989 yang dimaksud dengan kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan pengolahan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan fasilitas penunjang lainnya yang disediakan serta dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri.
2) Tujuan Pembangunan Kawasan Industri
Tujuan pengembangan kawasan industri adalah sebagai berikut:
  • mempercepat pertumbuhan industri;
  • memberikan kemudahan bagi kegiatan industri dan mendorong kegiatan industri untuk berlokasi di kawasan industri, yaitu dalam bentuk penyediaan tenaga listrik, air, unit pemadam kebakaran, dan lain-lain
Di Indonesia terdapat delapan kawasan industri, yang telah beroperasi penuh, yaitu DKI, Cilegon, Cilacap, Surabaya, Ujungpandang, Medan, Batam, dan Gresik.
Kawasan industri yang belum beroperasi penuh, yaitu kawasan industri yang terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Palu, Bitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Lampung.
Beberapa ketentuan yang tidak boleh dilanggar dalam menyelenggarakan industri adalah:
  • mendirikan industri tanpa izin;
  • lalai dalam menyampaikan laporan berkala tentang kegiatan industri yang bersangkutan kepada pemerintah, kecuali bagi beberapa jeinis industri kecil;
  • meniru atau membajak desain produk industri lain;
  • melanggar standar bahan baku dan standar barang jadi yang telah ditetapkan; serta
  • merusak sumber daya alam dan menimbulkan pencemaran yang berlebihan.
Menurut Kepres No. 33 Tahun 1990, pemberian izin pembebasan tanah bagi setiap perusahaan kawasan industri, dilakukan dengan ketentuan:
  • tidak mengurangi areal tanah pertanian;
  • tidak dilakukan di atas tanah yang mempunyai fungsi utama untuk melindungi sumber alam dan warisan budaya; serta
  • sesuai dengan tata ruang wilayah yang diterapkan pemerintah daerah setempat.
Kawasan berikat adalah daerah tertentu yang terikat oleh peraturan khusus pabean. Selain itu terus diupayakan pembangunan terpadu secara lintas sektoral pengembangan sejumlah zona industri, terutama yang memanfaatkan potensi sumber daya daerah setempat. Perkembangan industri di daerah segitiga pertumbuhan Singapura – Johor – Riau (Sijori), khususnya di Pulau Batam berlangsung pesat
sumber  : Iskandar, L. 2009. Geografi 3 : Kelas XII SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

Baca Juga :   MENGKAJI DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PEMBANGUNAN INDUSTRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here