Pencemaran Industri dan Pencegahan

Berikut ini kami beri contoh kasus pencemaran industri yang terjadi di kota-kota besar, tetapi mempunyai dampak sampai ke tingkat pedesaan. Misalnya, industri asam sulfat atau aluminium sulfat dan industri batere kering, tetapi juga teknologi pencegahan cemarannya.

Pencemaran Industri dan Pencegahan

1) Industri Asam Sulfat

a) Teknologi Pembuatan Asam Sulfat dengan Proses Kontak Bahan baku yang digunakan adalah lumpur asam, H2S, pirit, dan belerang. Asam sulfat mempunyai sifat melukakan kulit, bila bereaksi dengan air atau uap akan menghasilkan panas. Gas buangan terbanyak adalah SO2 yang menimbulkan pencemaran. Ada juga cemaran dalam bentuk cairan buangan yang terdiri dari sulfat, minyak atau gemuk, dan serbuk belerang.

b) Teknologi Pencegahan Cemaran Kabut Asam Sulfat dan Keruhan Gas Buangan Kandungan kabut asam sulfat dalam aliran gas yang keluar dari menara penyerap dapat dikurangi dengan cara:

  • memasang alat pengawas kabut pada bagian atas menara penyerap;
  • pemasangan alat tambahan di luar menara agar kandungan kabut sulfat yang keluar besama gas buangan berkurang;
  • pemurnian menggunakan belerang karena belerang sangat mempengaruhi jumlah cemaran kabut asam sulfat.

c) Teknologi Pencegahan Cemaran Gas pada Berbagai Tahap Operasional Pabrik Penyebab utama cemaran gas SO2 yang berlebihan pada proses industri asam sulfat dengan proses kontak adalah reaktor. Dengan bekerja secara berhati-hati dalam menjaga kondisi operasi reaktor, cemaran agar SO2 akan dapat ditekan. d) Teknologi Pencegahan Cemaran pada Air Buangan Cara menetralkan air buangan yang mengandung asam sulfat, antara lain:

  • netralisasi dengan batu kapur, dilaksanakan melewatkan air buangan yang mengandung asam pada tumpukan batu kapur;
  • netralisasi dengan bubur kapur padam, dilakukan dengan menambah bubur kapur padam ke dalam air buangan yang mengandung asam sulfat;
  • Netralisasi dengan soda kostik, dilakukan dengan menambah soda kostik karena reaksinya dapat berjalan dengan cepat.
Baca Juga :   PENGERTAN INDUSTRI

2) Industri Aluminium Sulfat

Cemaran gas buangan berupa kabut asam sulfat. Teknologi pencegahan pencemaran gas buangan pada industri asam sulfat dapat dilakukan seperti pada industri asam sulfat.

3) Air Buangan

Air buangan industri yang dapat diterima, perlu diperhatikan kondisi minuman yang diperkenankan untuk semua air pada segala tempat dan waktu, misalnya:

  • air harus bebas dari bahan kimia yang diakibatkan oleh kotoran kota, industri pertanian, serta kandungan lumpur yang tidak diperbolehkan atau diperkenankan;
  • bebas dari bahan yang tidak diperbolehkan yang berasal dari kota, industri, atau pertanian yang menimbulkan warna, bau atau lain-lain pada tingkat yang mengganggu;
  • bebas dari bahan terapung, seperti minyak, buih dan lain-lain yang berasal dari kota, industri, dan sisa-sisa pertanian;
  • bebas dari bahan kimia yang tidak diperkenankan dan konsentrasi atau reaksinya menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
Iskandar, L. 2009. Geografi 3 : Kelas XII SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here