Pembuatan Wilayah atau Region Nodal

Dalam pembuatan region nodal harus memperhatikan core area atau daerah inti. Ciri region nodal adalah adanya gerakan yang mengarah ke titik pusat. Adapun daerah belakang penopang atau yang terpengaruh oleh daerah inti disebut sebagai hinterland. Hinterland sebuah kota dapat dicirikan dari adanya gerakan pekerja yang bergerak menuju ke arah kota. Zone hinterland mungkin saja lebih luas dibandingkan dengan daerah intinya.

Kota adalah contoh baik untuk penyebarluasan informasi. Surat kabar dari kota akan beredar dan menyebar ke berbagai daerah. Demikian pula siaran radio, TV, dan sumber informasi lainnya. Pelayanan khusus kota seperti bis kota atau angkot, sirkulasi barang, buku, pengawasan politik, pelayanan administrasi yang terpusat di wilayah perkotaan dapat menjangkau wilayah yang berbeda. Dengan kata lain, luas wilayah pengaruh dari pusat kota ke daerah pinggiran akan berbeda-beda.
Menentukan unsur gerakan dalam pembentukan region nodal sangat penting, karena setiap unsur itu mungkin punya jarak yang berbeda. Misalnya, jika Kota Bandung dijadikan sebagai daerah inti, maka terdapat banyak gerakan yang menuju ke dan dari Kota Bandung. Ada pekerja harian, surat kabar, pelayan sekolah, rumah sakit, atau pun pelayanan administrasi. Setiap unsur mempunyai jarak yang berbeda. Jika batas terjauh permukiman para pekerja adalah batas Kabupaten Bandung, batas pelayanan SMA adalah sampai kabupaten sekitar Kabupaten Bandung seperti daerah Cianjur, Subang, dan Garut, batas pelayanan perguruan tinggi sampai batas Pulau Jawa, dan batas pelayanan rumah sakit dan administrasi sampai wilayah Jawa Barat.
Suatu kota besar dapat memiliki daerah hinterland yang mendunia. Kota Tokyo, London, New York, Los Angeles, dan Singapura, merupakan kota metropolitan yang menjadi daerah inti (pusat pelayanan) dengan hinterland yang mendunia. Seperti juga pada region formal, penentuan kriteria pada region nodal tergantung pada tujuan dan kebutuhan. Ketika menarik batas dua atau lebih region maka kriterianya harus ditentukan terlebih dahulu. Jika terjadi tumpang tindih (overlapping) antara dua region, maka wilayah yang tumpang tindih harus dijadikan wilayah tersendiri.
Region Nodal yang bersifat tumpang tindih (overlapping)
Pada gambar terlihat wilayah yang berwarna adalah daerah yang dilayani oleh kota P, Q atau R. Masing-masing penduduk di wilayah berwarna tersebut membelanjakan lebih dari 75% penghasilannya pada kota masing-masing (P, Q dan R). Wilayah yang di arsir adalah daerah yang dilayani oleh dua tempat yaitu sekitar 50% penduduknya membelanjakan 50% penghasilannya ke P dan Q, ke P dan R, atau ke Q dan R. Adapun wilayah yang berwarna hitam adalah daerah yang dilayani oleh P, Q maupun R, di mana penduduknya membelanjakan kurang dari 50% penghasilannya ke P, Q, atau R.
]]>

Baca Juga :   POLA KERUANGAN KOTA ATAU ZONE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here