Pelestarian Lingkungan Hidup

Merupakan suatu upaya untuk mengelola sumber daya lingkungan guna meningkatkan kualitas kehidupan yang tinggi serta berkelanjutan. Pelestarian lingkungan hidup tidak hanya menyangkut pelestarian hewan dan tumbuhan, tetapi menyangkut pelestarian ekosistem. Oleh karena itu dalam melakukan pembangunan harus memperhatikan keseimbangan ekosistem dengan tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber daya lain yang berkaitan. Dengan demikian pelestarian lingkungan hidup dapat mempertahankan keanekaragaman hewan dan tumbuhan dalam suatu ekosistem.

1. Pelestarian Hutan
Hutan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan manusia. Adanya penebangan hutan yang tak terkendali dan kebakaran akan mengurangi luas areal hutan sehingga mengancam kelestarian hutan. Akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan antara lain banjir, tanah longsor, kekeringan, dan berkurangnya persediaan air tanah.
Secara ekologi hutan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  • Hutan merupakan paru-paru dunia, karena dalam proses fotosintesis daun-daun akan menghisap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen. Dengan demikian keberadaan hutan menjaga kestabilan oksigen di udara. Karena pengisapan karbondioksida oleh daun-daunan dapat diperkecil, maka suhu di permukaan bumi tidak terlalu tinggi.
  • Hutan dapat menahan erosi, karena dapat memperkecil laju aliran permukaan. Selain itu, air dapat dengan mudah meresap ke dalam tanah sehingga dapat menjaga tata air tanah.
  • Hutan merupakan habitat bagi kelestarian flora dan fauna yang ada di dalamnya.
Dalam rangka menjaga fungsi-fungsi hutan tersebut, pengelolaan hutan dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu hutan lindung, hutan perlindungan dan pelestarian alam (PPA), serta hutan produksi.
a. Hutan Lindung
Kawasan hutan dengan keadaan sifat alaminya mampu mengatur tata air, mencegah erosi dan banjir, serta memelihara kesuburan tanah. Oleh karena itu hutan lindung tidak boleh diganggu dan harus dipelihara kelestariannya. Adanya campur tangan manusia dapat mengubah ekosistem hutan lindung.
b. Hutan Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA)
Merupakan kawasan hutan yang berfungsi melindungi dan melestarikan tipe-tipe ekosistem tertentu dari ancaman kepunahan. Hutan ini dapat berfungsi sebagai laboratorium hidup, wahana pembiakan bibit, sarana pendidikan dan penelitian, serta pelestarian sumber daya alam. Hutan ini meliputi suaka alam, cagar alam, suaka margasatwa, dan kawasan wisata.
c. Hutan Produksi
Merupakan kawasan hutan yang dikelola dan diambil hasilnya untuk kepentingan manusia, contohnya rotan, kayu, dan karet.
2. Pelestarian Sumber Daya Air
Air merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan karena mempunyai berbagai macam fungsi antara lain untuk mandi, mencuci, dan minum. Air tanah terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Akan tetapi, mungkin pula untuk keperluan yang lain dalam rumah tangga dan bahkan untuk keperluan industri. Oleh karena itu, sumber daya air harus dijaga kelestariannya, antara lain dengan tidak melakukan penyedotan air tanah secara berlebihan dan tidak membuang limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga ke dalam badan-badan air yang dapat mengakibatkan pencemaran.
Penyedotan air tanah secara berlebihan dapat mengakibatkan berbagai permasalahan antara lain penipisan persediaan air tanah, amblesnya permukaan tanah, dan intrusi air laut yang menyebabkan air tanah menjadi asin. Adapun pembuangan limbah pada badan-badan air seperti sungai, danau, dan laut menyebabkan pencemaran air.
Selain karena pembuangan sampah, pencemaran air juga disebabkan antara lain adalah pemakaian deterjen dan penangkapan ikan dengan menggunakan obat-obatan. Bahan-bahan pencemar tersebut di dalam air antara lain dapat mengganggu kehidupan ikan karena dapat menghabiskan oksigen di dalam air. Oleh karena itu, pembuangan limbah ke badan-badan air harus dihindarkan.
3. Pelestarian Sumber Daya Tanah
Tanah merupakan sumber daya alam yang penting karena kehidupan di permukaan bumi bertumpu pada tanah. Pengolahan tanah dengan cara berpindah-pindah dapat mengakibatkan luas tanah yang rusak makin bertambah, pohon-pohon menjadi berkurang dan apabila hujan menyebabkan terjadinya erosi. Keadaan yang demikian mengakibatkan tanah menjadi gersang karena lapisan humus yang terletak di atas hanyut terbawa air. Selain itu air tanah tidak bisa meresap ke dalam tanah sehingga mengurangi simpanan air dan dapat membahayakan kehidupan. Oleh karena itu diperlukan pengolahan tanah yang baik dan benar agar kesuburan dan produktivitas tanah dan air dapat terjamin. Tanah yang produktif memungkinkan terlaksananya usaha-usaha di berbagai bidang.
4. Pelestarian Udara
Semua makhluk hidup memerlukan udara. Tanpa udara semua makhluk hidup tidak akan bertahan karena udara termasuk kebutuhan dasar dalam kehidupan. Oleh karena itu, udara sudah seharusnya di jaga agar tidak tercemar oleh bahan-bahan lain yang bersifat racun. Akan tetapi saat ini di beberapa tempat telah terjadi pencemaran udara yang cukup mangkhawatirkan sehingga dapat mengganggu kesehatan. Udara mudah tercemar apabila banyak kegiatan manusia yang menghasilkan limbah yang terbuang ke udara.
Pencemar-pencemar udara yang berwujud gas dan partikel-partikel. Pencemar udara yang berwujud gas antara lain gas metan, gas belerang oksida, gas hidrogen sulfida, dan gas karbonmonoksida dari kendaran bermotor. Adapun pencemar udara yang berwujud partikel antara lain debu, abu dan asap.

Guna menghindari atau mengurangi terjadinya pencemaran udara beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain sebagi berikut;
  • Memperkecil penghamburan dan penggunaan energi di pabrik dan mobil.
  • Menggunakan energi selain minyak bumi, misalnya energi panas bumi, angin, dan sinar matahari.
  • Mengurangi penggunaan mobil pribadi dan mengutamakan angkutan massal.
  • Menggunakan kendaraan yang irit bahan bakar.
Baca Juga :   Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
]]>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here