Lokasi industri dekat bahan baku

industri-industri dengan komoditas tertentu akan lebih menguntungkan apabila dekat dengan bahan baku. Lalu apa saja hal-hal yang harus dipertimbangkan? Industri harus didirikan dekat bahan baku, jika:

  • Bahan baku yang digunakan mudah rusak
  • Pengangkutan barang jadi lebih murah jika dibanding pengangkutan bahan baku
  • Bahan baku yang digunakan lebih berat daripada produk yang dihasilkan
Suatu industri yang penempatannya memilih lokasi di dekat terdapatnya bahan baku perlu mempertimbangkan pula sifat dan bentuk bahanbaku. Bahan baku ditinjau dari asalnya dibedakan menjadi empat macam:
  • Bahan baku yang berasal dari barang galian, misalnya emas, perak, tembaga, besi, minyak, batu bara, dan gas.
  • Bahan baku yang berasal dari bahan setengah jadi, yang kedudukannya merupakan barang hasil olahan industri manufaktur hulu atau barang lain yang dianggap sebagai bahan baku dari industri manufaktur hilir. Barang ini dapat berupa suku cadang atau lainnya, seperti kain untuk industri pakaian.
  • Bahan baku berasal dari hasil pertanian dalam arti luas, misalnya pertanian bahan pangan, perkebunan, peternakan, penikanan, dan hasil hutan budidaya.
  • Bahan baku berasal dari hasil alam yang meliputi flora dan fauna. Bahan baku yang berasal dari flora ialah dari tumbuh-tumbuhan yang umumnya terdap di hutan, semak, dan belukar. Bahan baku yang berasal dari fauna dapat diperoleh dari binatang darat, binatang air tawar, maupun binatang air laut.
Untuk industri yang mengolah bahan baku yang mudah rusak dan tidak tahan lama serta volumenya besar dan bobotnya relatif berat, lokasi industrii tersebut harus dekat dengan tempat terdapatnya bahan baku. Contoh yang cukup terkenal ialah industri pengalengan susu, buah buahan, daging, sayuran, ikan, penggergajian kayu, dan industni perkayuan lainnya.
]]>

Baca Juga :   Kecenderungan Lokasi Industri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here