Lokasi industri berorientasi biaya transportasi dan tenaga kerja

1. Lokasi industri berorientasi biaya transportasi

Transportasi sangat diperlukan dalam industri. Industri yang lokasinya berorientasi pada biaya angkut, berarti bahwa sedapet mungkin lokasi industri berada di daerah yang lancar transportasinya. Kelancaran transportasi tersebut sangat penting dengan tujuan untnk mendatangkan bahan baku, dan memasarkan hasil produksi dengan cepat dan tepat waktu.
Besar kecil biaya transportasi dipengaruhi oleh faktor jarak, tempat, keamanan, jenis barang yang diangkut dari volume barang. Besarnya biaya angkut perlu diperhitungkan dalam pendirian industri.
2. Lokasi industri berorientasi pada tenaga kerja
Demi kelancaran industri. orientasi tenaga kerja perlu juga dipikirkan secara masak. Dalam usaha industri, kalau terlalu besar ongkos tenaga kerja/buruh, maka industri akan jatuh. Faktor lokasi industri yang perlu dipertimbangkan adalah daerah yang terdapat banyak tenaga kerja siap kerja. Industri yang demikian adalah industri yang banyak membutuhkan tenaga kerja. Contoh industri dengan orientasi tenaga kerja antara lain:
  • Perusahaan batik keris lokasinya tepat didirikan di Solo karena mudah mendapat tenaga kerja yang ahlinya dalam bidang membatik.
  • Pabrik jamu air mancur lokasinya tepat di Wonogiri, karena mudah mendapat tenaga kerja murah.
  • Di Jepara didirikan industri mebel karena di Jepara banyak tenaga kerja yang ahli ukir ukiran.
clip_image001
Gambar 2.4 Industri batik seperti pada gambar di samping memerlukan tenaga kerja yang ahli dalam hal membatik. Oleh karena itu untuk kelancaran industri, faktor tenaga kerja sangat berpengaruh.
]]>

Baca Juga :   Pengertian Aglomerasi Industri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here