Keterbatasan Ekologis dalam Pembangunan

Pembangunan telah berjalan ratusan tahun, namun pada permulaan tahun 1970-an dunia mulai sadar dan cemas akan adanya pencemaran dan perusakan lingkungan. Adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut disebabkan manusia tidak memperhatikan keterbatasan dan ekologis yaitu adanya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Contoh bahan-bahan tambang diantaranya minyak bumi, emas, batubara dan gas alam.

Sehingga diperlukan suatu UU tentang pengelolaan lingkungan hidup contohnya di Indonesia ada UU No.4 tahun 1983 tentang ketentuan-ketentuan pokok lingkungan hidup. Dengan adanya UU tersebut diharapkan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan tidak menimbulkan kerusakan dan dan pencemaran dalam suatu ekosistem. Oleh karena itu, untuk melaksanakan kegiatan pembangunan harus memperhatikan hal-hal berikut:
  1. Daya guna dan hasil guna yang dikehendaki harus dilihat dalam batas-batas yang optimal sehubungan dengan kelestarian SDA yang mungkin dicapai.
  2. Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber daya lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem
  3. Memberikan kemungkinan untuk mengadakan pilihan (alternatif) penggunaan dalam pembangunan masa depan
Atas dasar pertimbangan tersebut setiap rencana pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup perlu memperhatikan hubungan dengan ekosistem dan faktor-faktor yang dominan antara lain demografi, klimatologi, flora dan fauna geologi, topografi, dan keanekaragaman sosial budaya masyarakat.
clip_image002
Gambar 1.4
Penambangan Emas Tradisional di Kalimantan Sumber: Insight Guide Indonesia, 2001.
]]>

Baca Juga :   Kualitas Lingkungan Hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here