Jenis-Jenis Industri di Indonesia

Jenis-jenis industri di Indonesia digolongkan menjadi 12 kelompok, yaitu sebagai berikut :

a. Industri pengolahan pangan
Yang termasuk industri pengolahan bahan pangan adalah penggilingan padi, pembuatan minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya, pembuatan tapioka, pabrik teh, pabrik kopi dan coklat, pabrik-pabrik es, pengolahan gading, ikan, dan pembuatan mie (termasuk pabrik mie instan), roti, pengawetan ikan, buah-buahan dan jamur, pembuatan susu bubuk, tepung, permen, biskuit, pembuatan kecap, terasi, dan pabrik gula.
b. Industri tekstil
Industri tekstil besar dan kecil banyak terdapat di Jawa Barat, daerah khusus Ibu Kota Jakarta, dan sebagian terdapat di Jawa Tengah. Dalam industri ini termasuk industri batik yang banyak terdapat di Jawa Tengah, terutama di Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan.
Kemajuan industri tekstil sangat pesat setelah ditemukan mesin-mesin modern. Penemuan mesin-mesin ini mengakibatkan industri kecil tenun gulun tikar.
c. Industri barang kulit
Industri barang dari kulit menghasilkan tas, koper, sepatu, sepatu, kipas, wayang, sandal; ikat pinggang, dan barang-barang kerajinan kulit lainnya. Industri ini banyak terdapat di dalam sentra-sentra industri di Jawa. Adapun industri pengolahan kulit tidak termasuk ke dalam kelompok ini. Namun dewasa ini industri barang dari kulit perkembangannya tidak pesat, karena disaingi kulit sintetis.
d. Industri pengolahan kayu
Industri pengolahan kayu mengahasilkan bahan bangunan dan perbot rumah tangga, seperti meja, kursi, dan pigura. Industri besar pengolahan kayu menghasilkan kayu lapis. Industri pengolahan kayu banyak diekspor ke Eropa, Timur Tengah, Jepang, dan Amerika.
e. Industri pengolahan kertas
Perkembangan industri pengolahan kertas berbentuk industri besar yang menghasilkan barang-barnag dari kertas tulis biasa, kertas bungkus dan karton, kertas hias dan tisu. Industri ini terdapat antara lain di Pematang Siantar (Sumatera), Padalarang, Blabak, Bayuwangi (Jawa), dan Martapura (kalimantan).
f. Industri kimia farmasi
Industri kimia dan farmasi menghasilkan zat asam, garam kimia, pupuk, pembasmi serangga, plastik, serat buatan, bahan-bahan kecantikan, cat, pernis, dan obat-obatan. Perkembangan industri kimia dan farmasi sangat pesat, khususnya di kota-kota besar.
g. Industri pengolahan karet
Industri pengolahan karet terutama menghasilkan ban luar dan ban dalam untuk kendaraaan bermotor maupun tidak bermotor. Kecualiitu, industri ini juga menghasilkan barang-barang lain seperti bola, mainan anak, keperluan rumah tangga, keperluan kelengkapan mobil, pesawat motor dan kapal.
h. Industri barang galian bukan logam
Industri-industri besar barang galian bukan logam menghasilkan semen, gelas, dan kaca. Industri ini juga manghasilkan keramik dan asbes. Pabrik semen yang besar terdapat di Padang (Sumatera Barat), Tonasa, (Sulawesi Selatan), Gresik (Jawa Timur), Cibinong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), dan beberapa tempat lainnya. Pabrik pupuk terdapat di Palembang dan Kalimantan Timur. Industri semen be rkembang pesat karena semakin banyak bangunan yang terbuat dari beton.
i. Industri baja / pengolahan logam
Industri baja yang besar terdapat di Cilegon, Jawa Barat yang menghasilkan antara lain plat baja, pipa baja, dan kabel-kabel baja. Industri yang tidak begitu besar menghasilkan atap seng, besi, beton, pipa-pipa besi dan lainnya, dan bahkan pisau silet.
Industri baja sangat pesat perkembangannya, banyak dibutuhkan untuk industri karoseri mobil dan perusahaan angkutan lainnya.
j. Industri peralatan
Industri peralatan menghasilkan terutama alat-alat transtasi dan alat berat serta kendaraan lainnya, dalam bentuk:
  • Pesawat terbang yang dihasilkan PT. Dirgantara Indonesia (dahulu IPTN) di Bandung
  • Kapal laut yang dihasilkan PT PAL di Surabaya
  • Perakitan mobil dan sepeda motor di Jakarta dan Karawang
  • Alat-alat elektronik dan perakitannya di Jabotabek
  • Alat-alat pertanian dan alat-alat pertukangan di Karawang dan Depok.
clip_image001
Gambar 2.2 Industri Perakitan elektronika merupakan contoh industri perakitan
k. Industri pertambangan
Industri pertambangan umumnya berupa industri besar dengan seluruh atau sebagian menggunakan modal asing. Misalnya tambang minyak oleh beberapa perusahaan asing di samping Pertamina milik Indonesia sendiri, tambang timah, tambang nikel, dan tambang tembaga. Tambang tembaga dikelola PT Freepost di Irian Jaya ternyata juga menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup banyak.
l. Industri pariwisata
Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan industri pariwisata. Orang asing mengenal Indonesia sebagai negara yang indah panoramanya, beragam budayanya, dan ramah tamah orangnya. Indonesia berbenah diri untuk mengembangkan potensi pariwisata baik potensi alam budaya, maupun historis, guna meraih devisa yang besar. Pencanangan pariwisata Indonesia dimulai tahun 1991. tahun ini dinyatakan sebagai tahun kunjungan ke Indonesia atau visit “Indonesia Year 1991”. Dengan pencanangan ini diharapkan diharapakan diharapkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia meningkat.
Untuk itu perlu adanya peningkatan pelayanan terrhadap wisatawan seperti yang tercakup dalam program Saptapesona. Isi program Saptapesona adalah sebagai berikut:
1. Keamanan
2. Ketertiban
3. Kebersihan
4. Kesejukan
5. Keindahan
6. Keramahtamahan
7. Kenangan
Kenangan yang perlu mendapatkan perhatian meliputi empat unsur :
1. Akomodasi nyaman, bersih dan pelayanan yang memuaskan
2. Makanan khas daerah yang lezat dan menarik
3. Atraksi kebudayaan yang mempesona
4. Cindera mata yang menawan dan murah harganya.
Para industri pariwisata yang menjadi objek wisata dibedakan dua macam, yaitu:
1. Objek alam (pantai, taman laut, air terjun dan pemandangan alam lainya).
2. Objek budaya (hasil seni, tarian, hasil kerajinan tangan, keramahtamahan, serta berbagai upacara adat).
clip_image002
Gambar 2.3 Indonesia kaya akan objek wisata alam maupun budaya.potensi ini bisa dijadikan modal bagi kemajuan industri pariwisata.
]]>

Baca Juga :   Pengertian Industri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here